Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Kripto & IHSG Memilih Rebahan Menanti 'Durian Runtuh'

Selamat sore, Sobat Cuan! Tetap semangat meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar kripto kompak rebahan di sore hari ini. Kenapa keduanya susah bangkit? Simak ulasannya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di level 6.996,45 poin menutup sesi perdagangan Selasa (28/6), alias turun 0,28% dibanding sehari sebelumnya.

Sang indeks domestik memang sudah terlihat terpuruk sejak pagi hari. Pasalnya, nilainya selalu berada di bawah titik pembukaan sepanjang perdagangan hari ini.

Mirisnya, IHSG menjadi satu-satunya indeks dengan kinerja memble hari ini di kawasan Asia. Tengok saja nilai indeks Nikkei225 Jepang yang loncat 0,66% hari ini dan nilai indeks Hong Kong serta Shanghai yang kompak menguat 0,8% di waktu yang sama.

Kuat dugaan, pelemahan IHSG didorong oleh arus modal asing yang keluar dari pasar domestik. Sinyal ini tercermin dari nilai saham bank-bank besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang masing-masing ambles 0,68% dan 1,22% sepanjang hari ini.

Selain itu, lunturnya semangat IHSG juga disebabkan oleh tindakan perusahaan manajemen investasi yang melancarkan aksi ambil untung (profit taking) dalam rangka rebalancing portofolionya. Asal tahu saja, perusahaan manajemen investasi memang selalu melakukan aksi ini menjelang akhir bulan.

Terakhir, pelaku pasar juga khawatir dengan perekonomian Indonesia setelah pemerintah mengumumkan bahwa penyebaran COVID-19 di dalam negeri bakal kembali memuncak Juli mendatang. Sialnya, puncak penyebaran itu diperkirakan akan bertepatan dengan musim libur sekolah.

Sekadar informasi, penyebaran virus COVID-19 di Indonesia kembali merajalela setelah varian BA.4 dan BA.5 masuk ke dalam negeri. Peristiwa ini mengakibatkan jumlah kasus baru COVID-19 di Indonesia berada di atas 1.000 per hari sejak pertengahan Juni lalu.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Sentimen Kurang Mendukung, Kripto & IHSG Gagal Manggung

Aset Kripto

Pergerakan aset kripto utama masih terlihat membosankan di Selasa sore. Melansir Coinmarketcap pukul 15.30 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih tenggelam di zona merah dalam sehari terakhir.

Secara umum, sentimen di pasar kripto masih tetap sama seperti pagi tadi.

Pelaku pasar tampaknya masih belum terlalu nyaman nyemplung ke pasar kripto menyusul lesunya kinerja indeks saham Amerika Serikat (AS) kemarin. Maklum, performa indeks saham AS dan gerak aset kripto kini punya korelasi yang sangat kuat.

Selain itu, nafsu pelaku pasar pun ikut ciut setelah melihat sinyal tidak baik dari pasar derivatif BTC. 

Di pasar tersebut, pelaku pasar ternyata memasang premium bagi produk berjangka BTC di kisaran 0% hingga 2% lebih tinggi dari harga BTC di pasar spot. Hal ini mengindikasikan bahwa investor institusi, alias kelompok investor yang kerap memanfaatkan produk kripto berjangka, memandang bahwa harga BTC belum akan pulih dalam jangka pendek.

Namun, di sisi lain, pelaku pasar juga mencerna pertanda lampu hijau terkait adopsi BTC dari AS.

Kemarin, komunitas kripto riuh di jagat media sosial Twitter setelah ketua otoritas pasar modal AS (The Securities and Exchange Commission/SEC) Gary Gensler mengatakan bahwa BTC sebenarnya "masuk ke golongan komoditas".

Hal ini seharusnya menjadi angin segar bagi adopsi BTC ke depan, utamanya ketika banyak perusahaan manajemen investasi berniat menciptakan instrumen derivatif dari sang raja aset kripto tersebut.

Hanya saja, Gensler mengatakan bahwa hanya BTC saja satu-satunya aset kripto yang ia merasa "nyaman" kategorikan sebagai komoditas. Nah, meski bernada suportif, namun komentar Gensler tetap saja bikin komunitas kripto garuk-garuk kepala.

Sementara itu, bintang panggung kripto sore ini jatuh ke Luna Classic (LUNC) yang nilainya melesat 15,42% selama sehari terakhir. Sejauh ini, memang belum diketahui penyebab reli LUNC dalam 24 jam belakangan.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait