Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Setelah Lama Tenggelam, Kripto Mulai 'Balas Dendam'!

Thank god it's Friday, Sobat Cuan! Kinerja pasar kripto terpantau ngegas di Jumat (13/5) sore setelah tenggelam di zona merah beberapa waktu terakhir. Sayangnya, nasib mujurnya tak menular ke kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kenapa situasi di kedua pasar terbilang berbeda? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Sentimen Negatif Wara-Wiri, IHSG Kembali 'Mati Suri'

IHSG menutup sesi perdagangan Jumat dengan berakhir di 6.597,99 poin alias pasrah merosot tipis 0,03% dibanding kemarin.

Laju sang indeks domestik memang sudah terlihat menyedihkan sejak awal sesi perdagangan. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level 6.509 poin di sesi 1.

Hal ini terjadi setelah pelaku pasar masih mencerna perkembangan situasi ekonomi global. Asal tahu saja, pelaku pasar global kini kembali mencemaskan tingkat inflasi setelah AS mencatat kenaikan Indeks Harga Produsen 0,5% secara bulanan pada April, atau 11% jika dibanding bulan sama tahun sebelumnya. Angka ini melebihi ekspektasi analis yakni 10,7%.

Data tersebut dikhawatirkan bisa menuntun bank sentral AS untuk mengetatkan kebijakan moneternya dengan agresif. Namun, jika itu terjadi, maka ekonomi global bisa-bisa terjun ke dalam resesi. Pasalnya, kenaikan suku bunga acuan tentu akan menghambat laju pertumbuhan konsumsi dan investasi, dua motor utama pertumbuhan ekonomi.

Seolah tak cukup dihantam sentimen negatif eksternal, bursa domestik juga "diserang" kabar tak sedap dari dalam negeri. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada April susut ke US$135 miliar di April yang sekaligus menjadi level terendahnya dalam 17 bulan terakhir.

Pelaku pasar cukup terpengaruh dengan data tersebut. Sebab, posisi cadangan devisa tentu menjadi tolok ukur kekuatan ekonomi domestik saat ini.

Untungnya, pelemahan IHSG tertahan oleh prestasi tiga saham domestik, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang berhasil masuk jajaran MSCI Global World Index.

Aksi Jual Asing Makin Tak Terbendung

Lesunya kinerja pasar modal hari ini pun tak lepas dari derasnya aksi jual investor asing. Pada hari ini, mereka tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,35 triliun.

Mereka terlihat getol melepas saham perbankan, di mana saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilego dengan nilai Rp571,3 miliar. Tak ketinggalan, mereka juga "cuci gudang" saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masing-masing sebesar Rp333,6 miliar dan Rp298,2 miliar.

Di waktu yang sama, asing justru malah bernafsu melahap saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp77,5 miliar. Selain itu, mereka juga rajin mengakumulasi saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan AMRT masing-masing Rp58,9 miliar dan Rp54,1 miliar.

Baca juga: Pluang Pagi: Kripto & Saham AS Mencoba 'Rebound' Tapi Inflasi Bikin Investor 'Down'

Aset Kripto

Setelah Tenggelam, Aset Kripto Kini Mulai Balas Dendam!

Kondisi berbeda justru ditunjukkan pasar kripto. Setelah pingsan sepanjang pekan ini, beberapa aset kripto mulai menunjukkan keperkasaannya. Melansir Coinmarketcap pukul 15.37 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sukses melompat ke zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Secara umum, pelaku pasar kompak melakukan aksi beli setelah mereka meyakini bahwa harga beberapa aset kripto sudah menyentuh level bottom. Selain itu, pelaku pasar juga meyakini nilai aset kripto bakal kembali memantul setelah platform exchange mencatat outflow BTC 168.000 antara 11 hingga 12 Mei lalu. Peristiwa ini menjadi sinyal bahwa pemain kelas kakap tengah dalam mode akumulasi.

Lebih lanjut, beberapa analisis pun mengaitkan aksi beli ini dengan aksi buy the dip saham teknologi yang terjadi di bursa AS kemarin. Ini menjadi indikasi bahwa pelaku pasar sudah perlahan memberanikan diri icip-icip pasar aset berisiko meski memang sentimen umum di pasar kripto masih belum sepenuhnya membaik gara-gara drama yang menyangkut stablecoin milik jaringan Terra, UST.

Sekadar informasi, UST menjadi buah bibir sejak awal pekan lantaran gagal mempertahankan nilai tukarnya di level US$1 untuk setiap 1 UST. Peristiwa ini menuntun nilai koin native jaringan Terra amblas tajam, bahkan hingga 99% dalam sehari.

Namun, Terra Labs beserta Luna Foundation Guard (LFG) dikabarkan sudah melakukan langkah antisipasi untuk mengembalikan kejayaan UST. Di antaranya adalah meminjam US$1,5 miliar, membakar koin UST, dan menghentikan aktivitas jaringan LUNA untuk waktu yang belum ditentukan.

Nah, kuat dugaan, antisipasi Terra tersebut membuat pelaku pasar perlahan tenang. Meski memang, indeks fear and greed Bitcoin masih berada di level 10 yang mengindikasikan ketakutan ekstrem di pasar.

Selain itu, drama terkait LUNA dan UST juga membuat beberapa exchange kripto menghapus kedua aset kripto dari platformnya. Sehingga, kepanikan di pasar kripto memang benar-benar belum surut sepenuhnya meski beberapa koin sudah terpantau bullish.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Aksi Jual Tak Terbendung, Kripto & IHSG Makin Linglung!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait