Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Kabar Sepekan: Harga Mi Instan Diramal Melejit, Daging Babi Bikin China Menjerit
shareIcon

Kabar Sepekan: Harga Mi Instan Diramal Melejit, Daging Babi Bikin China Menjerit

12 Aug 2022, 8:52 AM·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Kategori
Kabar Sepekan: Harga Mi Instan Diramal Melejit, Daging Babi Bikin China Menjerit

Selamat berakhir pekan, Sobat Cuan! Kabar Sepekan kembali hadir menyapa kamu dengan kabar ekonomi paling banyak diperbincangkan pekan ini, mulai dari polemik harga mi instan hingga kabar terbaru soal inflasi di duo negara adidaya, AS dan China. Yuk, simak selengkapnya!

Kabar Internasional Sepekan

1. Inflasi AS Mulai Adem, Sentuh 8,5% di Juli

Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada Rabu (10/8) mengumumkan inflasi tahunan AS mencapai 8,5% di Juli, melambat dibanding sebulan sebelumnya 9,1%. Realisasi inflasi tersebut juga berada di bawah estimasti analis yakni 8,7%.

Inflasi AS melandai setelah harga bahan bakar minyak terjun 7,7% secara bulanan di Juli. Hanya saja, harga bahan pangan justru naik 10,9% jika dibandingkan dengan Juli tahun lalu.

2. Rilis Obligasi Perdana dalam 18 Tahun, Meta Platforms Raup US$10 Miliar

Perusahaan raksasa media sosial, Meta Platforms, pada Selasa (11/8) mengumumkan telah menggaet US$10 miliar dari penerbitan obligasi perdananya sejak berdiri 2004 silam.

Perseroan rencananya akan menggunakan dana tersebut untuk melakukan buyback saham sekaligus pendanaan bisnisnya termasuk lini usaha realitas virtual metaverse.

3. Gara-Gara Babi, Inflasi China Sentuh Level Tertinggi dalam 2 Tahun

Biro Statistik Nasional China mengatakan, China menorehkan inflasi sebesar 2,7% secara tahunan pada Juli alias menanjak dibanding 2,5% di bulan sebelumnya. Ternyata, angka tersebut menjadi inflasi tertinggi China dalam dua tahun terakhir.

Kendati begitu, realisasi inflasi tersebut masih di bawah prakiraan analis yakni 2,9%.

Adapun biang keladi inflasi China kali ini adalah kenaikan harga daging babi yang melesat 20,2% dibanding bulan sebelumnya.

4. Masyarakat AS Ramai-Ramai Minta Subsidi Pengangguran. Ekonomi Aman?

Departemen Ketenagakerjaan AS pada Kamis (11/8) mengatakan, sebanyak 262.000 individu mengajukan bantuan subsidi tunakarya pada pekan kedua Agustus.

Angka ini ternyata naik 14.000 dibanding pekan sebelumnya, sekaligus mendekati rekor pengajuan terbanyak pada November tahun lalu.

Analis menangkap data ini sebagai indikasi bahwa kondisi ekonomi AS masih “belepotan” meski sukses menyerap tenaga kerja melebihi prakiraan pada bulan lalu.

Baca Juga: Pluang Insight: Katanya Dunia di Ambang Resesi. Apa Sih Arti Resesi Ekonomi?

Kabar Kripto Sepekan

1. Lakukan Uji Coba di Testnet Goerli, Ethereum Selangkah Lagi Upgrade Jaringan Terbesarnya

Jaringan Ethereum pada Rabu (10/8) mengumumkan telah sukses memasang pembaruan di salah satu jaringan uji cobanya yang bernama Goerli. 

Jika uji coba ini berjalan lancar, maka jaringan Ethereum bisa langsung mengeksekusi pembaruan akbar di jaringan utamanya, yang umum disebut The Merge, pada 19 September mendatang.

Sebagai imbasnya, harga koin asli Ethereum, ETH, meroket 15% sepanjang pekan ini per Jumat (12/8).

2. Lokapasar Magic Eden Siap Buka ‘Lapak’ Khusus BAYC

Salah satu lokapasar Non-Fungible Token (NFT) di jaringan Solana, Magic Eden, menyebut telah mengutarakan proposal untuk membuka lokapasar khusus bagi komunitas ApeCoin (APE).

Menurut proposal yang diajukan, lokapasar khusus tersebut akan beroperasi melalui situs resmi ApeCoin dan akan didasarkan pada teknologi Magic Eden. Pemegang NFT Bored Ape Yacht Club dijamin akan mendapat keuntungan di lokapasar ini, salah satunya adalah biaya trading yang lebih rendah.

3. AS Sanksi Tornado Cash, Tokoh Pentolan Kripto Kompak Sewot!

Tokoh penting di industri kripto geram setelah mendengar kabar mengenai sikap pemerintah AS yang melarang warganya untuk menggunakan coin mixer Ethereum, Tornado Cash. Pasalnya, pemerintah AS dianggap telah mengintervensi ekosistem kripto yang seharusnya bersifat terdesentralisasi dan anti “campur tangan” pihak lain.

“Saya menganggap (sanksi tersebut) tidak benar. Tornado Cash hanyalah sebuah perangkat, yang tentunya bisa digunakan penggunanya baik berdasarkan motif baik maupun motif jahat,” jelas pengembang inti Ethereum Preston Van Loon.

“Semua-semuanya serba diawasi, semua orang serba dikendalikan. Ini yang membuat AS sebagai negara hebat,” sindir tokoh perusahaan rintisan kripto kondang Erik Vorhees.

4. Nilai AVAX Meroket 22% Berkat Kenaikan Volume Trading NFT

Avalanche (AVAX) diterpa angin sejuk pekan ini lantaran nilainya melesat 22% dalam sepekan per Jumat (12/8). Ternyata, penyebabnya adalah kenaikan volume trading NFT di jaringan tersebut sebesar 35% dibanding pekan lalu.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Investor Jadi 'Pengabdi Cuan', IHSG & Kripto 'Empot-Empotan'

Kabar Domestik Sepekan

1. Tesla Siap Belanja Nikel RI Senilai US$5 Miliar

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan produsen mobil listrik Tesla sudah meneken kerja sama dengan dua produsen pengolahan nikel tanah air.

Luhut menambahkan, kontrak kerja sama tersebut bernilai US$5 miliar di mana kedua perusahaan akan memasok bahan baku baterai mobil listrik kepada Tesla dari Juli 2022 hingga Desember 2025.

2. Anak Kos Menjerit, Harga Mi Instan Digadang Naik 3 Kali Lipat!

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan kenaikan harga mi instan sebesar tiga kali lipat dalam waktu dekat.

Menurutnya, hal ini bisa terjadi lantaran pasokan gandum, yang merupakan bahan baku tepung terigu, masih seret sebagai imbas atas konflik geopolitik Ukraina dan Rusia.

Hanya saja, Menteri Perdagangan Zulfikli Hasan langsung menepis komentar Syahrul.

Ia justru beranggapan harga gandum bakal segera turun mengingat negara pengekspor gandum seperti Australia, Kanada, dan AS tengah memasuki masa panen gandum.

3. Masyarakat RI Makin Pesimistis Sama Ekonomi

Bank Indonesia (BI) pada Selasa (9/8) merilis skor Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 123,2 pada Juli 2022 alias ambles dibanding 128,2 di bulan sebelumnya.

Data itu mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia semakin pesimistis dalam memandang geliat ekonomi ke depan.

4. Kuota Subsidi Menipis, Stok Pertalite Cuma Tahan Sampai Oktober?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite sudah mencapai 16,8 juta kilo liter (kl) dari kuota yang ditetapkan tahun ini sebesar 23 juta kl. Artinya, sisa kuota BBM Pertalite hingga akhir tahun ini hanya tersisa 6,2 juta kl.

Mengingat kuota subsidi yang kian menipis, ia meminta PT Pertamina (Persero) untuk segera mengendalikan laju konsumsi BBM dengan kadar oktan 90 tersebut. “Makanya Pertamina diminta untuk mengendalikan agar APBN tak mengalami tekanan tambahan," jelasnya pada Kamis (11/8).

Di kesempatan berbeda, anggota komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman memprediksi kuota BBM Pertalite akan habis pada Oktober atau November mendatang jika konsumsinya tak dikendalikan.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Reuters, Bloomberg, CNBC

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
weekly news
Pasar Sepekan: Rusia Tabuh Genderang 'Perang', Market Ikut Bergelombang
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1