Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Kenapa IPO Coinbase Memberi Petunjuk Soal Harga Aset Kripto di Masa Depan?
shareIcon

Kenapa IPO Coinbase Memberi Petunjuk Soal Harga Aset Kripto di Masa Depan?

20 Apr 2021, 7:00 AM·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Kategori
Kenapa IPO Coinbase Memberi Petunjuk Soal Harga Aset Kripto di Masa Depan?

Sobat Cuan mungkin tahu bahwa salah satu cryptocurrency exchange, Coinbase, baru saja menggelar penawaran saham perdana (IPO) di Wall Street. Coinbase membuat debut yang meriah pada Rabu (14/4/2021), dengan saham yang naik hingga US$429 per lembar. Secara singkat, nilai kapitalisasi pasarnya sempat naik menjadi lebih dari US$100 miliar.

IPO Coinbase terjadi di tengah perbincangan soal mata uang kripto yang tampaknya ada di mana-mana, bahkan di bank sentral AS the Federal Reserve. Mata uang digital kini masuk ke dalam rencana bisnis dan bahkan diterima untuk pembayaran oleh perusahaan besar seperti Tesla, PayPal dan Visa.

Pencatatan perusahaan asal San Francisco di bursa saham publik ini dilihat oleh beberapa orang sebagai titik perubahan untuk mata uang digital. Hal itu karena kekayaan Coinbase terkait erat dengan Bitcoin, mata uang kripto paling populer.

Harga Bitcoin pun ikut melonjak dan mencapai US$64.000 pada hari Rabu, naik dari US$ 29.000 pada awal tahun. Sementara Coinbase baru-baru ini mengatakan bahwa pendapatan kuartal pertama berjumlah sekitar US$1,8 miliar, melebihi pendapatannya untuk seluruh tahun 2020.

Saham Coinbase terdaftar di bursa Nasdaq dengan ticker “COIN”, dan ditutup pada US$328,28 di hari pertamanya. Angka itu naik 31% dari harga referensi US$250 yang ditetapkan oleh Nasdaq menjelang perdagangan pertama, dan menempatkan nilai kapitalisasi pasar Coinbase pada US$85,78 miliar di akhir perdagangan.

Nilai kapitalisasi pasar itu menjadikan Coinbase salah satu perusahaan AS terbesar yang diperdagangkan secara publik. Hanya 93 perusahaan di indeks S&P 500 yang memiliki nilai pasar lebih tinggi. Bahkan, nilai kapitalisasi pasar Coinbase mendekati nilai pasar gabungan dari Nasdaq Inc., yang menjalankan Bursa Saham Nasdaq, dan Intercontinental Exchange, yang memiliki Bursa Efek New York.

Baca juga: Tips Berdamai dengan FOMO Agar Tak Panic Selling & Buying Aset Kripto

Menilik Bisnis Coinbase

Didirikan pada tahun 2012, Coinbase menjadi populer di kalangan penggemar cryptocurrency. Ini lantaran Coinbase menyediakan mereka cara yang lebih mudah untuk menukar Bitcoin dan mata uang digital lainnya.

Tidak seperti banyak perusahaan publik baru, Coinbase adalah perusahaan yang menguntungkan. Perusahaan memperkirakan pendapatan bersih antara US$730 juta dan US$ 800 juta pada kuartal pertama 2021.

“Coinbase adalah bagian dasar dari ekosistem aset kripto dan merupakan barometer untuk adopsi arus utama Bitcoin dan aset kripto yang berkembang di tahun-tahun mendatang,” ujar Dan Ives, analis di Wedbush Securities.

Coinbase menyatakan memiliki 56 juta pengguna terverifikasi per 31 Maret 2021, dengan 6,1 juta diantaranya melakukan transaksi setiap bulan. Adapun nilai transaksi di Coinbase pada kuartal pertama mencapai US$335 juta.

Secara bisnis, Coinbase mendapatkan 0,6 persen dari nilai setiap transaksi yang melalui sistemnya. Jadi, jika seseorang membeli US$100 dalam Bitcoin, perusahaan mendapatkan 50 sen. Jika harga Bitcoin atau Ethereum turun, komisi Coinbase juga akan turun, dan memberikan beberapa eksposur terhadap naik turunnya mata uang digital.

Namun, meski semakin banyak perusahaan yang mulai menggunakan mata uang digital, tetap saja ada banyak pihak yang meragukan. Sampai saat ini berbagai lembaga keuangan arus utama menghindari cryptocurrency. Bitcoin pun masih dipandang lebih sebagai penyimpan nilai dibandingkan sebagai metode pembayaran.

Baca juga: Apa Alasan Kita Perlu Perhatikan Kapitalisasi Pasar Saat Investasi Aset Kripto?

Lantas Mengapa IPO Coinbase Menjadi Penting di Kancah Aset Kripto?

Singkatnya, perusahaan ini adalah bisnis aset kripto besar pertama yang diperdagangkan secara publik di AS. Melihat harga saham dan nilai kapitalisasi pasarnya, sahamnya kemungkinan besar juga dipegang oleh fund manager arus utama. Hal itu memberikan investor pasar modal eksposur ke dunia aset kripto.

Dengan dicatatkan di pasar modal AS, artinya kehadiran aset kripto kini sudah mulai diterima oleh industri jasa keuangan secara umum. Yang artinya, permintaan aset kripto bisa jadi akan semakin marak di masa depan. Kalau permintaan naik, lantas apakah yang terjadi? Betul, harga aset kripto pun bisa jadi terkerek ke atas.

Kita semua ingat betul bagaimana sentimen adopsi perusahaan atas aset kripto dapat mempengaruhi harganya.

Pada Februari lalu, contohnya, harga Bitcoin langsung menuju ke puncak tertingginya setelah Tesla mengumumkan akan menempatkan US$1,5 miliar di Bitcoin. Kemudian, di awal bulan ini, salah satu yang menggerakkan harga Ethereum adalah pengumuman Visa, yang akan memfasilitasi transaksi Ethereum bekerja sama dengan crypto.com.

Meski demikian, beberapa pecinta aset kripto garis kesar di beberapa forum internet tak begitu menyukai IPO Coinbase. Sebab, menurut mereka, pencatatan saham Coinbase sejatinya berseberangan dengan semangat desentralisasi aset kripto. Menurut mereka, “kesucian” aset kripto yang independen dan terdapat di ekosistem sendiri akan “ternodai” oleh campur tangan mereka-mereka yang berasal dari pasar modal konvensional.

Bagaimana IPO Coinbase Memberi Petunjuk Soal Harga Aset Kripto ke Depan?

Terdaftarnya Coinbase di pasar saham juga bisa jadi membuka jalan bagi platform aset kripto lainnya untuk melaju di arus jasa keuangan yang mainstream. Artinya, semakin banyak aset kripto yang diadopsi, maka semakin kencang pula permintaannya di masa depan.

Dan nampaknya, tren adopsi Bitcoin dan aset kripto oleh investor institusi masih akan berlangsung.

Founder Ark Investment Cathie Wood memprediksi bahwa investor institusi masih akan membanjiri pasar aset kripto. Menurutnya, banyak investor institusi melihat bahwa aset kripto adalah salah satu aset yang tidak memiliki korelasi apapun dengan aset lainnya.

Bahkan, ia sesumbar mengatakan bahwa harga Bitcoin bisa saja melonjak ke US$500.000 per keping jika seluruh perusahaan top AS menempatkan 5% dananya saja di Bitcoin. “Kita baru di awal perjalanan yang akan menyenangkan dan cukup panjang,” tuturnya.

Memang, harga Bitcoin dan aset kripto lain sempat anjlok di akhir pekan lalu dan bikin banyak pecinta aset kripto panik. Namun, investor jangan melihatnya sebagai akhir dari segalanya. Toh, keadaan sudah membuktikan bahwa investor institusi saja tetap yakin terhadap prospek masa depan aset kripto.

Kalau Sobat Cuan juga mau membuktikan cuan aset kripto di masa depan, yuk mending investasi Bitcoin dan Ethereum saja di Pluang!

Baca juga: Setelah Dihantam Badai, Harga Bitcoin dan Ethereum Mencoba Bangkit Pekan Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNA, NY Times

Ditulis oleh
channel logo

Adi Putro

Right baner

Adi Putro

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
daily news
Daily News - 30 Agustus 2023
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1