Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Akhiri September, Laju IHSG & Kripto Terpantau 'Better'

Selamat sore, Sobat Cuan! Setelah tenggelam lima hari, IHSG akhirnya kembali menunjukkan taringnya. Di saat yang sama, pasar kripto juga terlihat masih adem ayem. Mengapa kedua pasar tersebut bersikap kalem sore hari ini? Simak di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa sedikit bernapas lega pada hari ini. Pasalnya, ia berhasil finis di level 7.040,79 poin pada sesi perdagangan Jumat (30/9) atau menguat 0,07% dibanding kemarin setelah melalui perjalanan bak roller coaster.

Lebih menggembirakan lagi, sang indeks domestik akhirnya berhasil keluar dari jeratan zona merah selama lima hari beruntun.

Awalnya, sang indeks domestik sempat terbenam lama di teritori negatif setelah ancaman resesi ekonomi global kembali menghantui benak investor. Ya, mereka takut ekonomi dunia akan amburadul setelah bank sentral AS, The Fed, nampaknya semakin yakin untuk mengetatkan kebijakan moneternya menyusul rendahnya pengajuan klaim bantuan pengangguran AS pada pekan lalu.

Untungnya, IHSG berhasil memantul di menit-menit akhir perdagangan berkat dua sentimen utama.

Pertama, manajer investasi terpantau melakukan aksi buy the dip untuk memoles portofolio mereka menjelang akhir kuartal III 2022. Kedua, pelemahan nilai indeks Dolar AS sepertinya juga ikut mendongkrak selera pelaku pasar untuk kembali berkecimpung di pasar domestik.

Baca Juga: Pluang Pagi: Ekonomi AS 'di Ujung Tanduk', Saham AS & Kripto Bergerak Kikuk

Aset Kripto

Kondisi pasar kripto masih adem ayem menjelang akhir pekan. Melansir Coinmarketcap pukul 15.11 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah berada di zona hijau dalam sehari terakhir.

Pelaku pasar sepertinya masih memanfaatkan momentum pelemahan nilai Dolar AS untuk merangsek masuk ke pasar kripto. Sekadar informasi, nilai Dolar AS kini melandai ke kisaran 111 atau turun tajam dari 114 dua hari sebelumnya.

Nilai sang aset greenback melorot setelah nilai tukar Poundsterling Inggris terhadap Dolar AS perlahan pulih. Di saat yang bersamaan, nilai tukar Euro juga menguat setelah bank sentral Eropa diperkirakan akan mengerek suku bunga acuannya menyusul inflasi Jerman yang menembus 10% untuk pertama kalinya dalam 22 tahun terakhir.

Selain itu, analis juga menduga bahwa pelaku pasar tengah melakukan aksi akumulasi dan berjibaku untuk menciptakan fenomena tahunan 'Uptober', yakni peristiwa di mana harga aset kripto kembali reli di Oktober setelah tersungkur parah di September, atau biasa dikenal dengan Septembear.

Kendati demikian, pelaku pasar sepertinya enggan all out di pasar kripto lantaran menanti perilisan data inflasi AS dari sisi pengeluaran masyarakat (Personal Consumption Expenditure/PCE). Pasalnya, data tersebut selalu digunakan sebagai data inflasi acuan utama bank sentral AS dalam menentukan kebijakan moneternya ke depan.

Lebih lanjut, jika melihat tabel di atas, XRP terlihat keluar sebagai juara setelah membukukan pertumbuhan nilai 11% dalam 24 jam terakhir.

Pelaku pasar memang sedang berpandangan bullish terhadap XRP lantaran optimistis bahwa perusahaan di balik XRP, Ripple, akan memenangkan gugatan hukum yang diajukan oleh otoritas pasar modal AS (The Securities and Exchange Commission/SEC).

Sekadar informasi, kasus hukum Ripple versus SEC bermula pada 2020 silam. Kala itu, SEC menggugat Ripple ke pengadilan federal karena dituduh mendistribusikan instrumen ilegal senilai US$1,3 miliar. Keduanya pun akhirnya bergulat dalam proses hukum selama hampir dua tahun terakhir.

Perkembangan terbarunya, hakim federal Annalisa Torres telah meminta SEC untuk menyerahkan dokumen berupa draf atau bukti lain terkait pidato salah satu mantan direktur SEC, William Hinman, pada 2018 lalu.

Dalam pidato tersebut, Hinman diyakini menyebut bahwa perdagangan Ethereum dan aset kripto lainnya tidak termasuk ke dalam kategori perdagangan sekuritas. Nah, jika Hinman terbukti pernah menyampaikan pidato tersebut, maka kans Ripple untuk memenangkan perkara hukumnya versus SEC semakin tinggi.

Baca Juga: Pluang Insight: NVIDIA Siap Rilis Produk Anyar, Gimana Prospek Sahamnya?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait