Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Kripto Menghijau Meski Sentimen Pasar Masih Bikin Galau!

Selamat sore, Sobat Cuan! Kondisi market domestik hari ini sudah terpantau lunglai meski baru menginjak awal pekan. Sementara itu, pasar kripto justru terlihat semringah mengawali pekan ini. Mengapa keduanya bisa bertolak belakang? Simak ulasannya di sini!

IHSG

Aksi Profit Taking Melanda, IHSG Cuma Bisa Elus Dada

IHSG menutup sesi perdagangan Senin (23/5) di level 6.840,77 poin atau susut 1,12% dibanding posisi penutupan Jumat (20/5). Awalnya, IHSG sempat terlihat menjanjikan setelah hampir menyentuh level psikologis 7.000. Namun, apa daya, sang indeks domestik pun pasrah lunglai ke zona merah hingga akhir.

Aksi ambil untung investor (profit taking) membayangi gerak-gerik IHSG sepanjang Senin. Kali ini, saham-saham sektor teknologi dan pertambangan yang menjadi "sasaran tembak" mereka.

Tercatat, saham teknologi seperti PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) masing-masing lunglai 6,96%, 6,87%, dan 2,86% pada hari ini. Pasalnya, pelaku pasar mulai getol merealisasikan cuannya dari reli saham-saham sektor tersebut dalam sepekan terakhir. 

Ya, saham teknologi sempat menjadi bintang pekan lalu setelah terdorong sentimen kinclongnya laporan keuangan Grab dan status Unusual Market Activity (UMA) yang disematkan PT Bursa Efek Indonesia terhadap saham GOTO. Bahkan, rentetan sentimen ini sukses membuat saham GOTO terbang 46,15% sepanjang pekan lalu.

Di sisi lain, investor juga melancarkan aksi ambil untung atas saham pertambangan setelah nilai saham-saham sektor tersebut moncer pekan lalu akibat harga batu bara yang melonjak hingga di atas US$400 per ton. Sayangnya, nilai saham emiten seperti PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) turun 6,87%, sementara nilai saham PT Adaro Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) masing-masing luntur di atas 4% akibat aksi tersebut.

Sementara itu, dari sisi makroekonomi, pelaku pasar tampaknya juga cenderung wait and see menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang sedianya dihelat pekan ini.

Beberapa ekonom mengatakan, RDG BI bulan ini terkesan lebih berat dibanding biasanya karena otoritas moneter tersebut juga tengah menghadapi kebijakan agresif The Fed. Sehingga, terbuka kemungkinan BI akan mengerek suku bunga acuannya demi menghalau dampak negatif dari kebijakan hawkish The Fed.

Aksi Beli Asing Tampak Tipis

Meski aksi profit taking mewarnai perdagangan Senin, namun investor asing setidaknya masih doyan mengakumulasi saham domestik meski nilainya sangat tipis. Hal ini tercermin dari nilai beli bersih asing (net foreign buy) sebesar Rp89,85 miliar di pasar reguler hari ini.

Asing terlihat paling banyak mengoleksi saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp128,6 miliar. Tak ketinggalan, mereka juga masih memborong saham dua bank jumbo lainnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), masing-masing Rp84 miliar dan Rp63,3 miliar.

Di sisi lain, asing malah lagi demen melego saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp114,3 miliar. Selain itu, mereka juga "cuci gudang" saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masing-masing Rp101,7 miliar dan Rp68,4 miliar.

Baca juga: Pasar Sepekan: Setelah Lelah Terbenam, Market Mulai Mencoba 'Balas Dendam'!

Aset Kripto

Bulan Madu Masih Lanjut, Aset Kripto Pantang Kusut!

Untungnya, pasar kripto justru menunjukkan sikap berbeda. Melansir Coinmarketcap pukul 15.32 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar terlihat masih betah berkubang di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Meski pasar kripto masih terlihat menghijau, namun Sobat Cuan tampaknya jangan kepalang senang dulu. Sebab, laju aset kripto sore ini masih didominasi sentimen teknikal. Dengan kata lain, moncernya laju kripto didominasi aksi pelaku pasar yang ingin melakukan price action dengan berupaya membawa harga aset-aset kripto menembus level resistance-nya mumpung sedang minim sentimen.

Apalagi sejatinya, pelaku pasar sejatinya masih khawatir dengan volatilitas aset kripto. Buktinya, skor indeks fear and greed BTC saat ini berada di angka 10, sebuah indikasi bahwa pelaku pasar tengah dilanda ketakutan ekstrem (extreme fear).

Saat ini, sikap pelaku pasar kripto sebenarnya mirip dengan pasar modal yakni ogah jor-joran untuk nyemplung di dalamnya karena ketidakpastian makroekomi.

Belakangan, pelaku pasar memang mencemaskan ancaman resesi ekonomi AS, inflasi tinggi, hingga kebijakan agresif The Fed. Nah, di saat-saat seperti itu, mereka tentu hanya mau mengalokasikan sedikit portofolionya untuk kripto dan memilih menempatkan mayoritas dananya di kelas aset yang lebih aman.

Selain itu, pelaku pasar kripto juga masih mencerna niatan Dewan Legislatif AS plus pemerintahan tujuh negara maju (G7) untuk menyusun regulasi aset kripto sebagai imbas atas kasus yang melanda stablecoin Terra, UST.

Adapun bintang utama kripto kali ini jatuh ke dua koin, Neo (NEO) dan eCash (XEC), yang masing-masing tumbuh 18,01% dan 15,33% dalam 24 jam terakhir.

Nilai NEO diketahui melonjak setelah jaringan akan menghelat acara demo launchpad-nya bernama Polaris selama tiga hari mendatang. 

Baca juga: Pluang Pagi: Saham AS & Kripto Kompak Meraba Kestabilan di Senin Pagi

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait