pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

0

Rangkuman Pasar: 'Hantu' Inflasi Gentayangan, Kripto & IHSG Kelabakan!

Selamat sore, Sobat Cuan! Investor kripto dan saham domestik tampaknya harus memasuki akhir pekan dengan wajah kecut setelah aset kripto stagnan sementara performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat melempem. Ada apa ya? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Profit Taking Menguat di Akhir Pekan, IHSG Pun Kebakaran

IHSG menutup akhir pekan ini di level 7.086,64 poin alias anjlok 1,34% dibanding sehari sebelumnya. Nasib IHSG memang terlihat ngenes setelah terpantau selalu terjebak di zona merah sejak pembukaan perdagangan.

Untungnya, tak hanya IHSG saja yang bernasib apes hari ini. Tengok saja, teman-temannya seantero Asia juga melengos ke zona merah pada hari ini. Indeks Nikkei225 Jepang, misalnya, melorot 1,49%. Sementara itu, indeks Hang Seng dan STI Singapura masing-masing terpeleset 0,29% dan 0,91% di waktu yang sama.

Dengan demikian, kuat dugaan bahwa sentimen eksternal menjadi biang kerok pelemahan indeks di kawasan Asia.

Secara umum, pelaku pasar memang mengantisipasi perilisan data inflasi Amerika Serikat (AS) Mei. Sekadar informasi, ekonom memproyeksikan inflasi bulanan AS akan bertengger di 0,7% pada Mei, lebih kencang dari 0,3% di April.

Pelaku pasar memang memantau ketat data tersebut karena bisa memberi petunjuk mengenai arah kebijakan bank sentral AS, The Fed, ke depan.

Di samping perkara The Fed, pelaku pasar Asia juga menahan diri untuk nyebur ke pasar modal karena Beijing kembali memasuki fase lockdown. Maklum, China adalah kekuatan ekonomi terbesar Asia, sehingga kabar negatif apapun dari negara tersebut akan mempengaruhi ekonomi negara Asia lainnya.

Selain itu, pelaku pasar juga melancarkan aksi ambil untung (profit taking) sebelum pasar modal ambruk karena data inflasi. Hal itu tercermin dari performa sektoral IHSG yang seluruhnya terjun ke zona merah pada hari ini.

Asing Lancarkan Aksi Jual

Sikap pesimistis pun ikut ditunjukkan investor asing. Hal ini tercermin dari nilai jual bersih asing (net foreign sell) sebesar Rp360,12 miliar sepanjang perdagangan hari ini.

Mereka terpantau melego paling banyak saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp234,6 miliar. Tak ketinggalan, mereka juga getol melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) masing-masing Rp116,1 miliar dan Rp92,6 miliar.

Di sisi lain, mereka malah mengakumulasi saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebanyak Rp230,4 miliar. Selain itu, asing juga malah getol melahap saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) masing-masing Rp57,5 miliar dan Rp38 miliar.

Baca juga: Pluang Pagi: Ancaman Bunga Fed Kian Kentara, Kripto & Saham AS Sengsara

Aset Kripto

Aset Kripto Jalan di Tempat Jelang Perilisan Inflasi

Sementara itu, pergerakan aset kripto jelang akhir pekan ini terbilang bervariasi. Melansir Coinmarketcap pukul 15.23 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar terbenam di zona merah.

Meski beberapa aset kripto terlihat kembali melaju ke zona hijau, namun mereka sejatinya masih bergerak di rentang yang sama sejak beberapa pekan terakhir.

Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar sejatinya memanfaatkan kondisi pasar kripto yang tengah minim sentimen untuk mengangkat harga aset kripto untuk kemudian merealisasikan cuannya. Namun, mereka ogah all out untuk berkubang di pasar kripto, sepertinya karena masih bersikap wait and see terhadap perkembangan makroekonomi.

Ya, pelaku pasar saat ini mengantisipasi pengumuman data inflasi AS Mei yang sedianya bakal dirilis hari ini. Mereka benar-benar menanti data ini karena bisa memberikan sinyal pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.

Jika The Fed mengerek suku bunganya dengan agresif, maka pelaku pasar kemungkinan akan melepas aset berisiko, utamanya aset kripto, dan lebih memilih instrumen berpendapatan tetap.

Baca juga: Pluang Insight: Ethereum Siap Upgrade Jaringan! Apa Dampaknya Bagi Harga ETH?

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES