Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Inflasi Gagal Bikin Risau, IHSG & Kripto Menghijau!

Selamat sore, Sobat Cuan! Kamu pasti kerjaannya bakal senyum-senyum sendiri sore ini. Pasalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan aset kripto kompak bergerak ke zona hijau hari ini! Wah, apa yang terjadi di market sore hari ini? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Berkat Komoditas, IHSG Lanjut Ngegas!

IHSG menutup diri dari sesi perdagangan Rabu (13/4) dengan bertengger di level 7.262,77 poin alias meningkat 0,67% dibanding kemarin. Sang indeks domestik mampu membukukan performa mumpuni setelah berhasil bertahan di zona hijau sejak pembukaan perdagangan.

Kali ini, kenaikan harga komoditas kembali menjadi berkah bagi bursa domestik.

Tengok saja, harga minyak mentah sudah kembali menembus US$100 per barel pada hari ini. Selain itu, harga batu bara berjangka Newcastle kini menyentuh harga US$309 per ton alias tumbuh 6,35% dalam sehari terakhir setelah beberapa negara mulai memberlakukan pelarangan impor batu bara asal Rusia.

Kondisi ini tentu bikin bursa domestik bak ketiban durian runtuh. Maklum, sebagian besar penghuni pasar modal domestik adalah emiten yang berkutat di sektor komoditas. Sehingga, kenaikan harga komoditas akan menggembungkan pundi-pundi cuan yang bakal mereka raih di masa depan.

Oleh karenanya, tak heran jika saham produsen batu bara seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) bergerak lincah dengan sukses membukukan pertumbuhan nilai masing-masing 7,12% dan 6,69%.

Seolah tak mau ketinggalan, nilai saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) juga melonjak 5,82% di waktu yang sama. Bahkan, nilai saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) malah loncat kegirangan dengan membukukan pertumbuhan 11,4%.

Nilai IHSG berhasil melonjak meski tingkat inflasi tahunan AS menyentuh 8,5% di Maret, alias rekor tertingginya sejak 1981.

Biasanya, pelaku pasar khawatir dengan inflasi yang kian membabi buta lantaran bisa mendorong bank sentral AS, The Fed, untuk mengetatkan kebijakan moneternya dengan lebih agresif. Sehingga, mereka akan menghindari pasar modal dan bergerak menuju aset yang lebih aman. Namun, kali ini, pelaku pasar tampaknya memilih untuk gencar membenamkan dananya di pasar modal domestik.

IHSG Trengginas, Aksi Beli Asing Masih Ganas

Melajunya IHSG ke zona hijau hari ini pun tak lepas dari aksi borong yang dilakukan investor asing. Hal itu tercermin dari nilai beli bersih asing (net foreign buy) yang mencapai Rp858,34 miliar di pasar reguler.

Kali ini, asing paling banyak memborong saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp417,3 miliar. Kemudian, mereka juga getol mengoleksi saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) masing-masing sebesar Rp110 miliar dan Rp81,8 miliar.

Di sisi lain, investor asing malah paling banyak melego saham PT Vale Indonesia Tbk sebesar Rp27,4 miliar. Selain itu, mereka pun melepas saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masing-masing sebesar Rp21,3 miliar dan Rp14,1 miliar.

Baca juga: Pluang Pagi: Inflasi AS Merongrong, Nilai SHIB Malah Makin Menggonggong!

Aset Kripto

Setelah Murung Sejak Awal Pekan, Kripto Bangkit dari Tekanan

Pasar kripto kini boleh tersenyum lebar memasuki waktu ngabuburit hari ini. Pasalnya, melansir Coinmarketcap pukul 15.41 WIB, tujuh dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih bertahan di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Meski memang, laju penguatan aset kripto tersebut perlahan melemah sejak tadi pagi

Secara umum, pergerakan pasar kripto ini masih disebabkan oleh dorongan aksi beli pelaku pasar demi memanfaatkan harga aset kripto yang runtuh berjemaah kemarin (buy the dip).

Selain itu, nilai aset kripto terlihat putar balik dari zona merah setelah setelah Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data inflasi AS, yang ternyata merupakan rekor tertinggi dalam 41 tahun terakhir.

Biasanya, perilisan data makroekonomi akan membuat performa aset kripto oleng beberapa waktu setelahnya. Namun, hal itu tak terjadi kemarin. Mengapa demikian?

Nah, kuat dugaan, data inflasi tersebut gagal bikin pasar kripto goyang karena pelaku pasar yakin bahwa inflasi Maret kali ini adalah "puncak dari siklus inflasi tinggi" yang telah terjadi di AS sejak tahun lalu. Sehingga, mereka memutuskan untuk tidak buru-buru cabut dari pasar aset spekulatif, seperti kripto.

Namun, di tengah lautan aset kripto yang menghijau, terdapat satu aset kripto yang sukses bersinar paling terang yakni Shiba Inu (SHIB). Ya, nilai SHIB terpantau melonjak 19,36% dalam 24 jam terakhir setelah koin berlogo anjing tersebut bakal diperdagangkan di aplikasi mikro investasi AS, Robinhood.

Baca juga: Rangkuman Pasar: Jelang Inflasi, IHSG Beraksi Tapi Kripto Gagal Unjuk Gigi!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait