Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Tensi Rusia-Ukraina Mereda, IHSG & Kripto Gembira

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan hari ini dengan tersenyum lebar. Namun, tak hanya IHSG saja yang boleh berbangga diri, sebab cuaca pasar kripto hari ini juga terlihat cerah. Apa sih penyebabnya? Yuk, simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Berkat Rusia-Ukraina, IHSG Gak Jadi Sengsara

IHSG menutup sesi perdagangan Selasa (15/2) di level 6.807,50 poin alias lompat 1,08% dibanding sesi perdagangan kemarin. Dengan kata lain, IHSG sukses "balas dendam" setelah menjalani hari kasih sayang kemarin dengan pilu.

Nilai sang indeks domestik kian perkasa berkat sentimen eksternal, utamanya dari perkembangan konflik Rusia dan Ukraina yang menunjukkan sinyal positif.

Beberapa jam lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan bakal menempuh jalur diplomasi dalam menangani konflik dengan negara tetangganya. Sebagai buktinya, pada hari ini Putin telah bertemu Kanselir Jerman Olaf Scholz di Moskow sebagai upaya diplomatik demi mencegah meletusnya invasi yang digadang bakal menjadi gerbang "Perang Dunia III" tersebut.

Kemudian, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu juga menambahkan bahwa Kremlin telah mengistruksikan sejumlah personil tentara untuk mundur dari perbatasan Ukraina dan kembali ke pangkalannya masing-masing.

Pelaku pasar pun sontak tersenyum riang mendengar kabar tersebut. Pasalnya, meredanya tensi geopolitik dapat mengurangi ketidakpastian ekonomi di masa depan. Imbasnya, mereka pun kembali selera menyerbu pasar aset berisiko, utamanya pasar saham.

Tak hanya IHSG saja yang ketiban berkah dari kabar tersebut. Buktinya, nilai bursa saham Eropa pun bergerak lincah pada hari ini. Misalnya, indeks DAX di Jerman sukses merayap 0,15%, sementara nilai indeks FTSE Inggris dan CAC Perancis masing-masing loncat 0,2% dan 0,93% pada hari ini.

Di samping itu, tokcernya kinerja pasar modal domestik juga ditopang oleh kabar baik terkait prospek ekonomi domestik ke depan.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah akan melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Kebijakan ini ditempuh setelah menimbang bahwa penyebaran COVID-19 Omicron terlihat tidak membahayakan kesehatan publik dalam skala besar.

Sentimen domestik lainnya datang dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan surplus dagangnya selama 21 bulan berturut-turut! Berapakah nilainya? Simak di tautan ini ya, Sobat Cuan!

Baca juga: Pluang Pagi: Eropa Bakal Jadi Medan Perang, Kripto & Emas Malah Girang!

IHSG Positif, Investor Asing Kian Agresif

Kinerja IHSG yang Kinclong pun bikin investor asing menyerbu pasar saham domestik. Hal ini tercermin dari nilai beli bersih asing (net foreign buy) sebanyak Rp968,01 miliar di seluruh pasar.

Hari ini, investor asing terpantau paling banyak memburu saham perusahaan pelat merah dan perusahaan energi. Tengok saja saham perusahaan penyedia energi terbarukan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) yang ludes diborong asing sebanyak Rp394,1 miliar. Imbasnya, saham perseroan terbang 9,90% ke Rp555 per saham.

Di samping itu, investor asing juga memborong saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masing-masing sebesar Rp274,5 miliar dan Rp111,4 miliar.

Di sisi lain, investor asing tampak menghindari saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang mereka lepas sebanyak Rp55,7 miliar. Tak ketinggalan, mereka juga melepas saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) masing-masing Rp34,8 miliar dan Rp32,3 miliar.

Aset Kripto

Terlihat Hijau-Hijau, Aset Kripto Kian Gurih

Tak cuma IHSG saja yang boleh berbangga hati pada hari ini. Sebab, nilai aset kripto juga ikut menampilkan performa apiknya sore hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 17.38 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat sukses mendarat di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC), misalnya, bertengger di US$44.145,48 per keping alias tumbuh 4,76% dalam sehari terakhir. Pesaing terdekatnya, Ether (ETH) pun tak mau kalah dengan mencetak pertumbuhan 8,35% ke US$3.104,16 per keping di waktu yang sama.

Nasib mujur juga menghampiri kelompok altcoin lainnya.

Nilai Binance Coin (BNB), XRP, dan Cardano (ADA) masing-masing nanjak 8,71%, 5,58%, dan 6,5% dalam sehari terakhir. Selain itu, nilai Solana (SOL) dan Avalanche (AVAX) bahkan lebih mantap lantaran masing-masing loncat sebesar 11,63% dan 13,31% dalam sehari terakhir.

Apa Saja Sentimen Kripto Hari Ini?

Secara umum, pasar kripto sore ini mendapat angin segar dari perkembangan terbaru geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang menuju ke arah damai.

Kabar ini tentu bikin pelaku pasar semringah mengingat ketidakpastian ekonomi akibat memanasnya geopolitik Eropa mulai surut. Imbasnya, pelaku pasar kian pede untuk membenamkan dana di pasar aset berisiko, termasuk aset kripto.

Sentimen positif lainnya datang dari jaringan Ethereum. Perusahaan asal Kanada Ether Capital mengumumkan telah melakukan staking jaringan Ethereum 2.0 menggunakan 10.240 keping ETH atau setara US$38 juta. Tak heran jika kabar tersebut sukses bikin harga ETH terbang hari ini.

Di samping itu, kembalinya investor ke pasar kripto juga disebabkan oleh sikap mereka yang sudah melakukan priced-in terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed Maret mendatang.

Sikap tersebut mampu mendorong permintaan aset kripto di pasar spot dalam jangka pendek. Namun, di saat yang sama, investor justru memberikan sinyal bahwa mereka akan menjauhi pasar kripto di jangka panjang dan memilih untuk mencari aset lindung nilai yang lain demi mengantisipasi kebijakan hawkish The Fed.

Hal tersebut tercermin dari data Glassnodes yang menunjukkan bahwa nilai open interest di pasar derivatif BTC kini berada di angka 1,76% dari total kapitalisasi pasar kripto, atau lebih rendah dibanding rata-rata 2% pada umumnya.

Apakah harga BTC dan pasar kripto benar-benar bisa bertahan jangka panjang? Tunggu perkembangannya ya, Sobat Cuan!

Baca juga: Rangkuman Pasar: Dunia Lagi Gak Akur, IHSG & Kripto Tersungkur

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait