Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Rangkuman Pasar: 'Cuekin' Data Inflasi, IHSG & Kripto Masih Unjuk Gigi
shareIcon

Rangkuman Pasar: 'Cuekin' Data Inflasi, IHSG & Kripto Masih Unjuk Gigi

14 Jul 2022, 8:34 AM·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Kategori
Rangkuman Pasar: 'Cuekin' Data Inflasi, IHSG & Kripto Masih Unjuk Gigi

Selamat sore, Sobat Cuan! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memantul sementara pergerakan beberapa aset kripto kembali amburadul. Apa ya penyebabnya? Simak di sini!

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) boleh tepuk dada sore hari ini. Betapa tidak, setelah tenggelam sejak awal pekan, nilainya berhasil tumbuh 0,74% dalam sehari dan sukses menutup sesi perdagangan Kamis (14/7) di level 6.690,08 poin.

Serunya lagi, laju IHSG terlihat selalu berada di zona hijau di hampir sepanjang sesi perdagangan.

Tadinya, nilai IHSG sempat terjerembab di pagi hari. Musababnya, pelaku pasar sempat melakukan aksi jual gede-gedean setelah mencerna data inflasi tahunan AS yang menyentuh 9,1% bulan lalu.

Pelaku pasar melihat bahwa data inflasi itu seharusnya menjadi alasan kuat bagi bank sentral AS, The Fed, untuk mengerek suku bunga acuannya lebih kencang. Nah, hal inilah yang melunturkan optimisme pelaku pasar di awal sesi perdagangan hari ini.

Namun, bak disulap, IHSG mendadak rebound. Pasalnya, pelaku pasar mulai kembali percaya diri dengan ekonomi AS setelah melihat bahwa penjualan mobil domestik tercatat 79.168 unit di Juni. Menariknya, angka tersebut ternyata meroket kencang 60,1% dibanding bulan sebelumnya.

Pelaku pasar melihat data tersebut sebagai indikasi bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih kuat di tengah badai makroekonomi dari luar negeri. Maklum, selama ini penjualan mobil dan semen dipandang sebagai indikator penting untuk melihat kekuatan daya beli domestik.

Data tersebut ternyata juga jadi sumber berkah bagi emiten produsen mobil, PT Astra International Tbk (ASII), yang nilai sahamnya tumbuh 4,72% sepanjang hari ini. Mengingat posisi ASII sebagai perusahaan big cap, tak heran jika laju sahamnya ikut mendongkrak performa IHSG hari ini.

Baca Juga: Rangkuman Pasar: Inflasi AS Diramal Kronis, IHSG Miris & Kripto di Titik Kritis

Aset Kripto

Sementara itu, sebagian aset kripto masih menikmati bulan madunya yang telah mereka jalani sejak pagi hari. Namun, sebagian lainnya justru kembali ambyar ke zona merah.

Melansir Coinmarketcap pukul 15.25 WIB, lima dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih betah di zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Di satu sisi, kinerja kinclong beberapa aset kripto terbilang misterius. Betapa tidak, nilai aset kripto ternyata masih bertahan meski data inflasi AS menyentuh level tertingginya dalam 41 tahun terakhir pada Juni.

Melihat data historisnya, nilai aset kripto biasanya langsung rontok setelah perilisan data tersebut. Sebab, pelaku pasar selalu mengaitkan hasil data inflasi dengan rencana moneter yang akan ditempuh bank sentral AS The Fed.

Jika The Fed merespons inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan ekstra kencang, maka selera investor perlahan bakal pudar. Hanya saja, kondisi tersebut sepertinya tidak nampak di bursa kripto sepanjang hari ini.

Melihat anomali tersebut, analis berpendapat pelaku pasar sepertinya memang cuek dengan data tersebut. Mungkin, pelaku pasar merasa bahwa inflasi AS bulan lalu adalah puncak inflasi AS di tahun ini. Sehingga, mereka memilih untuk tetap pede saja menginjakkan kaki di pasar kripto.

Namun, komunitas kripto di Twitter justru percaya bahwa pelaku pasar melakukan aksi pump setelah dewan legislatif AS kemarin merilis draf RUU kripto, stablecoin, dan perpajakannya. Sejauh ini, komunitas kripto menyambut baik draf tersebut lantaran memuat pasal terkait perlindungan konsumen dan komitmen pemerintah AS untuk mendukung inovasi di jagat kripto.

Tapi, tampaknya kepercayaan diri investor sudah mulai diuji di sore hari. Ada kemungkinan, salah satu penyebab lunturnya optimisme kripto sore ini adalah kabar terbaru dari platform pinjam meminjam kripto, Celsius.

Setelah diterpa isu insolvensi sejak bulan lalu, Celsius akhirnya dikabarkan benar-benar tengah mempersiapkan dokumen kebangkrutan ke pengadilan. Kabar ini tentu bikin investor khawatir bahwa kebobrokan likuiditas di platform tersebut bisa menular ke platform keuangan terdesentralisasi lainnya.

Adapun Polygon (MATIC) masih menjadi bintang di pasar kripto setelah membukukan pertumbuhan nilai 13,81% dalam sehari terakhir. Ini terjadi setelah jaringan Polygon mengumumkan akan memperluas cakupan infrastruktur Web3 miliknya bekerja sama dengan Walt Disney Company.

Baca Juga: Pluang Pagi: Aneh, Inflasi AS Meradang, Tapi Laju Kripto Makin Garang!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS CFD, serta lebih dari 90 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Selain itu, kamu sekarang bisa berdiskusi bersama komunitas di Pluang untuk mendapatkan kabar, insight, dan fakta menarik seputar investasi dari sudut pandang antar member pada Fitur Chatroom Pluang.

Tempat diskusi tanpa worry? Fitur Chatroom solusinya! Klik di sini untuk mendapatkan early access.

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
rangkuman pasar
Rangkuman Pasar: Eropa Makin Gak Aman, IHSG & Kripto Kebakaran
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1