Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Imbal Hasil Obligasi AS Bikin Harga Emas Hari Ini di Posisi Labil
shareIcon

Imbal Hasil Obligasi AS Bikin Harga Emas Hari Ini di Posisi Labil

15 Feb 2021, 2:39 AM·Waktu baca: 2 menit
shareIcon
Kategori
Imbal Hasil Obligasi AS Bikin Harga Emas Hari Ini di Posisi Labil

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Senin (15/2) pukul 09.00 WIB menguat 0,18% ke US$1.825.92 per ons. Penguatan juga dialami harga emas di pasar komoditas berjangka COMEX sebesar 0,18% ke angka US$1.826.4 per ons.

Meski menguat tipis pagi ini, harga emas sebenarnya tengah berada dalam posisi tertekan.

Biang keladinya adalah kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS yang melesat dan menciptakan nilai tertinggi sejak Maret 2020. Ini terjadi lantaran pelaku pasar dan analis memprediksi inflasi akan memuncak pada bulan depan.

Obligasi pemerintah AS memang dikenal sebagai sasaran utama investor dalam menempatkan dana ketika inflasi diperkirakan meningkat. Sebab, imbal hasil yang tinggi adalah implikasi harga obligasi tengah murah. Hal ini disebut akan menekan harga emas.

Selama ini, emas memang dijadikan sebagai aset pelindung nilai untuk melindungi kekayaan dari gerusan inflasi. Namun, gara-gara harga obligasi tengah “obral”, maka opportunity cost dalam menggenggam emas juga akan meningkat.

Baca juga: Inflasi AS Masih Lesu, Harga Emas Hari Ini Tidak Bernafsu

“Maju Mundur” Stimulus Fiskal AS Masih Pengaruhi Harga Emas Hari Ini

Selain itu, rencana stimulus fiskal AS sebesar US$1,9 triliun juga masih menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga emas hari ini.

Pada Jumat (12/4), Presiden AS Joe Biden sudah mendekati kelompok bipartisan di legislatif AS untuk menyetujui paket stimulus jumbo tersebut.

Di samping itu, Menteri Keuangan Janet Yellen juga sangat berharap dengan persetujuan stimulus tersebut. Bahkan, ia menyebut bahwa pemimpin negara-negara G7 harus “membuat langkah besar” dengan menggelontorkan stimulus untuk memulihkan ekonomi dari pandemi COVID-19.

Mengapa sentimen ini penting? Sebab, sentimen stimulus fiskal digadang-gadang akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi permintaan emas di jangka pendek.

Ini lantaran stimulus fiskal akan meningkatkan jumlah uang beredar dan menaikkan tingkat daya beli masyarakat, yang kemudian bermuara ke peningkatan tingkat inflasi. Jika inflasi terjadi, maka investor akan mengalihkan kekayaannya ke aset-aset lindung nilai, salah satunya adalah emas.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
lainnya
Simak 5 Cara Mudah Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik!
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1