Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 2 menit

View

0

Inflasi AS Masih Lesu, Harga Emas Hari Ini Tidak Bernafsu

Harga emas di pasar spot pada hari ini, Kamis (10/2) pukul 09.00 WIB melemah 0,22% ke US$1.838.76 per ons. Pelemahan juga dialami harga emas di pasar komoditas berjangka COMEX sebesar 0,08% ke angka US$1.841.3 per ons.

Lesunya harga emas hari ini disebabkan oleh nilai inflasi AS bulan Januari yang tidak bersemangat.

Biro Statistik AS menunjukkan bahwa negara adidaya itu mengalami inflasi sebesar 1,4% bulan lalu secara tahunan. Sebagian besar dari tingkat inflasi tersebut dikontribusi oleh kenaikan harga bahan bakar, namun laju inflasinya tertahan oleh anjloknya harga tiket pesawat lantaran pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai.

Hal ini menambah kekhawatiran investor bahwa tingkat inflasi mungkin tidak akan sekencang yang diharapkan sepanjang tahun ini.

Selama ini, tingkat inflasi memang menjadi motivasi utama investor dalam menggenggam emas. Ketika tingkat inflasi naik, investor pasti akan melindungi kekayaannya dari kondisi tersebut dengan mengalihkan penempatan dananya ke aset lindung nilai, salah satunya emas.

Penurunan harga emas ini terjadi meski musuh bebuyutan emas, dolar AS, juga tengah menuju titik terendahnya dalam dua pekan terakhir. Hal ini merupakan anomali, sebab penurunan harga emas biasanya mengindikasikan bahwa investor lebih memilih menggenggam dolar AS sebagai alat penyimpan kekayaan ketimbang logam mulia tersebut.

Baca juga: Dolar Tersungkur, Harga Emas Makin Berkilau Hari Ini

Sentimen Lain Harga Emas Hari Ini

Di samping itu, rencana stimulus fiskal AS sebesar US$1,9 triliun juga masih menjadi sentimen yang masih dipantau ketat oleh pelaku pasar.

Saat ini, dewan legislatif AS masih memperdebatkan ihwal jumlah stimulus tersebut seharusnya. Meski memang, fraksi Partai Demokrat di legislatif beserta Presiden AS Joe Biden sudah mengamankan jalan untuk segera menjalankan paket fiskal tersebut meski tanpa dukungan dari fraksi Partai Republik.

Selama ini, sentimen stimulus fiskal digadang-gadang menjadi faktor utama yang mempengaruhi permintaan emas di jangka pendek.

Sebab, paket stimulus fiskal akan meningkatkan jumlah uang beredar dan menaikkan tingkat daya beli masyarakat, yang kemudian bermuara ke peningkatan tingkat inflasi. Jika inflasi terjadi, maka investor akan mengalihkan kekayaannya ke aset-aset lindung nilai, salah satunya adalah emas.

Baca juga: Apa Itu Inflasi?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait