Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Apa Saja Tipe-Tipe Order dalam Trading Saham? Ketahui di Sini!
shareIcon

Apa Saja Tipe-Tipe Order dalam Trading Saham? Ketahui di Sini!

23 Mar 2023, 7:56 AM·Waktu baca: 5 menit
shareIcon
Kategori
Apa Saja Tipe-Tipe Order dalam Trading Saham? Ketahui di Sini!

Yang namanya eksekusi trading saham tak komplet jika tidak memanfaatkan order-order trading. Lantas, apa manfaat order dan apa saja jenisnya? Simak di sini!

Apa Itu Order dalam Trading Saham?

Sobat Cuan mungkin sudah mengetahui bahwa trading saham adalah kegiatan mendulang untung dengan memanfaatkan volatilitas harga saham secara jangka pendek. Dengan kata lain, seorang trader bisa mendapatkan cuan jika mampu menjual kembali sahamnya di harga yang lebih tinggi dari harga belinya. Tetapi, ia akan merugi jika menjual sahamnya dengan harga yang lebih rendah dari harga beli.

Hanya saja, tak satu pun yang mampu meramal dengan pasti fluktuasi harga saham. Oleh karenanya, seorang trader tidak bisa memprediksi jumlah keuntungan atau kerugian yang bakal mereka dapatkan dari kegiatan trading saham.

Meski tak bisa menerka keuntungan dan kerugian dengan pasti, trader sejatinya tetap bisa memasang titik kerugian atau keuntungan yang sesuai dengan keinginan mereka dalam trading saham. Nah, dalam hal ini, trader biasanya menggunakan perangkat trading yang disebut dengan Order.

Secara singkatnya, Order adalah wewenang yang diberikan trader kepada broker untuk mengeksekusi pembelian atau penjualan saham dengan mengatasnamakan trader.

Untuk melakukan Order, trader hanya tinggal meminta broker untuk melakukan trading sesuai "pesanan" yang diberikan trader. Sebagai contoh, trader bisa meminta broker untuk menjual atau membeli satu saham di level harga tertentu. Di samping itu, trader juga bisa menentukan berapa lama Order tersebut berlaku.

Namun, seiring perkembangan zaman, trader kini tak cuma bisa memasang Order dengan menghubungi broker semata. Kini, seiring menjamurnya platform trading saham, trader juga bisa memberikan instruksi Order berbasis algoritma hanya dengan menyetel pengaturan trading di platformnya.

Apa Manfaat Menggunakan Order dalam Trading Saham?

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, salah satu manfaat Order adalah perangkat bagi trader untuk membatasi kerugian atau menentukan titik untung yang dikehendaki. Namun, selain itu, terdapat beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan trader melalui Order. Lantas, apa saja manfaat lain dari Order di dalam trading?

Baca Juga: Selain Datangkan Cuan, Ini 4 Manfaat Rahasia dari Trading Saham!

1. Membantu Trader Mendapatkan Harga Jual/Beli Saham Terbaik

Beberapa jenis Order tidak hanya membantu trader dalam mengeksekusi penjualan saham dengan harga terbaik, namun juga menjalankan instruksi pembelian dengan harga yang sesuai dengan keinginan sang trader.

Bahkian, broker atau platform trading pun enggan mengeksekusi pembelian tersebut jika harga saham benar-benar belum menyentuh titik beli yang diinginkan. Keunggulan ini memberikan kesempatan bagi trader untuk bisa mengakumulasi saham secara otomatis di titik harga yang sekiranya menarik.

2. Menghemat Waktu dalam Mengeksekusi Trading

Kegiatan trading saham tentu membutuhkan konsentrasi tinggi. Hanya saja, tak semua trading punya alokasi waktu dan kesempatan yang sama untuk memantau pergerakan chart trading dan menentukan keputusan berikutnya berdasarkan informasi-informasi tersebut.

Nah, agar tetap tenang mengambil keputusan di tengah waktu terbatas, trader biasanya memanfaatkan ragam jenis Order yang terdapat di dalam kegiatan trading. 

Apa Saja Jenis Order dalam Trading Saham?

Sejatinya, tipe-tipe order yang terdapat dalam kegiatan trading saham terbilang memiliki banyak jenis. Namun, terdapat lima jenis order yang umum digunakan oleh para trader ketika mengeksekusi jual atau beli saham. Berikut di antaranya!

1. Market Order

Market Order adalah Order yang digunakan untuk membeli atau menjual saham di level harga yang berlaku saat ini.

Dengan kata lain, melalui Order ini, trader tak dapat mengeksekusi trading saham di titik harga jual atau beli yang ia inginkan. Tapi, karena trader tak perlu menunggu harga aset untuk bergerak ke arah yang mereka inginkan, maka eksekusi trading bisa dilakukan sesegera mungkin.

Lebih lanjut, hampir sebagian besar transaksi di pasar saham memiliki jenis Order satu ini. Bahkan, beberapa platform trading atau broker daring memasang Market Order sebagai default untuk menu Order yang mereka miliki.

2. Limit Order

Limit Order adalah jenis Order di mana trader bisa membeli atau menjual saham di titik harga spesifik yang mereka inginkan. Sehingga, mereka bisa terhindar dari membeli atau menjual saham di titik harga yang dianggap kurang menarik.

Limit Order terdiri dari dua jenis, yakni Buy Limit Order dan Sell Limit Order. Buy Limit Order digunakan oleh trader yang ingin membeli saham di harga tertentu. Perintahnya pun cukup detail, di mana Order akan segera dieksekusi jika sang trader menjelaskan secara rinci mengenai pesanannya.

Sebagai contoh, sang trader memasang Buy Limit Order untuk membeli 100 lembar saham ABC jika harganya menyentuh US$10. Dalam kasus ini, broker baru akan mengeksekusi trading jika harga saham ABC menyentuh level tertinggi.

Hal serupa juga berlaku bagi Sell Limit Order. Broker tidak akan mengeksekusi penjualan saham jika harganya tak sesuai dengan titik yang diinginkan sang trader.

3. Stop-Loss Order

Stop-Loss Order, atau biasa disebut Stop Order, adalah Order yang didesain untuk melindungi trader dari kerugian yang berlebihan. Dengan demikian, broker akan  melakukan aksi jual jika harga saham itu menyentuh satu titik harga yang telah ditentukan investor. 

Trader biasanya memanfaatkan Order satu ini ketika situasi pasar modal sedang tidak mendukung dan mengalami fluktuasi harga yang cukup kencang.

Baca Juga: Jangan Keliru, Ini Beda Risiko Trading Saham dengan Investasi Saham!

4. Stop-Limit Order

Stop-Limit Order adalah jenis Order yang menggabungkan fitur dari masing-masing Stop Order dan Limit Order. Artinya, Order ini memungkinkan trader untuk tidak hanya membatasi kerugian namun juga menjual harga sahamnya di harga yang dianggap menarik.

Untuk melakukan hal ini, trader umumnya memasang Order di dua harga, yakni titik harga Stop Order dan Limit Order.

Sebagai contoh, saat ini trader A memiliki saham XYZ yang saat ini bernilai US$30 per lembar. Ia berniat untuk menjual saham tersebut selama nilainya terjun ke bawah level US$25 per lembar namun tidak menyentuh titik US$24 per lembar. Nah, dalam hal ini, sang trader memasang titik harga US$25 sebagai titik Stop Order dan menentukan US$24 sebagai titik Limit Order.

5. Trailing Stop Order

Trailing Stop Order memiliki karakteristik yang serupa dengan Stop Order. Namun, jika titik Stop Order dipasang berdasarkan oleh harga yang diinginkan oleh sang trader, maka titik Trailing Stop Order ditentukan berdasarkan persentase perubahan harga saham tersebut.

Sebagai contoh, seorang trader memiliki saham XYZ seharga US$10 dan kemudian memasang titik Trailing Stop Order di angka 20%. Dengan kata lain, broker akan mengeksekusi Order tersebut jika harga saham XYZ telah turun lebih dari 20% dari level US$10.

Download Pluang di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Referensi: Investopedia, Corporate Finance Institute, Investopedia

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Galih Gumelar

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
trading
Mengenal Bullish Harami Pattern dan Cara Tradingnya
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1