Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 4 menit

View

0

Rangkuman Pasar: Ukraina Kian Terpuruk, IHSG & Kripto Mimpi Buruk!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur sementara aset kripto kebakaran di waktu yang sama. Mengapa langit di atas keduanya begitu mendung pada hari ini? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Ukraina-Rusia Memanas, IHSG Tergeletak Lemas

IHSG undur diri dari sesi perdagangan Kamis (24/2) dengan bertengger di 6.817,82 poin alias amblas 1,48% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. Dengan kata lain, IHSG pun pasrah meninggalkan level psikologis 6.900 yang ditorehkannya kemarin.

Pelaku pasar nampaknya panik setelah Rusia ternyata benar-benar menyerang Ukraina. Bahkan, negara beruang merah tersebut sampai mengirimkan misil dan meratakan infrastruktur militer di perbatasan antara kedua negara.

Rusia nampaknya cukup serius dengan serangannya. Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan meminta pasukan Kyiv untuk angkat senjata dan tak segan-segan mengancam pihak yang berani intervensi serangannya

Mendengar kabar tersebut, pelaku pasar pun makin khawatir dengan prospek ekonomi ke depan. Pasalnya, ketidakpastian geopolitik berpotensi merusak pemulihan ekonomi global.

Membaca situasi tersebut, pelaku pasar pun tentu memilih "mengungsi" dari pasar aset berisiko ke pasar aset yang lebih aman, salah satunya adalah emas. Pada sore ini, harga emas kian melesat ke US$1.928 per ons atau naik 1,1% dibanding posisi pagi tadi.

Meski dilanda panic selling, bursa domestik setidaknya masih bisa bertahan berkat fundamental ekonomi domestik yang ternyata masih bisa menarik minat investor asing. Hal ini tercermin dari nilai capital inflow yang terus mengalir deras ke bursa domestik.

Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa aliran dana masuk asing bersih (net inflow) bertambah Rp20,3 triliun sejak awal tahun hingga hari ini. Apalagi, Indeks Kepercayaan Konsumen dan nilai penjualan eceran Januari kemarin mencapai level tertingginya sejak pandemi. 

Nah, fundamental yang baik inilah yang sukses bikin IHSG tidak apes seperti kawan-kawannya di kawasan Asia hari ini. Tengok saja nilai indeks Nikkei225 Jepang yang lunglai 1,81%. Tak ketinggalan, nilai indeks Hong Kong dan Kospi Korea Selatan malah terjungkal lebih parah masing-masing 3,21% dan 2,6% di waktu yang sama.

Baca juga: Pluang Pagi: Eropa Semakin Genting, Saham AS & Kripto Terbanting

Harga Minyak Melambung, Saham Migas Ikut Manggung

Salah satu imbas dari tensi geopolitik Rusia dan Ukraina adalah harga minyak yang terus melambung.

Pada sore hari ini, harga minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) di kisaran US$100 per barel, tepatnya masing-masing di US$99,69 dan US$104,96 per barel. Ini sekaligus menandai level harga minyak paling tinggi sejak 2014 silam.

Harga minyak dunia yang naik daun merupakan imbas dari kekhawatiran pelaku pasar bahwa tensi geopolitik tersebut akan mendisrupsi suplai minyak dunia. Maklum, Rusia sendiri merupakan satu dari tiga negara produsen minyak terbesar sejagat.

Namun, kenaikan harga minyak nampaknya jadi berkah bagi saham-saham emiten migas di tanah air.

Lihat saja nilai saham PT Medco Energi Utama Internasional Tbk (MEDC) yang terbang 13,39% ke level Rp635 per saham pada hari ini. Tak ketinggalan, saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) ikutan ngacir masing-masing 7,65% dan 12,33% di waktu yang sama.

Di sisi lain, investor asing juga terpantau makin betah membenamkan dananya di pasar domestik. Buktinya, bursa hari ini mencatat nilai beli bersih asing (net foreign buy) jumbo senilai Rp894,58 miliar di seluruh pasar.

Mereka terlihat paling banyak memburu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak Rp282,3 miliar. Di samping itu, asing juga memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT MNC Studios International Tbk (MSIN) masing-masing Rp203,8 miliar dan Rp95,4 miliar.

Aset Kripto

Perang Meletus, Aset Kripto Tergerus

Sementara itu, aset kripto terus melanjutkan pelemahannya yang terjadi sejak pagi hari. Bahkan, kali ini pelemahannya terbilang cukup tragis.

Melansir Coinmarketcap pukul 17.37 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat masih mendarat di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) kini bercokol di US$35.066,22 atau longsor 9,83% dibanding sehari sebelumnya. Nilai Ether (ETH) malah mengalami nasib yang lebih ngenes lantaran ambrol 13,42% ke US$2.352,04 per keping.

Kondisi altcoin lainnya tak kalah mengenaskan. Nilai XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) terjun bebas masing-masing 13,52%, 10,68%, dan 17,85% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Avalanche (AVAX), Dogecoin (DOGE), dan Polkadot (DOT) kompak nyemplung di kisaran 17%.

Apa Sentimen Kripto Hari Ini?

Merahnya pasar kripto kali ini tak lepas dari perkembangan krisis keamananan di Ukraina.

Pada Kamis (24/2) dini hari, Rusia benar-benar menyerang Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin sampai-sampai meminta pasukan Kyiv untuk angkat senjata dan tak segan-segan mengancam pihak-pihak yang berani intervensi serangannya

Melihat kondisi tersebut, pelaku pasar nampaknya khawatir bahwa krisis geopolitik Ukraina dan Rusia akan mengancam prospek ekonomi ke depan. Imbasnya, mereka memilih menghindari pasar aset berisiko, termasuk kripto, sesegera mungkin.

Sebagai buktinya, Coindesk melaporkan bahwa pelaku pasar melikuidasi aset kripto senilai US$242 juta dalam beberapa jam setelah kabar itu mencuat. Aksi tersebut sebagian besar disebabkan oleh minimnya dana trader untuk melakukan top-up trading-nya setelah menerima margin call.

Di samping itu, pelaku pasar juga mengkhawatirkan kenaikan harga minyak dunia yang akhirnya menembus US$100 per barel pada hari ini. Pasalnya, kondisi itu dipercaya bakal menyulut inflasi yang meradang dan bikin bank sentral AS The Fed makin agresif mengetatkan kebijakan moneternya bulan depan.

Sekadar informasi, pengetatan kebijakan moneter akan membuat pelaku pasar makin tak selera berkubang di pasar aset berisiko. Mereka tentu akan memilih instrumen yang lebih aman dan cuan saat rezim suku bunga tinggi, misalnya tabungan dan obligasi.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Rusia Kena Sanksi, Warga AS Malas Belanja Gegara Inflasi

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang.

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait