Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Kamus
Apa Itu FAANG? Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya
shareIcon

Apa Itu FAANG? Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

3059  dilihat·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Apa Itu FAANG? Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Apa Itu FAANG?

FAANG bukan indeks resmi atau produk investasi yang bisa dibeli langsung—ia adalah istilah populer di kalangan analis dan media keuangan untuk menyebut lima emiten teknologi AS dengan kapitalisasi pasar dan pengaruh index terbesar:

  1. Meta Platforms (META) — induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp

  2. Amazon (AMZN) — e-commerce dan cloud computing (AWS)

  3. Apple (AAPL) — perangkat keras, software, dan layanan digital

  4. Netflix (NFLX) — streaming video berlangganan

  5. Alphabet (GOOGL/GOOG) — induk Google, YouTube, dan Google Cloud

Kelima perusahaan ini termasuk dalam Global Industry Classification Standard (GICS) sektor Information Technology maupun Communication Services, dan seluruhnya masuk dalam Indeks S&P 500.

Bagaimana Cara Kerja Saham FAANG?

Saham FAANG bekerja seperti saham AS pada umumnya: diperdagangkan di bursa Nasdaq, dan pergerakan harganya ditentukan oleh kinerja bisnis, sentimen pasar, serta suku bunga The Fed. Yang membedakan FAANG adalah bobotnya yang besar dalam Indeks S&P 500—indeks ini dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar (market-cap weighted), sehingga kenaikan atau penurunan harga saham FAANG bisa menggerakkan indeks secara keseluruhan lebih kuat dibanding emiten kecil.

Emiten

Ticker

Sektor GICS

Kapitalisasi Pasar*

Meta Platforms

META

Communication Services

~$1,6 triliun

Amazon

AMZN

Consumer Discretionary

~$2,7 triliun

Apple

AAPL

Information Technology

~$4,9 triliun

Netflix

NFLX

Communication Services

~$290 miliar

Alphabet

GOOGL

Communication Services

~$4,2 triliun

 

Data per 20 Juli 2026, sumber: The Motley Fool.

Contoh dan Perhitungan Kapitalisasi Pasar FAANG

Menjumlahkan kelima kapitalisasi pasar di atas (data per 20 Juli 2026, sumber The Motley Fool):

$1,6 T + $2,7 T + $4,9 T + $0,29 T + $4,2 T ≈ $13,7 triliun

Sebagai perbandingan, gabungan lima saham FAANG diperkirakan mewakili sekitar 19% dari total kapitalisasi pasar Indeks S&P 500 (data pertengahan 2026, sumber: InvestSnips)—artinya pergerakan lima emiten ini saja bisa memengaruhi arah indeks acuan bursa AS secara signifikan.

Dari sisi performa historis, total return sejak istilah FANG pertama kali dipopulerkan (19 Juni 2013) hingga 20 Juli 2026 tercatat sebagai berikut (sumber: The Motley Fool): Netflix dan Meta masing-masing sekitar 2.360%, Apple sekitar 2.180%, Amazon sekitar 1.670%, dan Alphabet sekitar 1.550%—dibandingkan S&P 500 secara keseluruhan yang tercatat sekitar 475% pada periode yang sama. Angka ini adalah data historis, bukan proyeksi atau jaminan kinerja ke depan.

Apa Kelebihan dan Risiko Saham FAANG?

Kelebihan:

  • Model bisnis dengan moat (keunggulan kompetitif) yang teruji lintas siklus pasar, dari cloud computing, e-commerce, hingga digital advertising

  • Likuiditas tinggi karena volume perdagangan besar dan cakupan analis luas

  • Eksposur terhadap tren teknologi global (AI, cloud, streaming) yang tidak selalu tersedia di pasar domestik

Risiko:

  • Risiko konsentrasi indeks — karena bobotnya besar di S&P 500, penurunan tajam pada satu atau dua emiten FAANG bisa menyeret kinerja indeks maupun reksa dana/ETF berbasis S&P 500

  • Risiko regulasi — Alphabet dan Meta menghadapi pengawasan antitrust yang berkelanjutan di AS dan Uni Eropa; hasil litigasi bisa memengaruhi model bisnis inti mereka

  • Risiko nilai tukar — karena dihargakan dalam USD, nilai portofolio investor Indonesia turut dipengaruhi pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS

  • Risiko valuasi — mega-cap teknologi kerap diperdagangkan pada valuasi premium; penilaian ulang pasar terhadap ekspektasi pertumbuhan dapat memicu volatilitas harga

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Keputusan alokasi aset sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing investor.

Bagaimana Cara Mulai Investasi Saham FAANG dari Indonesia?

Investor Indonesia bisa membeli saham FAANG melalui platform lokal yang berizin OJK dan bermitra resmi dengan broker AS. Langkah umumnya:

  1. Pilih platform berizin OJK yang menyediakan akses ke bursa Nasdaq/NYSE

  2. Verifikasi akun (KYC) sesuai ketentuan platform

  3. Top-up saldo dalam Rupiah atau Dolar AS, tergantung fitur platform

  4. Cari ticker emiten (misalnya META, AMZN, AAPL, NFLX, atau GOOGL) di aplikasi

  5. Tentukan nominal dan jenis order (market order atau limit order)

  6. Konfirmasi pembelian—dengan fitur fractional share, kamu tidak perlu membeli satu lembar penuh

Di Pluang, kamu bisa beli saham AS dari Rp10.000 tanpa batasan lot, memakai fitur fractional share untuk emiten dengan harga tinggi seperti Apple maupun Alphabet. Untuk panduan langkah-demi-langkah yang lebih lengkap, baca juga cara beli saham Amerika untuk pemula.

FAQ Seputar FAANG

Apa kepanjangan dari FAANG?

FAANG adalah singkatan dari Facebook (kini Meta Platforms), Amazon, Apple, Netflix, dan Google (kini Alphabet). Istilah ini diciptakan Jim Cramer pada 2013 sebagai "FANG", lalu Apple ditambahkan pada 2017. Meski dua nama perusahaan sudah berganti, akronim FAANG tetap dipakai secara luas untuk merujuk pada kelima emiten teknologi tersebut.

Kenapa FAANG kadang disebut MAMAA?

MAMAA adalah variasi istilah yang menggantikan Netflix dengan Microsoft: Meta, Apple, Microsoft, Amazon, dan Alphabet. Perubahan ini muncul karena kapitalisasi pasar Netflix jauh lebih kecil dibanding empat emiten lain, sementara Microsoft tumbuh pesat lewat cloud computing dan AI, sehingga sebagian analis menganggap MAMAA lebih mencerminkan lanskap mega-cap teknologi saat ini.

Apakah kelima saham FAANG termasuk dalam Indeks S&P 500?

Ya, seluruh lima saham FAANG—Meta, Amazon, Apple, Netflix, dan Alphabet—tercatat dalam Indeks S&P 500. Karena indeks ini dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar, kelimanya bersama-sama mewakili sekitar 19% dari total kapitalisasi indeks (data pertengahan 2026), menjadikan pergerakan harga mereka berpengaruh besar terhadap arah indeks acuan bursa AS.

Kesimpulan

FAANG tetap menjadi istilah acuan untuk memahami lanskap saham teknologi AS, meski pasar kini juga memakai label MAMAA dan Magnificent Seven untuk kelompok yang sedikit berbeda. Kelima emitennya—Meta, Amazon, Apple, Netflix, dan Alphabet—tetap relevan dipelajari investor karena bobotnya yang besar terhadap S&P 500 dan eksposurnya terhadap tren teknologi global.

Tertarik memiliki saham-saham ini di portofoliomu? Beli saham AS dari Rp10.000 di aplikasi Pluang, berizin dan diawasi OJK.

 


 

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI..

Ditulis oleh
channel logo
Linda Noviana
Right baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1