Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Kamus
Capital Expenditure (Capex)
shareIcon

Capital Expenditure (Capex)

3099  dilihat·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Capital Expenditure (Capex)

 

Apa itu Capital Expenditure (Capex)?

Capital Expenditure (Capex) adalah biaya yang dikeluarkan oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk membeli, merawat, serta memperbaiki aset tetap/aset jangka panjang — seperti kendaraan, bangunan, tanah, hingga peralatan.

Pengeluaran dapat dikategorikan sebagai Capex jika digunakan untuk membeli aset jangka panjang yang baru, atau untuk memperpanjang masa guna sebuah aset yang sudah ada.

Capex berbeda dari Operating Expenses (Opex). Jika Capex adalah uang yang dikeluarkan untuk kebutuhan jangka panjang, Opex adalah pengeluaran untuk kebutuhan operasional sehari-hari — seperti bahan bakar, sewa gedung, dan upah karyawan.

Capex umumnya dikeluarkan saat perusahaan pertama kali berdiri, memulai proyek baru, atau berinvestasi pada sebuah proyek. Karena itu, Capex kerap dianggap sebagai bentuk investasi perusahaan — apa pun yang dibeli lewat Capex biasanya penting bagi kebutuhan produksi maupun operasional bisnis ke depan.

Capex vs Opex: Apa Bedanya?

(Ditambahkan dari artikel capex-adalah — perbandingan ini sering dicari bersamaan dengan definisi Capex, dan sebelumnya belum ada di artikel ini.)

Kategori

Capex (Belanja Modal)

Opex (Belanja Operasional)

Manfaat

Jangka panjang, bertahun-tahun

Langsung, habis dalam periode berjalan

Sifat pengeluaran

Satu kali / jarang (investasi awal)

Berkelanjutan / rutin

Pencatatan pajak

Dikurangi bertahap selama masa manfaat aset (depresiasi)

Dikurangi penuh pada tahun berjalan

Contoh

Tanah, bangunan, mesin, peralatan

Sewa, listrik, gaji, biaya administrasi

Contoh sederhana: membeli mobil perusahaan adalah Capex karena menjadi aset jangka panjang, sementara bensin dan biaya perawatan bulanannya adalah Opex.

Jenis dan Contoh Capex

Menurut Shapiro (2005), Capex dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis:

1. Equipment Replacement

Penambahan aset karena kebutuhan baru atau aset lama sudah usang/rusak. Contoh: perusahaan mengganti komputer dan laptop kantor yang sudah tidak berfungsi.

2. Expansion to Meet Growth in Existing Products

Ekspansi untuk meningkatkan kapasitas produk yang sudah dimiliki, baik dari sisi efisiensi maupun pengembangan pangsa pasar.

3. Expansion Generated by New Products

Pengeluaran untuk mendukung peluncuran produk baru — misalnya seluruh biaya membangun pabrik baru.

4. Projected Mandated by Law

Pengeluaran yang wajib dilakukan perusahaan untuk mematuhi regulasi yang berlaku, umum ditemukan di industri pertambangan — misalnya biaya membangun fasilitas pengolahan limbah sesuai aturan pemerintah.

Rumus Menghitung Capex

(Ditambahkan dari artikel capex-adalah — sebelumnya artikel ini tidak punya rumus konkret, padahal ini elemen paling sering dicari dan dikutip untuk query "cara menghitung capex".)

Capex biasanya tercantum langsung di bagian "Aktivitas Investasi" pada laporan arus kas. Namun jika laporan arus kas tidak tersedia, Capex dapat dihitung dari laporan laba rugi dan neraca dengan rumus:

Capex = PP&E Saat Ini − PP&E Periode Sebelumnya + Beban Depresiasi Periode Berjalan

Keterangan:

  • PP&E (Property, Plant, and Equipment): aset tetap berwujud milik perusahaan, tercatat di neraca.

  • Selisih PP&E periode saat ini dan periode sebelumnya menunjukkan perubahan bersih aset tetap.

  • Beban depresiasi periode berjalan ditambahkan karena nilai PP&E di neraca sudah dikurangi penyusutan tahun berjalan.

Perhitungan dan Pencatatan Capital Expenditure (Capex)

Perhitungan Capex membantu perusahaan mengetahui seberapa besar investasi yang dilakukan pada aktiva tetapnya. Dalam ilmu akuntansi, sebuah pengeluaran dikategorikan sebagai Capex jika masa manfaatnya minimal satu tahun. Jika masa manfaatnya kurang dari satu tahun, pengeluaran tersebut dicatat sebagai beban di laporan laba rugi, bukan sebagai aset di neraca.

Jika sebuah pengeluaran dikategorikan sebagai Capex, biayanya disebarkan sebagai beban tetap (depresiasi) sepanjang masa penggunaan aset tersebut — bukan dikurangkan penuh pada tahun pembelian.

Contoh: pembelian mesin fotokopi dicatat sebagai aset (Capex), sementara tinta dan kertas yang menunjang operasionalnya dicatat sebagai Opex.

Anggaran Capex umumnya berasal dari laba perusahaan sebelum dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen.

Mengapa Capex Penting bagi Investor?

Capex sering menjadi indikator kesehatan keuangan perusahaan. Karena aset jangka panjang sulit dicairkan kembali menjadi kas, keputusan Capex biasanya bukan keputusan yang diambil dengan enteng — jika perusahaan percaya diri terhadap masa depan bisnisnya, mereka cenderung berani meningkatkan Capex. Sebaliknya, pemangkasan Capex besar-besaran bisa menjadi sinyal perusahaan sedang menghadapi tekanan finansial.

Meski begitu, Capex besar tidak selalu berarti kinerja saham akan lebih baik — Capex sebaiknya dibaca sebagai satu dari beberapa sinyal, bukan patokan tunggal, saat menganalisis prospek sebuah perusahaan.

Sumber: Investopedia

Simak Juga:

Ditulis oleh
channel logo
Satya Nagara
Right baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1