Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 3 menit

View
0

Langkah Menyusun Anggaran

Penyusunan anggaran adalah langkah esensial dalam perencanaan keuangan. Sebab, anggaran ibarat rem yang mampu menahanmu untuk boros belanja.Hanya saja, menyusun anggaran memang susah-susah gampang. Tapi, kamu bisa memanfaatkan dua metode berikut untuk melacak pemasukan dan pengeluaranmu.

Metode Penyusunan Anggaran

1. Metode 50/30/20

Metode 50/30/20 adalah salah satu cara bagimu agar pengeluaran bisa tetap sejalan dengan tujuan finansialmu.

Aturan penganggaran ini akan membantumu mencapai jumlah tabungan yang diinginkan dan menjaga kesehatan finansial meski dengan kondisi finansial terbatas. Selain itu, metode ini juga tidak hanya membantumu untuk membayar tagihan tepat waktu, namun juga bisa menjadi acuan dalam melacak beban-beban dan pendapatanmu.

Metode penganggaran ini berjudul 50/30/20 karena aturan ini mengharuskan kamu menyisihkan 50% pendapatan untuk kebutuhan dasar, 30% untuk keinginanmu, dan 20% untuk menabung. Yuk, kita bahas satu-satu!

  1. Kebutuhan. Ini mencakup pengeluaran esensial agar kamu bisa bertahan hidup. Misalnya, bayar kontrakan, akomodasi, makanan, ongkos transportasi, serta biaya listrik dan air.
  2. Keinginan. Ini adalah kelompok pengeluaran sekunder, tidak terlalu mendesak, dan ditujukan untuk menopang gaya hidupmu. Contohnya adalah nongkrong di kafe, keanggotaan gym, dan pelesiran saat akhir pekan. Memang, definisi kategori pengeluaran ini tergantung dengan persepsi masing-masing individu. Hanya saja, semakin kecil pengeluaranmu di pos belanja ini, maka kamu bisa semakin cepat untuk membayar utang-utangmu.
  3. Tabungan. Pos anggaran ini terdiri dari tabungan pensiun, produk asuransi saving plan, pembayaran utang, dan dana darurat. Mungkin kamu belum mempersiapkan pos tabungan pensiun jika kamu masih fresh graduate dari kuliah. Tapi, tekanan untuk mempersiapkan simpanan hari tua semakin kentara seiring bertambahnya usia. Jadi, semakin cepat kamu mempersiapkan dana pensiun, maka semakin besar pula manfaat bunga majemuk di dalam investasi hari tuamu.

Manfaat Menyusun Anggaran 50/30/20

Aturan 50/30/20 akan memotivasimu untuk mencapai tujuan finansialmu serta membantumu menyusun rencana yang apik dalam meraih impian masa depan. Kamu juga akan terbiasa disiplin dalam mengelola pendapatan sesuai anggaran jika mau melaksanakan metode ini.

Selain itu, berikut adalah manfaat lain dari menjalankan aturan 50/30/20.

  1. Memberikanmu keleluasaan untuk menabung benda mahal seperti rumah dan mobil.
  2. Menghindari dari kebiasaan boros.
  3. Meningkatkan peringkat kreditmu.
  4. Membantu melunasi utang.
  5. Membantumu agar tidak menggantungkan hidup pada gaji bulanan.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari metode 50/30/20, ada baiknya kamu juga mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Analisa pengeluaranmu. Perhatikan jenis-jenis belanja apa saja yang menguras uangmu. Nah, dari situ, kamu bisa memulai untuk mengurangi belanja-belanja yang dianggap boros.
  2. Cari biaya-biaya tak terduga. Hidup memang tidak lempeng-lempeng aja, Sobat Cuan. Pasti kamu akan menghadapi situasi tak terduga seperti "mengobati" motor ke bengkel atau memperbaiki genteng rumah yang bocor. Nah, karena sifatnya tak terduga, maka kamu juga harus memasukkannya ke penganggaranmu. Caranya, kamu tinggal melihat kalender dan perkirakan kapan biaya-biaya dadakan ini akan timbul. Sehingga, kamu bisa mempersiapkannya dari jauh-jauh hari.
  3. Gabungkan semua sumber pendapatanmu. Penganggaran memang akan mudah jika kamu punya angka pemasukan stabil setiap bulan. Tapi, bukan berarti bahwa mereka yang berpenghasilan tidak tetap akan gagal menjalankan metode ini. Jika kamu adalah salah satu di antaranya, maka yang perlu kamu lakukan adalah menggabungkan seluruh pendapatanmu antar bulan dan hitung reratanya. Kemudian, anggap rerata pendapatan tersebut sebagai tolok ukurmu dalam merencanakan anggaran.

Contoh Metode 50/30/20

Berikut adalah tabel contoh penganggaran dengan metode 50/30/20 untuk individu berusia 25 hingga 30 tahun.

2. Metode Kakeibo

Metode Kakeibo, atau secara harfiah disebut "buku rekening untuk ekonomi rumah tangga", adalah metode penganggaran yang dikenal masyarakat Jepang sejak 1904 dan masih dipraktikan hingga sekarang. Aturan penganggaran ini bertujuan agar kamu bisa mengontrol belanjamu sekaligus menabung berapa pun sisa uang yang kamu miliki.

Dengan metode ini, kamu harus mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Pencatatan tersebut bisa dilakukan di awal bulan ketika penghasilan tetapmu sudah mendarat manis di rekening gajianmu.

Setelahnya, kamu harus menulis secara detail setiap rencana pengeluaran dan membaginya ke dalam empat kategori sebagai berikut:

  1. Pengeluaran primer atau wajib: Belanja ini mencakup biaya sekolah anak, akomodasi, makanan, kesehatan, dan biaya pokok lainnya.
  2. Kebutuhan opsional: Pengeluaran sekunder seperti biaya kongkow.
  3. Biaya hiburan: Misalnya biaya langganan internet, langganan streaming musik, dan sejenisnya.
  4. Uang jaga-jaga: Dana untuk membiayai kebutuhan tak terduga.

Setelahnya, kamu harus melakukan evaluasi mingguan untuk menilai apakah pengeluaranmu sudah sejalan dengan anggaran yang kamu susun. Selain itu, evaluasi mingguan juga berguna untuk mengetahui sisa uang yang kamu miliki di akhir pekan sebelum disimpan ke tabungan.

Satu hal seru dari metode ini adalah kamu diminta untuk menyimpan semua struk belanjaan. Sehingga, kamu tidak akan lupa jumlah belanjamu dan tetap bisa melacak (tracking) pengeluaran dengan mudah.

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?