Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 2 menit

View
0

Apa Itu Pasar Modal?

Sobat Cuan mungkin sering mendengar istilah pasar modal. Namun, apa sih sebenarnya arti pasar modal sebenarnya? Yuk, simak di sini!

Pasar modal adalah istilah yang diberikan kepada gabungan pasar utang dan pasar saham. Dengan kata lain, pasar ini berfungsi sebagai tempat di mana perusahaan bisa menambah pendanaan dari umum.

Sebuah perusahaan yang bertujuan untuk mengembangkan usahanya dapat mencari dana segar untuk melaksanakan niatnya ini melalui dua cara: Meminjam uang dari investor dengan menjanjikan suatu imbal yang telah disepakati sebagai gantinya atau menjual kepemilikan perusahaannya dalam bentuk saham, atau dikenal juga sebagai ekuitas.

Sebenarnya, terdapat berbagai jenis instrumen sekuritas dengan sifat yang berada di antara instrumen utang dan saham. Namun, untuk saat ini, lebih gampang bagi Sobat Cuan untuk membagi pasar modal ke dalam dua kategori, yaitu instrumen utang dan saham saja.

Apa itu Saham? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Saham mewakili kepemilikan atas sebuah perusahaan. Nilai kepemilikan tersebut didasarkan atas "sisa" nilai perusahaan tersebut setelah seluruh hutangnya terlunasi.

Sebagai contoh, anggap sebuah jaringan toko bakmi mampu menjual bermangkok-mangkok bakmi sehingga menghasilkan penjualan senilai US$1 juta selama 20 tahun. Kehebatan si toko bakmi adalah dia mampu mematok margin 50% dari nilai penjualannya, atau untung sebesar US$ 500 ribu per tahun. Sehingga nilai bisnis itu secara cepat bisa diperhitungkan telah mencapai US$10 juta dalam 20 tahun.

Namun, untuk melebarkan sayap bisnisnya dan mencapai hasil tersebut, sang pemilik sebelumnya perlu meminjam uang US$3 juta dari bank. Sehingga ia harus menyerahkan sebagian labanya untuk pembayaran hutang dan pada akhirnya nilai ekuitas (atau saham-saham) perusahaan tercatat US$7 juta. Sebab, nilai tersebut adalah "sisa" nilai bisnis perusahaan setelah dikurangi utang perusahaan yang telah dilunasi.

Apabila pemilik saham telah menerbitkan 100 lembar saham untuk mewakili total kepemilikan perusahaan tersebut maka kita bisa menghitung berapa nilai yang diwakili tiap lembar. Setiap saham akan bernilai US$70.000 yang didapatkan dari membagi US$7 juta dengan 100 lembar saham.

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?