Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro (Segera Hadir)
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Advanced Order

support-icon
Dirancang untuk Investor (Segera Hadir)
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

chatRoomImage

Scan kode QR untuk download Pluang di Android dan iOS.

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Pelajari

Apa Itu Pasar Modal?

Apa Itu Pasar Modal?

0 dilihat·Waktu baca: 2 menit
Apa Itu Pasar Modal?

Sobat Cuan mungkin sering mendengar istilah pasar modal. Namun, apa sih sebenarnya arti pasar modal sebenarnya? Yuk, simak di sini!

Pasar modal adalah istilah yang diberikan kepada gabungan pasar utang dan pasar saham. Dengan kata lain, pasar ini berfungsi sebagai tempat di mana perusahaan bisa menambah pendanaan dari umum.

Sebuah perusahaan yang bertujuan untuk mengembangkan usahanya dapat mencari dana segar untuk melaksanakan niatnya ini melalui dua cara: Meminjam uang dari investor dengan menjanjikan suatu imbal yang telah disepakati sebagai gantinya atau menjual kepemilikan perusahaannya dalam bentuk saham, atau dikenal juga sebagai ekuitas.

Sebenarnya, terdapat berbagai jenis instrumen sekuritas dengan sifat yang berada di antara instrumen utang dan saham. Namun, untuk saat ini, lebih gampang bagi Sobat Cuan untuk membagi pasar modal ke dalam dua kategori, yaitu instrumen utang dan saham saja.

Apa itu Saham? Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Saham mewakili kepemilikan atas sebuah perusahaan. Nilai kepemilikan tersebut didasarkan atas "sisa" nilai perusahaan tersebut setelah seluruh hutangnya terlunasi.

Sebagai contoh, anggap sebuah jaringan toko bakmi mampu menjual bermangkok-mangkok bakmi sehingga menghasilkan penjualan senilai US$1 juta selama 20 tahun. Kehebatan si toko bakmi adalah dia mampu mematok margin 50% dari nilai penjualannya, atau untung sebesar US$ 500 ribu per tahun. Sehingga nilai bisnis itu secara cepat bisa diperhitungkan telah mencapai US$10 juta dalam 20 tahun.

Namun, untuk melebarkan sayap bisnisnya dan mencapai hasil tersebut, sang pemilik sebelumnya perlu meminjam uang US$3 juta dari bank. Sehingga ia harus menyerahkan sebagian labanya untuk pembayaran hutang dan pada akhirnya nilai ekuitas (atau saham-saham) perusahaan tercatat US$7 juta. Sebab, nilai tersebut adalah "sisa" nilai bisnis perusahaan setelah dikurangi utang perusahaan yang telah dilunasi.

Apabila pemilik saham telah menerbitkan 100 lembar saham untuk mewakili total kepemilikan perusahaan tersebut maka kita bisa menghitung berapa nilai yang diwakili tiap lembar. Setiap saham akan bernilai US$70.000 yang didapatkan dari membagi US$7 juta dengan 100 lembar saham.

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Artikel Terkait
1.

3 Cara Valuasi Saham

card-image
2.

6 Faktor Mempengaruhi Harga Saham

card-image
3.

Mengenal Indeks Saham Utama

card-image
4.

Mengapa Harga Saham Sulit Diramal?

card-image
5.

Lebih Baik Investasi Saham Tunggal, Indeks, Atau Reksa Dana Saham?

card-image
6.

Lebih Baik Investasi Saham Domestik atau Saham Global? Atau Keduanya?

card-image
7.

Apa Itu Pasar Modal?

card-image
8.

7 Risiko Utama Investasi Saham

card-image
9.

5 Alasan Untuk Berinvestasi di Pasar Saham

card-image
10.

3 Jenis Gaya Investasi Saham

card-image
Right baner

Pelajari Materi Lainnya

cards
Pemula
Diversifikasi 101

Salah satu konsep penting dalam investasi adalah...

Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar