Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro (Segera Hadir)
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Advanced Order

support-icon
Dirancang untuk Investor (Segera Hadir)
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

chatRoomImage

Scan kode QR untuk download Pluang di Android dan iOS.

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Berita & Analisis

Marjin Arus Kas Bersih Coca-Cola Juara, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Marjin Arus Kas Bersih Coca-Cola Juara, Bagaimana Prospek Sahamnya?

12 Feb 2024, 6:37 AM·Waktu baca: 7 menit
Kategori
Marjin Arus Kas Bersih Coca-Cola Juara, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Raja minuman berkarbonasi di dunia, Coca-Cola terus mempertahankan pangsa pasarnya dan berinovasi. Saat ini, harga saham Coca-Cola tergolong murah dibandingkan dengan kompetitornya. Simak selengkapnya di Sini!

Profil Perusahaan

Coca-Cola merupakan perusahaan berskala global yang memproduksi, memasarkan, dan mendistribusikan minuman berkarbonasi (soft drink), jus, sirup, dan beberapa jenis minuman lainnya. Produknya yang terkenal adalah Coca-Cola, Sprite, Fanta, Minute Maid, BODYARMOR, Powerade, Dasani, Glacéau vitaminwater

Coca-Cola pertama kali didirikan oleh John Pemberton pada tahun 1886. Kemudian, pada tahun 1891, taipan dan politikus asal Amerika bernama Asa Candler membeli Coca-Cola yang pada akhirnya dijual lagi kepada Ernest Woodruff, bankir asal Atlanta pada tahun 1919. Perseroan juga memutuskan untuk IPO/go public pada tahun tersebut.

Perusahaan telah menjual produknya di lebih dari 200 negara dan kontributor terbesarnya adalah Amerika Serikat (AS), sekitar 35%. Di luar AS, volume penjualan tertinggi berada di Meksiko, Cina, Brasil, dan India, yang secara bersama-sama menyumbang lebih dari 30%.


Investment Thesis

1. Coca-Cola Has Almost Half of Global Carbonated Beverages Market

Pangsa Pasar Coca-Cola, Sumber: Bloomberg (2023)

Dalam pasar minuman ringan berkarbonasi global yang total penjualannya mencapai $201 miliar pada tahun 2022, Coca-Cola memiliki pangsa nilai yang kuat sekitar 46% dalam 3 tahun terakhir dan merupakan pemilik dari lima merek teratas di dunia. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif yang besar dibandingkan dengan pesaing-pesaingnya dari segi efisiensi operasional yang substansial dalam hal manufaktur dan distribusi. Perusahaan kompetitornya terkuatnya, PepsiCo dan Dr Pepper, telah fokus pada minuman non-berkarbonasi dalam beberapa tahun terakhir. Secara geografis, pangsa pasar minuman ringan berkarbonasi Coca-Cola memimpin di wilayah Eropa Barat (51%), serta di Eropa Timur (39,8%), Amerika Utara (39,7%), dan wilayah Asia-Pasifik (45,7%).

Coca-Cola telah sukses meraih hati publik dengan marketing yang kuat dan meresap di seluruh dunia. Mereka telah menjadi brand top of mind yang sering dikaitkan dengan perayaan, perkumpulan, atau acara. Mengkonsumsi Coca-Cola bagi sebagian orang telah menjadi kebiasaan atau ritual dari aktivitas sehari-hari. Coca-Cola telah berhasil menciptakan hubungan emosional dan rasa kesetiaan di antara konsumen. 

Euromonitor memprediksi pertumbuhan sektor minuman berkarbonasi dalam 5 tahun ke depan terbilang stagnan dengan CAGR 2.9% atau diramalkan sama persis dengan rata-rata industrinya. 

2. Anticipating Demand Shifting: Coca-Cola Seek for Opportunities Outside Carbonated Beverage Market

Strategi Coca-Cola, Sumber: Company Public Expose (2023)

Visi Coca-Cola untuk menjadi "total beverage company" dengan posisi pasar yang kuat di semua kategori minuman merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan jangka panjangnya. Hal ini dikarenakan sekitar 67% dari penjualan produk perusahaan di seluruh dunia terkait dengan minuman berkarbonasi yang pertumbuhannya saat ini tergolong stagnan. Permintaan konsumen terhadap pilihan dengan kadar gula yang lebih rendah menjadi salah satu penyebabnya. Untuk menghadapi perubahan kebiasaan dari masyarakat, coca-cola meluncurkan 246 produk baru dengan kadar gula yang lebih rendah atau tanpa gula sepanjang tahun 2022. Hal ini direspons oleh pasar dengan baik tercermin dari peningkatan penjualan Coca Cola Zero Sugar sebesar 11% YoY dan pertumbuhan penjualan produk rendah atau tanpa gula tersebut selalu double digit selama 5 tahun terakhir.

Coca Cola juga tercatat memperkuat lini bisnisnya di luar segmen minuman berkarbonasi seperti menambah kepemilikan saham di perusahaan berkategori minuman berenergi yang sedang berkembang pesat, yaitu Monster Beverage. Pertumbuhan di sektor ini juga tergolong tinggi dengan rata-rata CAGR 6.1% selama 10 tahun terakhir dibandingkan sektor lainnya. Menurut Euromonitor, prediksi pertumbuhan sektor minuman berenergi dalam 5 tahun ke depan juga sangat menjanjikan dengan CAGR 4.9% atau tertinggi dari sektor lainnya. Rata-rata seluruh sektor pada segmen sejenis berada pada level CAGR 2.9%

3. Coca-Cola Focused on Supply Chain Optimization to Reduce Cost through Bottler Investment

Strategi Coca-Cola, Sumber: Company Public Expose (2023)

Fokus utama Coca-Cola adalah mengelola stabilisasi pasar minuman utama yang dilayani di seluruh dunia terlebih saat ini kondisi mulai normal pasca pandemi. Manajemen berfokus pada kerja sama yang erat dengan jaringan pemasok botolnya untuk menyesuaikan dengan permintaan yang semakin meningkat di seluruh dunia, sambil memperluas portofolio minuman ringannya agar dapat bersaing secara efektif di semua kategori utama.

Melalui investasi pada bottling partner, Coca-Cola berupaya memperkuat jaringan distribusinya, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperluas kehadirannya di berbagai pasar. Kontribusi bottling investment terhadap net revenue di tahun 2022 hanya 18%, menurun signifikan dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 52%. Salah satu strategi prioritas perusahaan pada tahun ini adalah memperbanyak dan menjalin kerja sama yang lebih menguntungkan dengan bottling partner sehingga dapat mencapai cost efficiency.

Financials

Proyeksi Pendapatan Coca-Cola, Sumber: Bloomberg (2024)

Secara historikal, Coca-Cola berhasil membukukan rata-rata pertumbuhan pendapatan sebesar 4.65% CAGR secara tahunan selama 5 tahun terakhir. Revenue dari Coca Cola mengalami peningkatan pada tahun lalu sebesar 11%. Hal ini didorong dari peningkatan jumlah produk yang berhasil dijual oleh Coca Cola dari 31.3 juta produk pada tahun 2021 menjadi 32.7 juta produk pada tahun 2022. 

Terdapat penurunan jumlah produk yang berhasil terjual pada tahun 2020. Hal itu juga yang menyebabkan revenue dari Coca-Cola mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2020. Berkurangnya produk yang berhasil terjual diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang mengganggu distribusi atau rantai pasok dari produk-produk Coca-Cola serta aktivitas masyarakat yang lebih banyak di rumah.  

Pendapatan Coca-Cola sendiri diramalkan akan terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5% setiap tahunnya mempertimbangkan aktivitas masyarakat yang kembali normal setelah pandemi, bahkan konser-konser musik berskala besar dan global telah kembali ramai digelar yang tentunya berpotensi besar meningkatkan unit case volume penjualan.

Laba Bersih & Marjin Laba Bersih Coca-Cola, Sumber: Bloomberg (2024)

Dari segi profitabilitas, laba bersih dari Coca-Cola tercatat fluktuatif selama 5 tahun ke belakang ini. Walaupun demikian, margin laba bersih tetap terjaga dengan baik di level 24-26%. Tahun 2022 menjadi tahun yang cukup menantang bagi Coca-Cola karena dilanda tensi geopolitik perang Rusia vs Ukraina yang berujung pada kenaikan harga bahan baku (inflasi). Harga bahan baku terutama gula, soda, dan kafein yang menjadi bahan baku produksi meningkat puluhan persen. Tercermin dari COGS pada tahun 2022 yang melonjak 18% yang menyebabkan profit margin tergerus signifikan walaupun terjadi peningkatan revenue sebesar 11% pada tahun yang sama.

Coca-Cola diprediksi akan mampu mempertahankan level NPM sekitar 25% dalam jangka panjang sesuai dengan rata-rata historis. Laba bersih dan margin juga akan bertumbuh sejalan dengan proyeksi peningkatan revenue beberapa tahun kedepan. Coca Cola tercatat mengalami pertumbuhan yang signifikan selama 3 tahun terakhir dari segi EPS imbas dari harga sahamnya yang sideways belakangan ini namun profitabilitas tetap bertumbuh.

Marjin Arus Kas Bersih Coca-Cola Setahun Terakhir, Sumber: Bloomberg (2024)

Jika kita bandingkan dari salah satu indikator keuangan yaitu marjin arus kas bersih (persentase arus kas bersih terhadap pendapatan), Coca-Cola unggul dibandingkan dengan kompetitornya. Marjin arus kas bersih Coca-Cola mencapai 22,6% dari pendapatan jauh mengungguli pesaingnya di level median 9,539%. Asal tahu saja, arus kas bersih mengacu pada jumlah uang tunai yang tersisa setelah suatu perusahaan mengeluarkan semua biaya operasionalnya, modal belanja, dan pembayaran utangnya. Ini adalah ukuran penting dalam mengevaluasi kesehatan keuangan suatu perusahaan, karena mencerminkan seberapa banyak uang yang dapat digunakan untuk investasi, pembayaran dividen kepada pemegang saham, atau untuk memperkuat posisi keuangan secara keseluruhan.

Valuation

Menurut konsensus, harga wajar dari saham Coca-Cola sendiri berada di US$65,53 atau, +10% dari harga penutupan 9 Februari sebesar US$59,56. Dengan berbagai tindakan nyata dari perusahaan ini untuk memperkuat supply chain serta berinovasi di berbagai produk, meningkatkan keyakinan analis akan memberikan pertumbuhan yang signifikan dalam jangka panjang. Coca-Cola juga merupakan perusahaan no 1 secara rata-rata market share di seluruh segmen soft drinks.

Jika kita bandingkan dengan performa harga sahamnya sendiri, Coca-Cola berada di 21,1x P/E dimana rata-rata kompetitor berada di angka 21,5x P/E. Hal ini mencerminkan saham Coca-Cola sedang undervalued relatif terhadap industrinya. Level 23.5x P/E juga menjadi rata-rata 5 tahun ke belakang dari perusahaan ini sendiri atau lebih tinggi 10% dari harga saat ini. 

Saat ini, Coca-Cola diperdagangkan pada level di bawah PE Band -1 Standar Deviasi. Menurut Pluang, Sobat Cuan yang memiliki gaya investasi secara nilai / value sudah dapat mulai mengoleksi saham KO dengan potensi kenaikan sebesar 10-15% dalam setahun kedepan.

Valuasi Coca-Cola, Sumber: Bloomberg (2024)

Investment Risk

Setiap jenis investasi tentunya memiliki risiko, tak terkecuali berinvestasi pada saham/equity. Berikut beberapa risiko yang wajib kamu ketahui sebelum berinvestasi di saham Coca-Cola:

1. Risiko Pasar: merujuk pada volatilitas dan ketidakpastian secara keseluruhan di pasar saham. Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi, peristiwa geopolitik, dan sentimen pasar dapat memengaruhi harga saham Coca-Cola dan pasar secara umum.

Di tengah pertumbuhan ekonomi global yang sedang melambat, berpotensi untuk menurunkan penjualan/sales. Namun, produk Coca-Cola sendiri bukan termasuk pada luxury good, melainkan consumer good yang tentunya lebih resilien terhadap berbagai kondisi perekonomian

2. Risiko Keuangan: merujuk pada kesehatan dan stabilitas keuangan perusahaan. Faktor-faktor seperti tingkat utang, tingkat bunga, arus kas, dan profitabilitas dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pengembalian. 

Saat ini, tingkat inflasi yang tinggi di AS diikuti dengan peningkatan suku bunga oleh bank sentral dapat memperburuk profitabilitas dari perusahaan akibat meningkatnya harga bahan baku

3. Risiko Mata Uang: merujuk pada potensi kerugian atau keuntungan dari pergerakan nilai mata uang

Nilai dolar Amerika Serikat yang sedang terkontraksi sepanjang tahun 2023 ini dapat memperburuk kinerja keuangan Coca-Cola dalam hal penjualan, terlebih Coca-Cola merupakan perusahaan yang menjual produknya di lebih dari 200 negara

4. Risiko Regulasi dan Hukum: merujuk pada perubahan dalam regulasi atau proses hukum dapat berdampak pada operasi dan kinerja keuangan Coca-Cola. Perubahan regulasi, seperti regulasi kesehatan atau pajak pada minuman berperisa gula, dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan dan posisi pasar.

Perlu diperhatikan saat ini Coca-Cola sedang menghadapi gugatan dari IRS & FX bernilai miliaran dollar yang masih belum tuntas (tertunda)

5. Risiko Likuiditas: merujuk pada kemudahan dalam membeli atau menjual saham Coca-Cola. Jika volume perdagangan terbatas atau likuiditas rendah pada saham tersebut, mungkin sulit untuk melakukan transaksi pada harga yang diinginkan, terutama saat kondisi pasar volatil. 

Saat ini, likuiditas saham ini cukup baik terlebih perusahaan ini tergolong pada perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar besar.

Transaksi Saham KO di Sini!

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Kevin Reviro

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar