Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Apa Risiko dalam Menggunakan 24-Hour Market untuk Bertransaksi di Luar Jam Reguler?

24-Hour Market membuka banyak kesempatan, namun ada risiko yang perlu kamu timbang sebelum memakainya. Yang pertama adalah likuiditas: volume transaksi di luar jam Regular Market lebih rendah dibanding saat sesi Regular, sehingga selisih harga bid dan ask berpotensi melebar dan ordermu lebih sulit menemukan lawan transaksi. Yang kedua adalah volatilitas: harga cenderung bergerak lebih tajam di luar jam reguler, terutama saat ada aksi korporasi yang memengaruhi saham tersebut, sehingga volume transaksi kecil bisa mendorong harga lebih jauh dibanding saat siang hari. Ada pula kesenjangan informasi. Data, berita, dan peristiwa yang biasanya membentuk harga saham saat jam Regular Market bisa jadi tidak tersedia saat kamu bertransaksi di sesi perpanjangan.


  • Likuiditas lebih rendah: volume transaksi di luar jam Regular Market lebih rendah, sehingga spread bid dan ask berpotensi melebar
  • Lebih sulit tereksekusi: pelaku pasar yang lebih sedikit membuat order menunggu lebih lama atau tidak tereksekusi sama sekali
  • Volatilitas lebih tinggi: harga cenderung bergerak lebih tajam di luar jam reguler, terutama saat aksi korporasi memengaruhi saham
  • Volume kecil menggerakkan harga lebih jauh: transaksi yang tidak besar bisa menggeser harga lebih banyak dibanding saat sesi Regular
  • Kesenjangan informasi: data, berita, dan peristiwa yang biasanya membentuk harga saat jam reguler bisa tidak tersedia di sesi perpanjangan
  • Sebelum bertransaksi: pahami risiko dan volatilitas ini, jangan anggap sesi perpanjangan sama persis dengan jam reguler

Pertanyaan terkait:

Q: Apa dampak nyata dari spread bid-ask yang lebih lebar?
Spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual terbaik yang tersedia, dan selisih yang lebih lebar berarti posisimu praktis dimulai lebih jauh dari titik impas. Dengan pelaku pasar yang lebih sedikit di luar jam reguler, selisih itu bisa melebar cukup terasa dibanding sesi Regular, dan inilah salah satu alasan limit price diwajibkan.

Q: Mengapa harga lebih fluktuatif di luar jam reguler?
Karena volume transaksinya lebih sedikit untuk menyerap suatu order. Saat jam Regular Market, partisipasi institusi dan volume besar cenderung menjaga pergerakan harga tetap proporsional. Di sesi perpanjangan, transaksi yang relatif kecil bisa menggerakkan harga lebih jauh, dan efeknya menguat saat ada aksi korporasi yang memengaruhi saham tersebut. Hasilnya bisa terlihat dramatis dibanding saham yang sama saat siang hari.

Q: Apa yang dimaksud kesenjangan informasi?
Data, berita, dan peristiwa yang biasanya membentuk harga saham saat jam Regular Market bisa jadi tidak tersedia selagi sesi perpanjangan berjalan. Artinya kamu mungkin mengambil keputusan dengan gambaran yang lebih tipis dibanding saat siang hari, dan hal ini layak kamu pertimbangkan sebelum benar-benar memutuskan bertransaksi. Menunggu sesi Regular adalah respons yang sah terhadap kesenjangan itu.

Q: Bagaimana cara saya mengelola risiko ini?
Mulailah dengan memakai limit price yang diwajibkan sesi perpanjangan secara serius, bukan sekadar formalitas: tetapkan di level yang benar-benar kamu terima, agar pasar yang tipis tidak mengeksekusimu di harga buruk. Selain itu, sadari bahwa order bisa saja tidak tereksekusi, dan timbang apakah menunggu sesi Regular lebih menguntungkan. Kedua risiko itu tidak hilang hanya karena fiturnya tersedia sepanjang waktu.