Apa Perbedaan Transaksi di 24-Hour Market dengan Transaksi di Jam Reguler?
Keduanya berbeda pada beberapa aspek sekaligus. Dari sisi tipe order, 24-Hour Market hanya menerima Limit Order, sementara jam Regular Market menerima Market, Limit, Stop, dan Stop-Limit Order. Dari masa berlaku, 24-Hour Market hanya DAY, sedangkan jam reguler membolehkan GTC atau DAY. Dari waktu perdagangan, 24-Hour Market berjalan 24 jam penuh di hari kerja, dari Senin 08.00 WIB hingga Sabtu 08.00 WIB, sementara jam reguler berlangsung 21.30–04.00 WIB, atau 20.30–03.00 WIB saat Daylight Saving Time. Penyedia pasarnya juga berbeda: BlueOcean Technologies lewat Alpaca di luar jam reguler, NYSE dan NASDAQ saat jam reguler. Cakupan sahamnya terbatas pada saham bertanda "24" dibanding seluruh 650+ Saham AS dan ETF di Pluang, dan likuiditasnya lebih rendah di luar jam reguler.
- Tipe order: hanya Limit Order di 24-Hour Market; keempat tipe — Market, Limit, Stop, Stop-Limit — saat jam reguler
- Masa berlaku: hanya DAY di 24-Hour Market; GTC atau DAY saat jam reguler
- Waktu perdagangan: 24 jam penuh di hari kerja, Senin 08.00 WIB hingga Sabtu 08.00 WIB, dibanding 21.30–04.00 WIB (20.30–03.00 WIB saat DST)
- Penyedia pasar: BlueOcean Technologies lewat Alpaca di luar jam reguler; NYSE dan NASDAQ saat jam reguler
- Cakupan saham: terbatas pada saham bertanda "24" di aplikasi, dibanding seluruh 650+ Saham AS dan ETF di Pluang
- Likuiditas: lebih rendah di luar jam reguler karena pelaku pasar terbatas; lebih tinggi saat jam reguler dengan institusi dan volume besar
- Cocok untuk siapa: 24-Hour Market cocok bagi investor yang ingin fleksibilitas dan merespons berita global; jam reguler cocok bagi yang ingin bertransaksi saat volume tinggi dengan spread lebih ketat
Pertanyaan terkait:
Q: Mana yang lebih baik untuk saya?
Tergantung apa yang kamu utamakan. Jam reguler memberimu seluruh pilihan order, masa berlaku GTC, semua saham di platform, dan spread paling ketat karena volumenya paling tinggi. 24-Hour Market memberimu kemampuan merespons berita seketika kapan pun dalam siklus hari kerja, dengan konsekuensi daftar saham lebih sempit, hanya Limit Order, dan likuiditas lebih tipis.
Q: Apakah biayanya berbeda di antara keduanya?
Tidak. Bertransaksi lewat 24-Hour Market memakai struktur biaya yang sama dengan bertransaksi saat jam Regular Market, sehingga pilihan di antara keduanya soal fleksibilitas order, likuiditas, dan waktu, bukan soal biaya. Tidak ada tambahan biaya untuk memakai sesi perpanjangan, dan tidak ada pula diskon yang berlaku di sana. Biaya transaksinya dihitung dengan cara yang sama persis di kedua kondisi.
Q: Mengapa likuiditas lebih rendah di luar jam reguler?
Karena jauh lebih sedikit pelaku pasar yang aktif. Jam Regular Market menarik investor institusi dan volume transaksi besar yang terpusat dalam satu jendela, sedangkan sesi perpanjangan menarik kelompok yang jauh lebih kecil. Lebih sedikit pembeli dan penjual berarti selisih bid dan ask melebar, dan ordermu bisa menunggu lebih lama sebelum menemukan lawan transaksi.
Q: Bisakah saya mentransaksikan saham apa pun di keduanya?
Tidak. Jam Regular Market mencakup seluruh 650+ Saham AS dan ETF yang tersedia di Pluang. Sesi perpanjangan 24-Hour Market terbatas pada saham bertanda simbol "24" di aplikasi, daftar yang lebih sempit dan dipilih karena punya aktivitas transaksi cukup untuk menopang likuiditas wajar di luar jam bursa standar. Saham tanpa tanda itu tetap bisa ditransaksikan normal saat sesi Regular Market.