Apa Itu Stop Order pada Saham AS di Pluang?
Stop Order tetap tidak aktif sampai harga pasar mencapai level yang kamu tentukan — stop price — lalu berubah menjadi Market Order yang tereksekusi di harga berapa pun yang tersedia saat itu. Ini cara untuk merespons pergerakan harga secara otomatis tanpa harus memantau pasar sendiri: kamu bisa memakainya untuk masuk posisi begitu saham menembus suatu level, atau keluar posisi begitu harganya jatuh di bawah level tertentu. Karena berubah menjadi Market Order setelah terpicu, eksekusinya praktis pasti namun harga eksekusinya tidak dijamin dan bisa berbeda dari stop price kamu, terutama saat pasar bergerak cepat. Contohnya, dengan harga pasar $90,00 dan stop price $110,00, order diam sampai harga menyentuh $110,00 lalu tereksekusi di harga apa pun yang ditawarkan pasar. Stop Order mendukung masa berlaku DAY atau GTC dan hanya berlaku saat jam Regular Market.
- Cara kerja: diam sampai harga pasar mencapai stop price kamu, lalu berubah menjadi Market Order
- Harga eksekusi tidak dijamin: sebagai Market Order, order mengambil harga apa pun yang tersedia dan bisa berbeda dari stop price kamu
- Kegunaannya: masuk posisi saat breakout atau keluar posisi saat harga jatuh, tanpa perlu memantau pasar sendiri
- Contoh kasus: harga pasar $90,00 dengan stop price $110,00 — order aktif di $110,00 lalu tereksekusi di harga yang ditawarkan pasar
- Masa berlaku: DAY (hingga bursa berikutnya tutup) atau GTC (hingga 30 hari kalender); tidak bisa diubah setelah order dipasang
- Jam ketersediaan: hanya jam Regular Market — sesi perpanjangan 24-Hour Market hanya menerima Limit Order
Pertanyaan terkait:
Q: Apa bedanya Stop Order dengan Stop-Limit Order?
Keduanya menunggu pemicu yang sama, yaitu stop price, tetapi berubah menjadi hal yang berbeda. Stop Order berubah menjadi Market Order sehingga cepat tereksekusi di harga yang tidak dapat diprediksi. Stop-Limit Order berubah menjadi Limit Order dengan batas limit price yang juga kamu tentukan, sehingga kamu mengontrol harga terburuk namun berisiko tidak tereksekusi jika pasar melewati rentangmu.
Q: Bisakah saya menggunakan Stop Order di 24-Hour Market?
Tidak bisa. Stop Order hanya berlaku saat jam Regular Market, yaitu 21.30–04.00 WIB pada waktu standar dan 20.30–03.00 WIB saat Daylight Saving Time di AS. Sesi Overnight, Pre-Market, dan Post-Market hanya menerima Limit Order, jadi order bertipe stop harus menunggu sesi Regular Market dibuka sebelum bisa dipasang sama sekali.
Q: Mengapa Stop Order saya tereksekusi di harga yang berbeda dari stop price?
Karena stop price hanya pemicu, bukan harga eksekusi. Begitu tersentuh, ordermu berubah menjadi Market Order dan mengambil harga terbaik yang tersedia saat itu, yang bisa berada di atas atau di bawah level stop kamu tergantung arah pergerakan pasar. Pada saham yang bergerak cepat atau jarang ditransaksikan, selisihnya bisa terasa signifikan.
Q: Masa berlaku apa saja yang bisa dipakai Stop Order?
DAY, yang menjaga order tetap aktif hingga bursa berikutnya tutup, atau GTC, yang menjaganya aktif hingga 30 hari kalender. Masa berlaku tidak bisa diubah setelah order dipasang, jadi jika kamu salah pilih, batalkan order tersebut lalu pasang order baru dengan pengaturan yang kamu inginkan. Order GTC juga harus dipasang dalam saham utuh.