Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Apa Itu Stop Loss pada Saham AS di Pluang?

Stop Loss adalah satu sisi dari Exit Strategy Pluang untuk Saham AS: order jual yang otomatis terpicu jika harga saham yang kamu miliki turun ke level yang kamu tentukan, sehingga posisi merugi tertutup tanpa perlu kamu pantau terus. Kamu menambahkannya saat memasang order beli — tidak bisa dipasang sendiri — dan Stop Loss baru aktif setelah order beli tersebut benar-benar tereksekusi. Jika order beli tidak pernah tereksekusi, Stop Loss yang menempel padanya juga tidak akan aktif. Level yang kamu pilih disebut trigger price, dan begitu pasar menyentuhnya, order jual dikirim untuk dieksekusi. Stop Loss membutuhkan minimum 0,1 saham untuk aktif, memiliki masa berlaku tetap 30 hari kalender yang tidak bisa diperpanjang atau diubah, dan hanya berlaku saat jam Regular Market. Contohnya, membeli di $100,00 dan memasang Stop Loss di $90,00 membatasi kerugianmu sekitar $10 per saham.


  • Apa itu: order jual yang otomatis terpicu saat harga turun ke level yang kamu tentukan, membatasi kerugian lebih lanjut
  • Menempel pada order beli: hanya bisa ditambahkan ke order beli, tidak pernah dipasang secara terpisah
  • Aktivasi: baru aktif setelah order beli yang terkait tereksekusi; jika order beli gagal, Stop Loss juga tidak aktif
  • Minimum transaksi: dibutuhkan minimal 0,1 saham agar order Exit Strategy bisa aktif
  • Masa berlaku tetap: 30 hari kalender, tidak bisa diperpanjang atau diubah — setelah kedaluwarsa, levelnya tidak lagi memicu
  • Jam ketersediaan: hanya jam Regular Market; tidak tersedia di sesi perpanjangan 24-Hour Market
  • Contoh kasus: beli di $100,00 dengan Stop Loss di $90,00 — jika harga turun ke $90,00, posisi otomatis terjual

Pertanyaan terkait:

Q: Bisakah saya memasang Stop Loss pada saham yang sudah saya miliki?
Tidak bisa berdiri sendiri. Di Pluang, Stop Loss adalah bagian dari Exit Strategy yang menempel pada order beli, baik order beli Limit maupun Stop-Limit, bukan instruksi terpisah yang bisa kamu terapkan ke kepemilikan yang sudah ada. Kamu bisa menambah atau mengubah Stop Loss pada order beli yang sudah dibuat, tetapi levelnya tetap terikat ke order tersebut.

Q: Apa yang terjadi jika Stop Loss saya tidak pernah terpicu dalam 30 hari?
Order otomatis kedaluwarsa di akhir masa berlaku tetap 30 hari kalender. Setelah itu levelnya tidak lagi aktif, jadi meski harga menembusnya keesokan hari, tidak ada yang akan tereksekusi. Jika kamu masih menginginkan perlindungan dari penurunan harga, kamu harus membuat Exit Strategy baru dengan level baru pada order beli baru, bukan memperpanjang atau mengaktifkan kembali yang sudah kedaluwarsa.

Q: Apakah Stop Loss menjamin saya menjual tepat di trigger price?
Tidak. Trigger price adalah level yang memicu order, bukan janji soal harga eksekusi. Begitu level tersentuh, order dikirim untuk dieksekusi dan selesai di harga yang bisa ditawarkan pasar, dan pembalikan harga yang cepat bahkan bisa membuatnya tidak tereksekusi dengan sahammu tetap di portofolio. Anggap ini alat manajemen risiko, bukan jaminan harga keluar.

Q: Bisakah saya menggunakan Stop Loss di 24-Hour Market?
Tidak bisa. Order Exit Strategy hanya berjalan saat jam Regular Market, meski jam tersebut berada di dalam jendela mingguan 24-Hour Market yang lebih luas. Sesi perpanjangan Overnight, Pre-Market, dan Post-Market hanya menerima Limit Order dengan masa berlaku DAY, dan mekanisme OCO di balik Stop Loss bergantung pada likuiditas jam Regular Market yang lebih dalam.