Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Apa Perbedaan Market Order dan Limit Order Saat Membeli Options di Pluang?

Perbedaan utama Market Order dan Limit Order untuk Options di Pluang adalah kontrol harga dibanding kepastian eksekusi. Market Order langsung membeli atau menjual kontrak pada harga terbaik yang tersedia di order book saat itu — transaksi langsung tereksekusi, tetapi harga eksekusi bisa sedikit berubah antara saat kamu konfirmasi dan saat order benar-benar dieksekusi, selisih yang disebut slippage dan lebih terasa pada kontrak Options karena bid-ask spread-nya sering lebih lebar dibanding saham dasarnya. Limit Order memungkinkan kamu menentukan harga pasti yang ingin kamu bayar untuk membeli, atau harga yang ingin kamu terima untuk menjual, dan order hanya akan tereksekusi pada harga tersebut atau yang lebih baik. Ini memberi kamu kepastian harga, tetapi tidak menjamin order akan tereksekusi: jika harga pasar tidak pernah mencapai harga limit kamu, order akan tetap terbuka (sesuai time in force-nya) atau kedaluwarsa tanpa tereksekusi.


Market OrderLimit Order
EksekusiLangsung, di harga terbaik yang tersediaHanya di harga yang kamu tentukan atau lebih baik
Kepastian hargaTidak — harga bisa berubah sebelum tereksekusiYa — tidak akan tereksekusi lebih buruk dari harga limit kamu
Kepastian tereksekusiTinggi — biasanya langsung tereksekusiTidak dijamin — bisa saja tidak tereksekusi
Cocok digunakan saatKecepatan lebih penting dibanding harga pasti (misal keluar cepat dari posisi short yang berisiko)Harga masuk/keluar yang pasti lebih penting dibanding kecepatan
Risiko utamaSlippage, terutama pada order book yang tipisKehilangan kesempatan transaksi jika harga tidak pernah mencapai level kamu

Kedua jenis order tidak mengubah cara kerja kontrak itu sendiri setelah kamu memilikinya. Market Order maupun Limit Order hanya mengontrol harga saat kamu membuka atau menutup posisi — keduanya tidak memengaruhi strike price, premium, atau mekanisme kedaluwarsa, dan tidak mengurangi maupun menghilangkan risiko assignment pada posisi short. Karena order book Options bisa lebih tipis dibanding order book saham dasarnya, Limit Order umumnya menjadi pilihan yang lebih aman untuk membuka posisi baru, sementara Market Order lebih sering digunakan saat keluar dari posisi secepat mungkin menjadi prioritas.


Pertanyaan terkait:

Q: Kapan sebaiknya menggunakan Market Order dibanding Limit Order untuk Options?
Gunakan Market Order saat kecepatan eksekusi lebih penting dibanding harga pasti — misalnya menutup posisi short Options yang sedang rugi secepat mungkin untuk membatasi kerugian lebih lanjut, atau masuk ke transaksi yang bergerak cepat di mana menunggu harga tertentu berisiko membuat kamu kehilangan momentum. Limit Order umumnya menjadi pilihan default yang lebih baik untuk entry yang terencana, karena melindungi harga yang kamu inginkan. Pilih berdasarkan risiko mana yang lebih bisa kamu terima: risiko harga (Market Order) atau risiko eksekusi (Limit Order).

Q: Apakah Limit Order untuk Options bisa kedaluwarsa tanpa tereksekusi?
Ya. Limit Order hanya tereksekusi jika harga pasar mencapai harga yang kamu tentukan atau lebih baik; jika tidak pernah tercapai, order akan tetap terbuka sampai time in force-nya berakhir atau kamu membatalkannya secara manual, dan order tersebut kedaluwarsa tanpa tereksekusi. Ini adalah konsekuensi dari kepastian harga yang diberikan Limit Order — kamu tidak dijamin transaksi akan terjadi sama sekali, berbeda dengan Market Order.

Q: Apakah memilih Limit Order mengurangi risiko assignment pada Options saya?
Tidak. Jenis order hanya mengontrol harga saat kamu membuka atau menutup kontrak — tidak berpengaruh pada assignment. Options Pluang bergaya Amerika, artinya posisi short bisa di-assign kapan saja sebelum kedaluwarsa, tidak hanya pada tanggal kedaluwarsa itu sendiri. Apakah kamu membuka posisi short tersebut dengan Market Order atau Limit Order tidak memengaruhi risiko ini sama sekali.

Q: Apa yang terjadi jika saya memasang Market Order pada kontrak Options dengan likuiditas rendah?
Pada kontrak dengan sedikit order aktif atau bid-ask spread yang lebar, Market Order bisa tereksekusi di harga yang jauh berbeda dari harga transaksi terakhir, karena order tersebut mengambil harga terdekat yang tersedia di order book, bukan harga yang kamu tentukan sendiri. Risiko slippage ini umumnya lebih tinggi pada Options dibanding saham dasarnya, salah satu alasan Limit Order lebih sering dipilih pada kontrak yang kurang likuid.