Apa Itu Buy to Close dalam Trading Opsi di Pluang?
Buy to Close adalah order yang kamu pasang untuk menutup posisi short options dengan membeli kembali kontrak yang sama seperti yang kamu jual sebelumnya, sehingga kewajibanmu selesai sebelum kontrak kedaluwarsa atau terkena assignment. Saat kamu membuka posisi dengan menjual opsi (short call atau short put), kamu menerima premi di awal; Buy to Close membalik transaksi itu, dan untung atau rugimu dihitung dari premi yang kamu terima di awal dikurangi premi yang kamu bayar saat menutup posisi. Trader memasang order Buy to Close karena dua alasan utama: mengamankan keuntungan saat premi sudah turun (take profit), atau membatasi kerugian dan menghentikan risiko lebih lanjut saat premi malah naik melawan posisinya (cut loss). Karena kontrak US Stock Options di Pluang bersifat American-style, pihak yang memegang kontrakmu bisa melakukan exercise kapan saja sebelum tanggal kedaluwarsa, bukan hanya pada hari kedaluwarsa, sehingga Buy to Close menjadi cara utama penjual short untuk mengendalikan risiko assignment selama posisi masih terbuka.
Cara menghitung untung/rugi
Rumusnya sama, baik untuk menutup short call maupun short put:
`Premi diterima (saat kamu menjual) − Premi dibayar (saat Buy to Close) = Untung atau rugi per lembar`
Kalikan hasil per lembar tersebut dengan 100 (satu kontrak options standar mewakili 100 lembar saham underlying) untuk mendapatkan total nilai dolar per kontrak.
Contoh — menutup short call:
- Kamu menjual call dan menerima premi $5 per lembar.
- Jika underlying relatif stabil dan premi turun ke $2 per lembar, Buy to Close mengamankan $5 − $2 = $3 per lembar, atau untung $300 per kontrak.
- Jika underlying justru bergerak melawan posisimu dan premi naik ke $8 per lembar, Buy to Close pada titik itu mengamankan $5 − $8 = −$3 per lembar, atau rugi $300 per kontrak.
Contoh — menutup short put:
- Kamu menjual put dan menerima premi $10 per lembar.
- Jika underlying stabil atau naik dan premi turun ke $4 per lembar, Buy to Close mengamankan $10 − $4 = $6 per lembar, atau untung $600 per kontrak.
- Jika underlying turun mendekati atau di bawah strike price dan premi naik ke $15 per lembar, Buy to Close pada titik itu mengamankan $10 − $15 = −$5 per lembar, atau rugi $500 per kontrak.
Dalam kedua kasus, transaksi baru final setelah order Buy to Close benar-benar tereksekusi — sebelum itu, posisi masih terbuka dan tetap terekspos pergerakan harga lebih lanjut, serta risiko assignment yang berjalan untuk kontrak American-style.
Pertanyaan terkait:
Q: Apa beda Buy to Close dengan Sell to Close?
Buy to Close menutup posisi short — posisi yang kamu buka dengan menjual kontrak — sementara Sell to Close menutup posisi long — posisi yang kamu buka dengan membeli kontrak. Keduanya sama-sama order penutup yang membalik transaksi awalmu, tapi berlaku untuk posisi awal yang berlawanan: Buy to Close selalu mengikuti transaksi jual awal, dan Sell to Close selalu mengikuti transaksi beli awal. Memilih order yang tepat penting karena order penutup yang salah tidak akan benar-benar menutup posisimu.
Q: Bisa pasang order Buy to Close sebelum kontrak kedaluwarsa?
Bisa — Buy to Close bisa dipasang kapan saja selama pasar untuk kontrak tersebut buka, sampai hari kedaluwarsa. Kebanyakan trader menutup lebih awal, tepatnya untuk mengamankan keuntungan selagi premi masih menguntungkan atau membatasi kerugian sebelum membesar. Karena assignment pada kontrak American-style di Pluang bisa terjadi sebelum kedaluwarsa, menunggu sampai menit terakhir menambah risiko yang tidak perlu untuk posisi short yang sudah bermasalah.
Q: Apa yang terjadi jika saya tidak pernah Buy to Close posisi short yang rugi?
Posisi tetap terbuka dan terekspos kerugian lebih lanjut, dan karena kontrak options di Pluang bersifat American-style, posisi itu juga tetap terekspos risiko assignment kapan saja sebelum kedaluwarsa. Jika kontrak tidak pernah ditutup dan masih in the money saat kedaluwarsa, kontrak akan diproses lewat mekanisme hari kedaluwarsa Pluang, bukan lewat Buy to Close secara sukarela. Membiarkan posisi short yang rugi tetap terbuka tidak membatasi kerugian dengan sendirinya.
Q: Apakah order Buy to Close memakai tipe order yang sama seperti saat membuka posisi?
Ya — order Buy to Close bisa dipasang sebagai limit order maupun market order, pilihan yang sama seperti saat kamu pertama kali menjual kontrak tersebut. Limit order memungkinkanmu menetapkan premi maksimal yang mau kamu bayar untuk menutup posisi, sementara market order langsung tereksekusi di premi terbaik yang tersedia. Pilihan mana yang cocok tergantung seberapa mendesak kamu perlu menutup posisi dibanding seberapa besar kendali harga yang kamu inginkan.