Apa Saja Technical Screener untuk Saham Indonesia di Pluang?
Pluang menghadirkan delapan Technical Screener yang memfilter saham Indonesia berdasarkan pola pergerakan harga, bukan keuangan perusahaan: 52-Week High, 52-Week Low, RSI Overbought, RSI Strong Momentum (Belum Overbought), Oversold Stocks (Potensi Reversal), Golden Cross, Trend-Following Screener, dan Volume Breakout. Setiap screener menggunakan indikator chart standar — RSI, moving average, ADX, atau volume trading — untuk menandai setup tertentu, dan beberapa memakai threshold lebih ketat dari standar buku teks: screener RSI Overbought Pluang trigger saat RSI di atas 75, bukan 70 yang konvensional, untuk signal yang lebih ketat dan lebih tinggi keyakinannya. Volume Breakout khususnya perlu dibaca hati-hati: screener ini menandai saham apa pun yang diperdagangkan di 2× rata-rata volume 20 harinya, yang bisa berarti berita atau katalis sejati, tapi bisa juga berarti "saham gorengan" — trading terkoordinasi tanpa dukungan fundamental — dan screener itu sendiri tidak bisa membedakan kedua sebab tersebut.
Delapan Technical Screener dan kriterianya:
| Screener | Kriteria | Yang ditampilkan |
|---|---|---|
| 52-Week High | Harga saat ini dalam 5% dari tertinggi 52 minggu (rolling) | Saham mendekati puncak 1 tahun — potensi momentum atau breakout |
| 52-Week Low | Harga saat ini dalam 5% dari terendah 52 minggu (rolling) | Saham mendekati titik rendah 1 tahun — potensi value atau pelemahan lanjut |
| RSI Overbought | RSI > 75 | Saham yang momentumnya mungkin sudah terlalu panas — kemungkinan pullback |
| RSI Strong Momentum (Belum Overbought) | RSI 50–70 | Saham dengan momentum positif yang masih punya ruang sebelum overbought |
| Oversold Stocks (Potensi Reversal) | RSI < 30 DAN harga dekat support | Saham yang mungkin terdorong terlalu rendah — potensi bouncing |
| Golden Cross | MA 50 hari menyilang ke atas MA 200 hari DAN RSI > 50 | Setup teknikal bullish klasik |
| Trend-Following Screener | MA 20 hari > MA 50 hari > MA 200 hari DAN ADX > 25 | Saham dalam uptrend kuat yang terkonfirmasi |
| Volume Breakout | Volume hari ini ≥ 2× rata-rata volume 20 hari | Volume trading tidak biasa — bisa berita, katalis, atau aktivitas "saham gorengan" |
Soal "saham gorengan": screener Volume Breakout menandai baik katalis sejati (earnings surprise, berita, minat institusional) maupun "saham gorengan" — istilah trader retail Indonesia untuk saham kapitalisasi kecil yang harganya digerakkan trading terkoordinasi, bukan fundamental. Anggap kecocokan di Volume Breakout sebagai dorongan untuk menyelidiki penyebabnya, bukan sinyal beli. Tidak paham arti RSI, moving average, atau ADX dalam bahasa sederhana? Lihat FAQ arti indikator Technical Screener untuk penjelasan lengkap.
Pertanyaan terkait:
Q: Beda RSI Overbought dan RSI Strong Momentum?
RSI Overbought (di atas 75) menandai saham yang mungkin sudah rally terlalu kencang dan bisa mengalami pullback. RSI Strong Momentum (50–70) justru menangkap saham dengan momentum sehat dan berkelanjutan yang masih punya ruang sebelum mencapai zona overbought — kedua screener ini dirancang berada di dua ujung berlawanan dari indikator yang sama.
Q: Apakah Golden Cross selalu jadi sinyal beli yang andal?
Tidak. Secara historis, Golden Cross memang diasosiasikan dengan lanjutan tren bullish, tapi ini indikator lagging — saat MA 50 hari menyilang ke atas MA 200 hari, tren biasanya sudah berjalan cukup lama, dan pola ini tidak menjamin kenaikan ke depan.
Q: Apakah Volume Breakout hanya menampilkan saham pump-and-dump?
Tidak. Screener ini menandai saham apa pun dengan volume hari ini minimal 2× rata-rata 20 harinya, dan itu bisa sama mudahnya disebabkan oleh berita earnings, aktivitas M&A, atau rotasi sektor seperti halnya trading terkoordinasi. Selidiki sebab spesifik di balik lonjakan itu sebelum menganggapnya sebagai tanda bahaya atau peluang.
Q: Apakah Technical Screener update real-time?
Sebagian. Harga live, % perubahan 1 hari, dan indikator intraday seperti RSI dan volume hari ini update terus-menerus selama jam pasar. Moving average dan angka tertinggi/terendah 52 minggu, sebaliknya, hanya diperbarui sekali saat market close, sehingga kriteria itu tidak berubah lagi sampai hari trading berikutnya.