Apa Itu Broker & Foreign Screener untuk Saham Indonesia di Pluang?
Broker & Foreign Screeners adalah lima filter khusus pasar Indonesia yang menampilkan saham berdasarkan konsentrasi trading broker dan aliran investor asing — dua signal yang tidak punya padanan langsung di kategori screener Pluang lain yang lebih global. Kelima screener ini adalah Foreign Uptrend, Positive Foreign Buy, Big Broker Accumulation, Broker Bullish, dan Broker Bearish, dan kelimanya adalah tambahan baru khusus untuk Screener Saham Indonesia Pluang, bukan dibawa dari framework screener generik. Tiga dari lima screener (Big Broker Accumulation, Broker Bullish, Broker Bearish) mengandalkan Broker Index — pangsa net trading volume saham yang ditangkap top 3 broker — sementara dua lainnya (Foreign Uptrend, Positive Foreign Buy) mengandalkan Foreign Net Buy, selisih antara volume beli dan jual investor asing pada hari tertentu. Karena IDX punya aliran trading yang relatif terkonsentrasi dibanding pasar yang lebih besar, memantau aktivitas level broker dan aliran asing adalah bagian standar riset investor retail Indonesia, meski signal ini menggambarkan apa yang sudah terjadi, bukan apa yang akan terjadi.
Lima Broker & Foreign Screener:
| Screener | Kriteria | Yang ditandakan |
|---|---|---|
| Foreign Uptrend | Volume foreign buy hari kemarin > rata-rata foreign buy volume 20 hari sebelumnya | Investor asing membeli lebih banyak dari rata-rata terkini — potensi demand asing menumpuk |
| Positive Foreign Buy | 50 saham teratas diurutkan berdasarkan net foreign buy volume positif (refresh harian) | 50 saham Indonesia yang paling banyak dibeli bersih investor asing kemarin |
| Big Broker Accumulation | Broker Index ≥ 20% | Sekelompok kecil broker mengonsentrasikan aktivitas beli — kemungkinan akumulasi |
| Broker Bullish | Broker Index ≥ 20% DAN harga sekarang < rata-rata harga broker | Broker mengakumulasi di bawah harga rata-rata mereka — kemungkinan posisi bullish |
| Broker Bearish | Broker Index ≥ 20% DAN harga sekarang > rata-rata harga broker | Broker distribusi di atas harga rata-rata mereka — kemungkinan posisi bearish |
Pengingat penting: kelima screener ini menggambarkan aliran historis, bukan prediksi pergerakan ke depan. Aktivitas broker terkonsentrasi dan pembelian asing bisa berbalik di hari trading berikutnya, sehingga kecocokan seharusnya mendorong riset lebih lanjut, bukan langsung transaksi. Tidak paham arti Broker Index atau Foreign Net Buy lebih dalam? Lihat FAQ khusus Broker Index, Foreign Net Buy & saham gorengan.
Pertanyaan terkait:
Q: Apa arti "Broker Index" di screener-screener ini?
Broker Index adalah pangsa net trading volume saham yang ditangkap top 3 broker, dihitung sebagai (net volume top 3 broker ÷ total net volume) × 100. Angka 20% atau lebih menunjukkan aktivitas trading terkonsentrasi oleh sejumlah kecil rumah trading dominan di IDX, bukan aliran retail yang tersebar luas.
Q: Beda Foreign Uptrend dan Positive Foreign Buy?
Foreign Uptrend membandingkan volume foreign buy kemarin dengan rata-rata 20 hari saham itu sendiri — signal tren khusus pola terkini saham tersebut. Positive Foreign Buy justru mengurutkan 50 saham dengan net foreign buy volume terbesar kemarin di seluruh pasar — ranking magnitude, bukan perbandingan tren per saham.
Q: Apakah Broker Bullish dan Broker Bearish dirancang berlawanan?
Ya, sesuai desain. Keduanya mensyaratkan Broker Index minimal 20%, tapi Broker Bullish hanya trigger saat harga sekarang di bawah rata-rata harga broker — berarti broker sedang untung belum terealisasi jika harga naik lebih lanjut — sementara Broker Bearish trigger saat harga di atas rata-rata harga mereka, berarti mereka sudah untung dan mungkin cenderung jual.
Q: Kenapa Broker & Foreign Screener tidak ada di kelas aset Pluang lain?
Konsentrasi level broker dan aliran investor asing yang dilacak terpisah adalah fitur spesifik cara IDX (Bursa Efek Indonesia) melaporkan data trading — pasar dan kelas aset lain di Pluang, seperti Crypto atau Saham AS, tidak punya feed data regulasi yang setara, sehingga kelima screener ini khas IDSS karena sifatnya, bukan karena pilihan.