Apa Itu Margin dalam Perpetual Trading?
Margin dalam perpetual trading adalah dana jaminan yang kamu setorkan untuk membuka dan mempertahankan posisi Crypto Futures, dan margin ini bekerja dalam dua tahap yang berbeda. Initial Margin adalah jumlah yang dibutuhkan untuk membuka posisi, sedangkan Maintenance Margin adalah jumlah lebih rendah yang harus tetap terkunci setelahnya agar posisi tersebut tetap terbuka. Misalnya, posisi senilai $1.000 dengan leverage 5x membutuhkan Initial Margin $200 untuk masuk, tapi hanya membutuhkan Maintenance Margin $50 yang harus tetap ada setelah posisi berjalan — selisih antara dua angka ini adalah buffer kerja kamu. Struktur dua tahap ini ada karena perpetual trading dibangun di atas leverage: margin kamu berfungsi sebagai jaminan atas posisi yang ukurannya lebih besar dari modal kamu sendiri, memberi Pluang batas bawah yang terjaga terhadap potensi kerugian. Margin terhubung langsung dengan Margin Level, margin call, dan likuidasi — semakin tipis buffer kamu di atas persyaratan Maintenance Margin, semakin dekat akun kamu bergerak menuju margin call, dan akhirnya likuidasi jika posisi terus merugi.
- Initial Margin dan Maintenance Margin memiliki fungsi berbeda — Initial Margin membuat kamu bisa masuk ke posisi, Maintenance Margin menjaga kamu tetap di dalamnya setelah posisi terbuka.
- Jika saldo margin kamu turun di bawah level Maintenance Margin, kamu akan dilikuidasi kecuali kamu menambah dana terlebih dahulu untuk membangun kembali buffer kamu.
- Sebelum likuidasi, Pluang melacak Margin Level kamu pada skala naik 0%–100%+ dan mengirim peringatan margin call sepanjang jalan: Initial Margin Call setelah Margin Level melewati 50%, dan Final Margin Call setelah melewati 75%.
- Begitu terkena margin call, kamu tidak bisa membuka posisi baru atau menempatkan order baru pada kontrak tersebut sampai kamu menambah margin dan menurunkan kembali Margin Level kamu.
- Persyaratan margin dinyatakan sebagai persentase dari nilai posisi dan berubah sesuai leverage yang kamu pilih: leverage yang lebih tinggi berarti persentase Initial Margin yang lebih kecil, tapi batas Maintenance Margin tetap harus dipenuhi sepanjang umur posisi tersebut.
Pertanyaan terkait:
T: Apa bedanya Initial Margin dan Maintenance Margin?
Initial Margin adalah jumlah yang dibutuhkan untuk membuka posisi; Maintenance Margin adalah jumlah lebih rendah yang harus tetap ada setelahnya agar posisi tersebut tetap terbuka. Initial Margin adalah persyaratan sekali di awal, sedangkan Maintenance Margin dipantau terus-menerus selama posisi terbuka, itulah sebabnya angka ini yang terkait dengan margin call dan risiko likuidasi.
T: Apa yang terjadi jika margin saya turun di bawah Maintenance Margin?
Kamu akan lebih dulu mendapat peringatan margin call saat Margin Level naik melewati 50% lalu 75%; jika tidak menambah margin atau mengurangi posisi, posisi akhirnya bisa dilikuidasi saat Margin Level mencapai 100%. Menambah margin atau menutup sebagian posisi sebelum titik itu adalah cara memulihkan buffer kamu dan menurunkan kembali Margin Level. Menunda tindakan atas peringatan tersebut adalah yang mengubah margin call yang masih bisa diselamatkan menjadi likuidasi paksa.
T: Bisakah saya bertransaksi di kontrak setelah terkena margin call?
Tidak, sampai kamu menambah margin — akun yang kena margin call tidak bisa membuka posisi baru atau menempatkan order baru di kontrak tersebut secara spesifik. Batasan ini hanya berlaku untuk kontrak itu sampai Margin Level kamu turun kembali di bawah ambang margin call, setelah itu transaksi normal bisa dilanjutkan pada kontrak tersebut. Kontrak lain dalam portofolio kamu yang tidak terkena margin call tetap bisa ditransaksikan seperti biasa.
T: Apakah persyaratan margin berubah sesuai leverage?
Ya. Leverage yang lebih tinggi menurunkan persentase Initial Margin yang dibutuhkan untuk membuka posisi, tapi batas Maintenance Margin tetap berlaku sepanjang umur posisi berapa pun leverage-nya. Artinya leverage yang lebih tinggi mengurangi biaya awal untuk masuk, tapi tidak mengurangi risiko berkelanjutan untuk terkena margin call lebih cepat, karena pergerakan harga kecil yang merugikan berdampak lebih besar pada Margin Level posisi dengan leverage tinggi.