Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Likuidasi Berantai dan Cara Dana Asuransi Futures Pluang Melindungi Trader

Likuidasi berantai adalah reaksi berantai di mana satu pergerakan harga tajam memaksa banyak posisi terbuka terlikuidasi secara berurutan, dan setiap likuidasi paksa menambah tekanan jual atau beli yang mendorong harga menuju level likuidasi kelompok akun berikutnya. Dana asuransi Pluang dirancang khusus untuk menyerap selisih antara harga penutupan posisi yang dilikuidasi dan harga kebangkrutannya, sehingga kekurangan akibat cascade ditutup oleh dana ini, bukan dipotong dari trader yang sedang profit di sisi lain transaksi. Dana ini terbentuk terus-menerus dari buffer margin yang dikumpulkan dari setiap likuidasi yang masih menyisakan dana, sehingga saldonya bertambah saat pasar tenang dan diuji saat pasar bergejolak. Auto-deleveraging (ADL) hanya turun tangan jika dana itu sendiri tidak mampu menutup kekurangan ekstrem, dan Pluang memperlakukan ADL sebagai penyangga upaya terakhir.


Cara sistem perlindungan likuidasi Pluang bekerja:

  • Bagaimana cascade terbentuk: Ketika sebagian besar posisi terbuka berada di arah yang sama pada leverage serupa, pergerakan mendadak yang merugikan mendorong banyak akun menuju harga likuidasinya sekaligus, dan setiap likuidasi paksa menambah tekanan yang menyeret kelompok akun berikutnya.
  • Harga likuidasi vs. harga kebangkrutan: Posisimu dilikuidasi sebelum mencapai harga kebangkrutan. Selisih margin antara kedua harga ini dikumpulkan sebagai biaya likuidasi yang mengalir ke dana asuransi.
  • Peran dana asuransi: Dana ini menutup kekurangan saat posisi tidak bisa ditutup di atau di atas harga kebangkrutan, sehingga selisihnya tidak diserap dari keuntungan trader lain.
  • Auto-deleveraging (ADL): Jika dana tidak mampu menutup kekurangan ekstrem, Pluang dapat secara otomatis mengurangi posisi counterparty yang paling untung dan berleverage paling tinggi — mekanisme langka dan terakhir.
  • Pemantauan: Pluang mempublikasikan data dana asuransi agar trader bisa memantau apakah dana ini bertumbuh, yang menandakan penyangga ini dalam kondisi sehat.

Pertanyaan terkait:

Q: Apakah Pluang pernah mengambil keuntungan dari akun saya untuk menutup kerugian trader lain?
Hanya sebagai upaya terakhir melalui auto-deleveraging (ADL), dan hanya setelah dana asuransi itu sendiri habis — ini jarang terjadi, dan hanya menyentuh counterparty yang paling untung dan berleverage paling tinggi.

Q: Bagaimana cara mengurangi risiko saya terseret ke dalam likuidasi berantai?
Turunkan leverage, jaga margin cukup jauh di atas harga likuidasimu, dan pasang stop-loss sebelum volatilitas terjadi — posisi berleverage tinggi memang berada lebih dekat ke harga likuidasinya dan tersapu lebih dulu.

Q: Apakah Pluang menggunakan mark price atau harga transaksi terakhir untuk memicu likuidasi?
Pluang menggunakan mark price — rata-rata tertimbang dari berbagai exchange global besar — bukan harga transaksi terakhir di satu order book, sehingga membatasi seberapa mudah lonjakan singkat menambah tekanan cascade.

Q: Apa bedanya likuidasi biasa dengan likuidasi berantai?
Likuidasi tunggal memengaruhi satu posisi saja; cascade terjadi ketika banyak likuidasi terjadi berurutan karena masing-masing mendorong harga cukup jauh untuk memicu likuidasi berikutnya, paling mungkin saat sebagian besar open interest berada di sisi yang sama dengan leverage serupa.