Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Apa Kekurangan Perpetual Trading?

Kekurangan terbesar perpetual trading adalah risiko leverage — posisi yang merugi bisa dilikuidasi sepenuhnya, menghapus margin yang mendukungnya, dan di bawah mode Cross Margin, penyitaan tersebut bisa menggunakan seluruh saldo Futures bersama kamu, bukan hanya dibatasi pada satu posisi. Funding rate, yang dipertukarkan setiap 8 jam, juga bisa menjadi mahal dalam kondisi pasar tertentu, dan mengelola kebutuhan margin bersamaan dengan risiko likuidasi membutuhkan manajemen risiko yang cermat dan disiplin, bukan pendekatan pasif, karena kontrak perpetual Pluang tidak pernah kedaluwarsa dan tidak akan menutup dirinya sendiri untuk kamu. Margin Level sendiri adalah skala menaik dari 0% hingga lebih dari 100%, dan begitu melewati sekitar 50% akan memicu Initial Margin Call, diikuti Final Margin Call di atas 75%, keduanya adalah peringatan dini bahwa posisi bergerak menuju likuidasi jika dibiarkan tanpa pengelolaan.


Tiga konsekuensi yang perlu ditimbang:

  1. Leverage memperbesar risiko likuidasi — di bawah Cross Margin, kerugian tidak dibatasi pada satu posisi; bisa menggunakan seluruh saldo Futures bersama kamu, sementara Isolated Margin membatasi penyitaan hanya pada margin posisi tersebut.
  2. Funding rate tidak selalu murah — biaya yang dipertukarkan setiap 8 jam bisa menjadi biaya berulang yang menggerus profitabilitas, terutama untuk holding jangka panjang.
  3. Margin dan risiko likuidasi membutuhkan pengelolaan aktif — tanpa tanggal kedaluwarsa berarti manajemen risiko berkelanjutan; Initial Margin Call di atas 50% dan Final Margin Call di atas 75% keduanya menandakan likuidasi semakin dekat.

Pertanyaan terkait:

T: Bisakah leverage membuat saya kehilangan seluruh posisi?
Ya. Jika market bergerak berlawanan cukup jauh dari posisi berleverage, posisi tersebut bisa dilikuidasi dan margin yang mendukungnya hilang. Khusus di bawah mode Cross Margin, likuidasi tersebut bisa menggunakan seluruh saldo Futures bersama kamu, bukan hanya dana yang terkait dengan satu posisi itu, yang merupakan profil risiko yang jauh berbeda dari Isolated Margin. Inilah salah satu alasan banyak trader memilih Isolated Margin khususnya untuk posisi dengan leverage tinggi, karena ini membatasi risiko pada jumlah yang sudah dialokasikan sebelumnya, bukan membiarkan sisa akun ikut terpapar.

T: Apakah funding rate selalu murah?
Tidak. Dalam kondisi pasar tertentu, funding rate yang dipertukarkan setiap 8 jam bisa menjadi beban berulang yang mahal bagi pemegang posisi. Menahan posisi terbuka selama berhari-hari atau berminggu-minggu berarti membayar biaya ini berulang kali, bukan hanya sekali, sehingga trading yang terlihat menguntungkan dari pergerakan harga saja bisa tetap kurang optimal setelah funding diperhitungkan dalam total return. Ada baiknya mengecek funding rate saat ini sebelum membuka posisi yang memang berniat ditahan untuk sementara waktu, bukan berasumsi biayanya akan tetap kecil sepanjang durasi trading.

T: Apakah perpetual trading membutuhkan manajemen risiko aktif?
Ya. Mengelola kebutuhan margin dan risiko likuidasi membutuhkan perhatian yang cermat dan berkelanjutan, bukan sekadar buka-lalu-tinggalkan. Memantau Margin Level kamu untuk titik saat melewati sekitar 50%, yang memicu Initial Margin Call, memberi kamu peringatan dini sebelum mencapai ambang Final Margin Call di atas 75% dan likuidasi menjadi semakin dekat. Menetapkan alert pribadi jauh sebelum ambang Initial Margin Call, bukan menunggu hingga tahap Final Margin Call, memberi kamu lebih banyak ruang untuk menambah margin atau mengurangi ukuran posisi.

T: Apa perbedaan Cross Margin dan Isolated Margin dalam hal kerugian?
Cross Margin bisa menggunakan dan menyita seluruh saldo Futures bersama kamu jika satu posisi dilikuidasi, sementara Isolated Margin membatasi kerugian hanya pada margin yang dialokasikan untuk posisi spesifik tersebut. Memilih di antara keduanya adalah salah satu cara paling jelas untuk mengontrol seberapa besar saldo Futures kamu secara keseluruhan terpapar risiko dari satu trading yang merugi. Kedua mode ini tidak mengubah cara likuidasi itu sendiri dipicu — keduanya tetap bergantung pada Margin Level dan Mark Price — perbedaannya murni pada seberapa besar saldo kamu yang dipertaruhkan begitu itu terjadi.