Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) vs Xolare RCR Energy Tbk. (SOLA)

Solusi Bangun Indonesia Tbk.Trading
Xolare RCR Energy Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Solusi Bangun Indonesia Tbk. dan Xolare RCR Energy Tbk.: Solusi Bangun Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp775 (kapitalisasi pasar 6,99 T), sedangkan Xolare RCR Energy Tbk. diperdagangkan di Rp91 (kapitalisasi pasar 305,73 M, volume 24 jam 5,23 jt). Perbedaan utamanya: Solusi Bangun Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 22,9× kapitalisasi pasar Xolare RCR Energy Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

SMCBSOLA
Kapitalisasi Pasar
6,99 T305,73 M
Volume
5,23 jt
Lot
52,32 rb
Perputaran
472,84 jt
Harga Rata-rata
90,37
Nilai Transaksi
472,84 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
91
Volume Ekuilibrium Indikatif
942

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SMCB
Lihat detail
SOLA
Lihat detail

Tentang Solusi Bangun Indonesia Tbk.

PT Holcim Indonesia Tbk (the Company) was originally a joint venture between a subsidiary of Kaiser Cement and Gypsum Corp. and PT Semen Gresik. Founded in 1971, the company owns a factory in Narogong, West Java, with an annual capacity of 3 million tons. The Company changed its foreign capital investment status (PMA) to domestic capital investment (PMDN) based on the approval from Chairman of Capital Investment Coordinating Board No. 17/V/1988 dated November 19, 1988. Effective January 1, 2006, the Company changed its name from PT Semen Cibinong Tbk. to PT Holcim Indonesia Tbk.

Selengkapnya di halaman SMCB

Tentang Xolare RCR Energy Tbk.

PT Xolare RCR Energy (Formerly: PT RCR Energy Indonesia) (the "Company") was established based on Notarial Deed No. 213 dated December 18, 2014 drawn up before Notary Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., in Jakarta. The ultimate beneficial owner of the Company is PT Energi Hijau Investama. The Company started its commercial activities in 2015.

Selengkapnya di halaman SOLA