Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Link Net Tbk. (LINK) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Link Net Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Link Net Tbk. diperdagangkan di Rp1.780 (kapitalisasi pasar 4,77 T, volume 24 jam 125,9 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 1,55 T, volume 24 jam 181,17 jt). Perbedaan utamanya: Link Net Tbk. jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (181,17 jt vs 125,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

LINKSQMI
Kapitalisasi Pasar
4,77 T1,55 T
Volume
125,9 rb181,17 jt
Lot
1,26 rb1,81 jt
Perputaran
218,97 jt17,89 M
Harga Rata-rata
1.739,2798,73
Nilai Transaksi
218,97 jt17,89 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.78099
Volume Ekuilibrium Indikatif
28737,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

LINK
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Link Net Tbk.

PT Link Net Tbk (the Company) was established under the name of PT Seruling Indah Permai based in Nortarial Deed No. 93 dated 14 March 1996 of Dr. Misahardi Wilamarta, S.H., m.h., M.Kn, LL.M as amended by Notarial Deed No. 304 dated 26 July 1996 of Yuliandi Errmawanto, S.H. The parent of the Company is PT First Media Tbk, a company was incorporated in Indonesia and its shares have been listed on Indonesia Stock Exchange.

Selengkapnya di halaman LINK

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI