
Produsen tembaga terkemuka Freeport-McMoRan melaporkan hasil kuartal kedua yang kuat, dengan pendapatan mencapai $5,74 miliar, tumbuh 5,9% secara tahunan. Di sisi lain, laba per saham (EPS) pun harus terjun 40% secara tahunan di $0,35. Meskipun laba bersih Freeport turun tajam, pencapaian laba nya masih sesuai dengan ekspektasi analis.
Kinerja operasional perusahaan sejalan dengan proyeksi perusahaan sebelumnya. Pada kuartal kedua, Freeport berhasil memproduksi sekitar 1,1 miliar pon tembaga dan 500.000 ons emas. Perseroan berharap volume tembaga yang lebih tinggi dan penjualan emas di paruh kedua tahun ini dibandingkan dengan paruh pertama. Saat ini, Freeport sedang memajukan proyek smelternya di Indonesia dan bertujuan untuk menyelesaikan konstruksi pada kuartal kedua 2024.
Freeport percaya pada inisiatif leaching-nya, yang menghasilkan tambahan 29 juta pon tembaga pada kuartal kedua. Perusahaan berencana untuk terus mendistribusikan arus kas dari operasi Cerro Verde dan mempertahankan peran kepemimpinannya dalam memasok tembaga untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.


