ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Kamus
Top-Down vs Bottom-Up Investing
shareIcon

Top-Down vs Bottom-Up Investing

0  dilihat·Waktu baca: 1 menit
shareIcon
Top-Down vs Bottom-Up Investing
Top-down investing dimulai dari analisa makroekonomi untuk memilih sektor, lalu turun ke saham individual, sedangkan bottom-up investing langsung berfokus pada fundamental perusahaan tanpa mengutamakan kondisi makro. 

Apa itu pendekatan Top-Down dalam investasi?

Investor top-down memulai analisa dari level paling luas: kondisi ekonomi global → ekonomi domestik Indonesia → sektor yang diuntungkan kondisi tersebut → emiten terbaik di sektor tersebut. Pendekatan ini populer di kalangan fund manager makro dan investor institusional yang perlu mengalokasikan portofolio besar secara efisien berdasarkan tren ekonomi besar.

Alur analisa Top-Down vs Bottom-Up

Tahap

Top-Down

Bottom-Up

Level 1

Analisa makroekonomi global (GDP, inflasi, suku bunga The Fed)

Screening laporan keuangan emiten individual

Level 2

Analisa ekonomi Indonesia (IHSG outlook, rupiah, BI rate)

Valuasi mendalam: PER, PBV, DCF, EBITDA

Level 3

Pilih sektor yang paling diuntungkan

Analisa manajemen, moat, competitive position

Level 4

Pilih emiten terbaik di sektor tersebut

Tentukan harga beli dengan Margin of Safety

Cocok untuk

Investor makro, fund manager besar

Value investor, stock picker individual

Contoh aplikasi Top-Down di BEI

Skenario makro: The Fed mulai turunkan suku bunga


→ Step 1 Makro   : Suku bunga turun → yield obligasi turun → likuiditas global meningkat

→ Step 2 Nasional: Dana asing masuk ke emerging market termasuk Indonesia (BEI)

→ Step 3 Sektor  : Perbankan, properti, dan utilitas biasanya diuntungkan

→ Step 4 Emiten  : Pilih bank dengan ROE tinggi, NPL rendah, dan valuasi wajar

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Top-Down vs Bottom-Up

Pendekatan mana yang lebih baik? Tidak ada yang mutlak lebih baik. Banyak investor profesional menggabungkan keduanya: top-down untuk menentukan sektor overweight/underweight dalam portofolio, lalu bottom-up untuk memilih saham spesifik dalam sektor tersebut.

Istilah Terkait:  Analisa Fundamental  •  Analisa Makro  •  Alokasi Aset  •  Siklus Ekonomi  •  IHSG

Ditulis oleh
channel logo
Marcella Kusuma
Right baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1