Beta Saham
Beta saham adalah ukuran volatilitas atau risiko sistemik suatu saham relatif terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan (biasanya IHSG untuk saham Indonesia).
Apa itu Beta dan bagaimana cara membacanya?
Beta mengukur seberapa besar pergerakan harga saham dibandingkan pergerakan indeks pasar. Beta dihitung dari regresi return saham terhadap return pasar selama periode historis tertentu. Beta adalah komponen kunci dalam Capital Asset Pricing Model (CAPM) untuk menentukan expected return suatu aset berdasarkan risikonya.
Interpretasi nilai Beta
Nilai Beta | Interpretasi | Karakteristik Saham |
Beta = 1,0 | Bergerak selaras dengan pasar | Risiko sistemik sama dengan IHSG |
Beta > 1,0 (mis. 1,5) | Lebih volatil dari pasar | Jika IHSG naik 10%, saham naik ~15% |
Beta < 1,0 (mis. 0,5) | Kurang volatil dari pasar | Jika IHSG turun 10%, saham turun ~5% |
Beta = 0 | Tidak berkorelasi dengan pasar | Contoh: emas, obligasi jangka pendek |
Beta negatif | Bergerak berlawanan dengan pasar | Sangat langka di saham, umum di hedging instrument |
Rumus Beta dan CAPM
Beta = Kovarian(Return Saham, Return Pasar) ÷ Varian(Return Pasar) CAPM: Expected Return = Rf + Beta × (Rm – Rf) Rf = Risk-free rate (contoh: yield SBN 10 tahun) Rm = Expected return pasar (IHSG) (Rm – Rf) = Market Risk Premium Contoh: Rf=6%, Rm=12%, Beta=1,3 Expected Return = 6% + 1,3 × (12% – 6%) = 13,8% |
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Beta Saham
Apakah Beta tinggi selalu buruk? Tidak. Beta tinggi berarti risiko lebih tinggi, namun juga potensi return lebih besar saat pasar naik. Investor agresif mungkin menyukai saham beta tinggi di fase bull market, sementara investor defensif memilih saham beta rendah untuk melindungi portofolio.
Istilah Terkait: Volatilitas • CAPM • Risiko Sistemik • Diversifikasi Portofolio • IHSG
Ditulis oleh
Davion ArsinioContent Writer at Pluang





