Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Kamus
Crypto Staking Adalah: Cara Kerja, Risiko, dan Cara Memulai
shareIcon

Crypto Staking Adalah: Cara Kerja, Risiko, dan Cara Memulai

22070  dilihat·Waktu baca: 6 menit
shareIcon
Ilustrasi koin crypto terkunci di jaringan blockchain - Crypto Staking Adalah: Cara Kerja, Risiko, dan Cara Memulai

Apa Itu Crypto Staking?

Jawaban Singkat

  • Staking mengunci aset PoS untuk membantu validasi transaksi jaringan.
  • Reward berupa tambahan aset, bervariasi per jaringan dan tidak tetap.
  • Risiko utama: penurunan harga, masa kunci, dan slashing.

Dalam mekanisme konsensus Proof-of-Stake, keamanan dan operasional jaringan dijaga oleh pemegang aset yang mengunci sebagian koinnya sebagai komitmen kejujuran. Sebagai imbalan atas kontribusi itu, peserta staking menerima reward dalam bentuk tambahan koin. Berbeda dengan bunga tetap, besaran reward mengikuti kondisi jaringan, dan nilainya dalam rupiah tetap mengikuti harga aset yang di-stake.

Aset yang umum di-staking antara lain Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), karena keduanya memakai mekanisme PoS. Bitcoin (BTC) memakai Proof-of-Work sehingga tidak bisa di-staking secara native. Penyebutan aset di artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi untuk membeli aset tertentu.

Bagaimana Staking Bekerja?

Jaringan PoS memilih validator untuk memproses dan mengonfirmasi transaksi berdasarkan jumlah aset yang mereka kunci. Pada umumnya, semakin besar aset yang dikunci, semakin besar peluang validator dipilih untuk memvalidasi blok baru dan menerima reward. Untuk menjalankan validator sendiri di Ethereum, dibutuhkan minimal 32 ETH (ethereum.org, Februari 2025), sehingga sebagian besar pemilik aset berpartisipasi lewat dua jalur lain:

  1. Delegated staking: mendelegasikan aset ke validator pihak ketiga tanpa memindahkan kepemilikan aset.
  2. Staking lewat platform terpusat (custodial): platform mengelola proses staking dan mendistribusikan reward ke pengguna.

Tiga Tahap Staking: Bonding, Earning, dan Unbonding

Menurut halaman Crypto Staking Pluang (30 September 2026), proses staking melewati tiga tahap. Bonding adalah masa awal ketika aset dikunci, belum menghasilkan reward, dan tidak bisa dipakai untuk transaksi lain. Earning adalah masa ketika reward terakumulasi otomatis. Unbonding adalah masa tunggu saat kamu berhenti staking: aset tetap terkunci dan tidak lagi menghasilkan reward. Reward didistribusikan sesuai frekuensi masing-masing aset, dan durasi tiap tahap berbeda antar jaringan.

Berapa Imbal Hasil Staking Crypto?

Imbal hasil staking dinyatakan dalam APR (Annual Percentage Rate), yaitu tingkat imbal hasil tahunan tanpa memperhitungkan bunga berbunga (compounding). Ukuran serupa, APY (Annual Percentage Yield), sudah memperhitungkan compounding. Berikut APR untuk pengguna reguler pada tiga aset yang tersedia di fitur Crypto Staking Pluang:

APR staking pengguna reguler di Pluang, per 30 September 2026
AsetAPR pengguna reguler (% per tahun, per 30 September 2026)
Ethereum (ETH)1,19%
Solana (SOL)2,22%
Cosmos (ATOM)6,98%

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data: 30 September 2026. Sumber: halaman Crypto Staking Pluang. APR dapat berubah sewaktu-waktu, dan tarif untuk pengguna dengan keanggotaan berbeda dapat berbeda.

Contoh Perhitungan Reward Staking

Rumus reward kotor per tahun: nilai aset yang di-stake × APR (tanpa compounding, sebelum pajak dan biaya). Nilai akhir jika harga aset berubah: nilai awal × (1 + APR) × (1 − persentase penurunan harga).

  • Skenario A (APR 5%, harga aset tetap): Rp10.000.000 × 5% = Rp500.000 reward kotor per tahun.
  • Skenario B (APR 7%, harga aset tetap): Rp10.000.000 × 7% = Rp700.000 reward kotor per tahun.
  • Skenario C (APR 5%, harga aset turun 10%): Rp10.000.000 × 1,05 × 0,90 = Rp9.450.000, atau turun Rp550.000 dari nilai awal.

Ini hanya simulasi. Hasil sebenarnya dapat berbeda. Simulasi ini disusun oleh Pluang untuk tujuan edukasi dengan asumsi APR tetap selama setahun, padahal APR aktual berubah-ubah. APR yang tinggi juga sering diiringi inflasi token dan volatilitas harga yang lebih besar, sehingga imbal hasil riil setelah inflasi bisa jauh lebih kecil dari angka yang tampil.

Apa Kelebihan Staking Crypto?

  • Berpotensi menghasilkan reward tambahan tanpa perlu trading aktif.
  • Tidak membutuhkan perangkat mahal seperti mining, karena cukup mengunci aset yang sudah dimiliki.
  • Lewat delegasi atau platform, kamu tidak perlu menjalankan validator sendiri.
  • Ikut berkontribusi pada keamanan dan desentralisasi jaringan blockchain.

Setiap kelebihan di atas datang bersama risiko yang perlu dipahami lebih dulu, seperti dibahas berikut ini.

Apa Risiko Staking?

Risiko utama staking adalah risiko harga: reward tambahan tidak melindungi nilai aset dari penurunan pasar. Pada Skenario C di atas, reward 5% tidak menutup penurunan harga 10%. Risiko lain yang perlu kamu pertimbangkan:

  • Risiko likuiditas: aset terkunci selama bonding dan unbonding sehingga tidak bisa langsung dijual atau dipindahkan saat harga bergerak.
  • Risiko slashing: pada beberapa jaringan, validator yang melanggar aturan, misalnya menandatangani dua blok yang saling bertentangan, dapat dikenai penalti berupa pemotongan sebagian stake (ethereum.org, Februari 2025), dan delegator dapat ikut terdampak.
  • Risiko platform: pada staking custodial, aset kamu dikelola penyedia layanan, sehingga keandalan dan perizinan penyedia sangat menentukan.
  • Risiko pajak dan regulasi: reward staking dikenakan PPh dan PPN sesuai ketentuan yang berlaku, dan aturan bisa berubah.
  • Tanpa penjaminan simpanan: penjaminan simpanan oleh LPS berlaku untuk simpanan di bank, bukan untuk aset crypto.

Apa Bedanya Staking dan Yield Farming?

Staking mengunci aset di jaringan PoS untuk mendukung validasi transaksi, sedangkan yield farming menyediakan aset ke protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi), misalnya liquidity pool, untuk mendapat imbal hasil dari biaya transaksi dan token insentif protokol. Perbedaan pokoknya ada pada sumber reward dan jenis risikonya.

Perbandingan staking dan yield farming
AspekStaking (PoS)Yield farming (DeFi)
TujuanMendukung validasi transaksi jaringanMenyediakan likuiditas ke protokol DeFi
Sumber rewardReward jaringan untuk validator dan delegatorBiaya transaksi dan token insentif protokol
Risiko khasSlashing, masa kunci, harga asetImpermanent loss, celah smart contract, harga aset
Tingkat kerumitanRelatif sederhana lewat platform atau delegasiLebih kompleks karena melibatkan banyak protokol

Untuk perbandingan yang lebih rinci, baca Apa Beda Yield Farming dan Crypto Staking?

Apa Bedanya Staking dan Mining?

Perbandingan staking (Proof-of-Stake) dan mining (Proof-of-Work)
AspekStaking (Proof-of-Stake)Mining (Proof-of-Work)
Cara kerjaMengunci aset untuk memvalidasi transaksiMemecahkan perhitungan komputasi untuk memvalidasi blok
Kebutuhan perangkatTidak perlu perangkat khususPerangkat berdaya besar (GPU/ASIC)
Konsumsi energiJauh lebih rendahTinggi karena komputasi intensif
Contoh asetEthereum, Solana, CosmosBitcoin
Sumber rewardReward jaringan sesuai aset yang dikunciBlock reward dan biaya transaksi

Bagaimana Cara Memulai Staking Crypto di Pluang?

Layanan crypto di Pluang disediakan melalui PT Bumi Santosa Cemerlang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh transaksi tercatat di Central Finansial X (CFX) dan Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Aplikasi Pluang digunakan oleh lebih dari 13 juta pengguna.

Langkah Memulai Staking di Pluang

  1. Siapkan aset yang didukung. Per 30 September 2026, fitur staking mendukung ETH, SOL, dan ATOM. Jika belum memiliki asetnya, kamu bisa beli crypto di Pluang.
  2. Buka fitur staking. Masuk ke fitur Crypto Staking dan cek APR tiap aset.
  3. Pahami masa kunci. Baca tahap bonding, earning, dan unbonding sebelum menentukan jumlah.
  4. Tentukan nominal. Gunakan dana yang siap terkunci sesuai profil risiko dan kemampuan finansialmu.
  5. Pantau reward. Cek APR dan riwayat reward secara berkala karena angkanya berubah.

Pelajari lebih lanjut. Staking crypto mengandung risiko kerugian nilai investasi, jadi baca risikonya lebih dulu sebelum memulai.

FAQ Seputar Staking Crypto

Apakah staking crypto legal di Indonesia?

Ya, selama lewat penyedia berizin. Aset crypto diawasi OJK sebagai Aset Keuangan Digital melalui POJK 27/2024, yang berlaku sejak 10 Januari 2025. Pluang menyediakan layanan crypto melalui PT Bumi Santosa Cemerlang sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital berizin dan diawasi OJK.

Berapa imbal hasil staking ETH, SOL, dan ATOM di Pluang?

Per 30 September 2026, halaman Crypto Staking Pluang mencantumkan APR pengguna reguler 1,19% untuk ETH, 2,22% untuk SOL, dan 6,98% untuk ATOM. Angka ini berubah mengikuti kondisi jaringan dan bukan cerminan performa mendatang. Cek halaman tersebut untuk angka yang terbaru.

Apakah reward staking crypto dikenakan pajak?

Ya. Menurut halaman Crypto Staking Pluang per 30 September 2026, reward staking dikenakan PPh dan PPN sesuai ketentuan yang berlaku. Aturan bisa berubah, cek ketentuan pajak terbaru atau tanyakan konsultan pajak. Ini bukan nasihat pajak; kewajiban bisa berbeda per orang.

Apa risiko utama staking crypto?

Risiko utamanya adalah risiko harga. Nilai aset yang di-stake tetap mengikuti pasar crypto yang volatil, sehingga penurunan harga bisa melampaui reward. Contoh: reward 5% tidak menutup penurunan harga 10%. Risiko lain meliputi masa kunci, slashing, dan risiko platform penyedia layanan.

Apa itu bonding dan unbonding dalam staking crypto?

Bonding adalah masa aset dikunci, belum menghasilkan reward, dan tidak bisa dipakai transaksi lain. Unbonding adalah masa tunggu saat berhenti staking, ketika aset tetap terkunci tanpa reward. Sumber: halaman Crypto Staking Pluang per 30 September 2026; durasi tiap aset berbeda.

Kesimpulan

Staking memungkinkan pemegang aset PoS berpartisipasi dalam jaringan dan berpotensi menerima reward tambahan, tetapi reward itu tidak tetap dan tidak menghapus risiko harga, likuiditas, slashing, maupun risiko platform. Per 30 September 2026, APR pengguna reguler di Pluang berkisar 1,19% hingga 6,98% per tahun untuk ETH, SOL, dan ATOM. Sebelum memulai, pahami cara kerja jaringan, masa bonding dan unbonding, serta pastikan penyedia layanan berizin dan diawasi OJK.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Semua investasi mengandung risiko dan kemungkinan kerugian nilai investasi. Kinerja pada masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan.

Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.

Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.

Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1