Blog
Update Layanan: Gangguan Mitra Infrastruktur pada 14 Mei 2026 dan Langkah Pluang ke Depan

Pada 14 Mei 2026, sebagian pengguna Pluang mengalami gangguan layanan sementara antara pukul 11.30 hingga 13.45 WIB. Gangguan ini bersumber dari sebuah penyedia infrastruktur pihak ketiga yang menjadi salah satu komponen pendukung platform Pluang, dan bukan dari sistem internal Pluang itu sendiri. Pluang ingin menyampaikan penjelasan yang transparan mengenai apa yang terjadi, dampaknya terhadap pengguna, dan langkah konkret yang sedang dijalankan agar kejadian serupa tidak terulang.
Gangguan berasal dari sisi mitra infrastruktur pihak ketiga yang mendukung tiga fungsi kritis pada platform Pluang: pembaruan harga secara real-time, pembaruan portofolio, dan sebagian alur pemrosesan order. Ketika layanan mitra tersebut mengalami degradasi, fungsi-fungsi yang bergantung padanya ikut terdampak.
Infrastruktur Pluang sendiri dirancang dengan standar ketersediaan tinggi (high availability) dan redundansi di berbagai data center — itulah yang membuat sebagian besar fitur aplikasi tetap dapat beroperasi selama insiden berlangsung. Namun, untuk menjaga integritas portofolio dan transaksi pengguna selama mitra menyelesaikan pemulihan di sisi mereka, Pluang mengambil langkah pencegahan dengan menempatkan aplikasi dalam mode maintenance selama kurang lebih 1 jam.
Selama periode tersebut, sebagian pengguna mengalami:
Harga aset yang tertunda atau tidak diperbarui secara real-time
Pembaruan portofolio yang terhenti sementara
Ketidakmampuan untuk melakukan order
Total durasi insiden: 2 jam 15 menit (11.30 – 13.45 WIB)
Pluang memastikan bahwa tidak ada dana, kepemilikan aset, maupun riwayat transaksi yang terpengaruh sepanjang insiden berlangsung. Gangguan yang terjadi sepenuhnya bersifat teknis pada lapisan akses layanan. Seluruh sistem kini telah kembali beroperasi secara normal.
Meski sistem pemulihan bencana (disaster recovery) yang ada berhasil menangani sebagian besar dampak kegagalan ini, Pluang menyadari bahwa fungsi-fungsi kritis yang berjalan secara real-time memerlukan perlindungan yang lebih kuat terhadap kejadian berskala besar yang melampaui cakupan redundansi di level data center.
Berikut langkah-langkah yang sedang dan akan dijalankan:
Migrasi ke arsitektur multi-cloud — Pluang memperluas cakupan disaster recovery ke setup multi-cloud dengan replikasi data secara kontinu dan failover otomatis, sehingga gangguan pada satu infrastruktur tidak akan langsung berdampak pada pengalaman pengguna.
Peningkatan ketahanan di level aplikasi — Pluang memperkuat lapisan resiliensi khusus untuk pemrosesan order dan pembaruan harga, dua fungsi yang paling kritis bagi pengalaman bertransaksi.
Penguatan SLA dengan mitra infrastruktur — Pluang sedang bekerja sama erat dengan mitra infrastruktur untuk memperkuat komitmen SLA dan mekanisme respons insiden bersama, guna memastikan standar keandalan layanan yang lebih tinggi ke depannya.
Pluang memegang standar keandalan yang tinggi, dan insiden kemarin tidak memenuhi standar tersebut. Pluang meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berterima kasih atas kesabaran serta kepercayaan Sobat Cuan selama proses pemulihan berlangsung.
Untuk pertanyaan atau laporan lebih lanjut terkait insiden ini, Sobat Cuan dapat menghubungi tim support Pluang melalui fitur Chat di dalam aplikasi.
Artikel ini diterbitkan sebagai bentuk komitmen Pluang terhadap transparansi kepada seluruh pengguna.








