
Oracle adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pemimpin global di bidang perangkat lunak basis data, khususnya Oracle Database. Selain itu, perusahaan ini menawarkan solusi perangkat lunak enterprise, layanan cloud computing, serta perangkat keras server dan penyimpanan, terutama setelah mengakuisisi Sun Microsystems. Didirikan pada 1977 oleh Larry Ellison, Bob Miner, dan Ed Oates, Oracle kini bersaing dengan raksasa teknologi seperti Microsoft, IBM, dan SAP di pasar global. ORCL sendiri akan memaparkan hasil laporan keuangan 2Q26 pada tanggal 14 Desember 2025 setelah market close.
Key Highlight
|
| Rating Wall Street | : BUY |
|---|---|
| Target Price (1Y) | : $400 (Jefferies) |
| Upside | : 99.7% (dari harga closing price 24 November 2025 di level US$200.28) |
Beli Call Option ORCL di Sini!
Oracle bersaing langsung dengan raksasa seperti Amazon AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud. Meskipun Oracle Cloud Infrastructure (OCI) bertumbuh cepat, pangsa pasarnya masih jauh lebih kecil dibanding para pemimpin industri. Jika Oracle gagal mengejar inovasi, memperluas jaringan data center, atau menghadirkan harga dan performa yang bersaing, pertumbuhan cloud mereka dapat tertahan. Persaingan yang sangat ketat ini menjadi risiko besar terhadap kemampuan Oracle untuk mempertahankan momentum pertumbuhan AI dan cloud.
Oracle saat ini sedang menandatangani dan merencanakan kontrak cloud bernilai raksasa, termasuk dengan perusahaan AI besar seperti OpenAI dan Meta. Kontrak-kontrak ini mengharuskan Oracle membangun kapasitas data center dalam jumlah sangat besar. Jika permintaan komputasi AI dari klien tidak terealisasi atau tertunda, Oracle berpotensi menanggung investasi infrastruktur yang tidak menghasilkan pendapatan sebanding. Risiko mismatch antara supply dan demand ini dapat membebani neraca perusahaan.
Dengan perubahan model kepemimpinan—Safra Catz mundur dari jabatan CEO dan digantikan oleh struktur co-CEO—Oracle memasuki masa transisi manajemen yang bisa berdampak pada kecepatan eksekusi strategi. Model co-CEO memiliki risiko koordinasi, konflik visi, atau perlambatan pengambilan keputusan, terutama mengingat Oracle sedang berada dalam fase ekspansi besar di sektor AI dan cloud.
Saham Oracle ($ORCL) saat ini berada dalam tren bearish karena berada di bawah 3 level MA kunci, namun kini diperdagangkan di area support kuat yaitu $198-200. Kondisi ini menunjukkan potensi untuk terjadinya rebound dalam jangka pendek. Hingga artikel ini ditulis, ORCL diperdagangkan pada level $198.76. Level resisten pertama di $220. Beberapa indikator seperti RSI, Stochastic & Oscillators menunjukkan sentimen cenderung bullish dan oversold sehingga cenderung menguntungkan saham ORCL dalam jangka pendek.
Area support kunci terdekat berada di kisaran $180 sekaligus sebagai level psikologi yang cukup kuat dan merupakan area demand solid, yang mana jika kembali ke bawah level tersebut, sentimen berubah menjadi bearish. Price action beberapa hari kedepan sangat menentukan namun secara teknikal tetap bullish selama ADBE mampu bertahan di atas level tersebut.

Beli Call Option ORCL di Sini!
Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto Futures, Emas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Kevin Reviro
Kevin Reviro
Bagikan artikel ini