Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Berita & Analisis

Pre Earnings Apple (AAPL): Simak Prospek Keuangan Apple
shareIcon

Pre Earnings Apple (AAPL): Simak Prospek Keuangan Apple

8 Jan 2026, 8:38 AM·Waktu baca: 4 menit
shareIcon
Kategori
Pre Earnings Apple (AAPL): Simak Prospek Keuangan Apple

Apple Inc (ticker: AAPL) adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang memproduksi serta menjual Iphone, Ipad, Mac, Apple Watch, AirPods, iOS, macOS, watchOS, serta menjual layanan digital seperti App Store, Apple Music, iCloud, Apple TV+, Apple Pay, dan lainnya. Apple dijadwalkan akan melaporkan hasil keuangan kuartal pertama (Q1) tahun fiskal 2026 pada hari Kamis, 29 Januari 2026.

Key Highlight

  • Diproyeksikan pada 1Q26, AAPL memiliki pendapatan sebesar US$138.2 miliar (+11.2% YoY), dan EPS di level US$2.67 (+11.3% YoY) 
  • Apple sangat tergantung pada manufaktur di Tiongkok, termasuk dari pemasok seperti Foxconn dan Pegatron. Jika pemerintah AS memberlakukan tarif impor terhadap produk dari Tiongkok, maka biaya untuk membawa iPhone, iPad, dan Mac ke AS meningkat.
  • Secara teknikal, di tengah tekanan koreksi jangka pendek, posisi Stochastic RSI yang sangat oversold di dekat support $259 membuka peluang bagi AAPL untuk melakukan technical rebound.
Rating Wall Street: BUY
Target Price (1Y): $315  (Morgan Stanley)
Upside: 20.98% dari harga closing price 7 Januari 2026 di level US$260.36

$AAPL di Pluang

Beli Call Options $AAPL di Sini!

Beli Saham $AAPL di Sini!

Investment Thesis: 

  • Tahun 2026, AAPL diproyeksikan akan mengeluarkan 20 produk baru, mulai dari iPhone Lipat (iPhone Fold), Iphone 17e, update Mac, hingga produk wearable seperti AirPods Pro 3 yang akan boost topline growth dari AAPL di tahun 2026. 
  • Sedangkan dari sisi selling price, juga diproyeksikan mengalami kenaikan harga jual produk yang dapat menutupi kenaikan biaya komoditas dan inflasi biaya memori (RAM) yang sedang melonjak.
  • Dari sisi kompetisi AI, AAPL telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar $500 miliar (sekitar Rp8.2 triliun) di Amerika Serikat dengan tahun 2029. Monetisasi AI mulai terlihat dari produk-produk Apple dengan adanya update major terhadap Siri dan Apple Intelligence. Selain berinvestasi di AI, AAPL juga menganggarkan biaya Riset dan Pengembangan (R&D) yang mencapai ~$15,9 miliar.
  • Oleh sebab itu, diproyeksikan akan terjadi siklus update secara masif terhadap Iphone 17 (2026-2027) karena saat ini terdapat ~550 juta unit iPhone yang digunakan namun tidak mendukung fitur Apple Intelligence.
  • Selain dari produk, AAPL juga akan mendapatkan penambahan revenue dari kenaikan harga layanan. Apple memiliki ekosistem yang sangat loyal (lebih dari 2.2 miliar perangkat aktif), sehingga mereka memiliki "kekuatan harga" (pricing power) yang cukup besar. Hal ini sejalan dengan pendapatan sektor services, dimana untuk FY25, Apple meraih total pendapatan sekitar $416 miliar, dengan sektor Layanan memberikan kontribusi rekor tertinggi dalam sejarah
  • AAPL diprediksi akan melakukan penyesuaian harga (kenaikan) secara bertahap untuk layanan seperti Apple TV+, Apple Music, dan iCloud+. Kenaikan sebesar $1 - $2 per bulan mungkin terasa kecil bagi konsumen individu, namun memberikan dampak miliaran dolar pada total pendapatan tahunan.
  • Pertumbuhan layanan services akan sangat menguntungkan AAPL karena:
    • Margin Keuntungan: Margin laba kotor di sektor Services biasanya berada di atas 70%, jauh dibandingkan produk hardware (seperti iPhone/Mac) yang berada di kisaran 35-40%.
    • Pendapatan Berulang (Recurring Revenue): Berbeda dengan iPhone yang dibeli satu kali setiap 2-3 tahun, layanan ini memberikan pemasukan stabil setiap bulan kepada Apple, sehingga membuat nilai perusahaan (valuasi) menjadi lebih menarik 
  • Valuasi: AAPL saat ini berada di angka 32.68x Forward P/E dan 9.77x Price / Sales

Risiko:

Ancaman Tarif Trump Berpotensi Meningkatkan Biaya Produksi 

Apple sangat tergantung pada manufaktur di Tiongkok, termasuk dari pemasok seperti Foxconn dan Pegatron. Jika pemerintah AS memberlakukan tarif impor terhadap produk dari Tiongkok, maka biaya untuk membawa iPhone, iPad, dan Mac ke AS meningkat. Apple punya dua opsi buruk:

- Menyerap biaya itu sendiri → margin keuntungan turun.

- Menaikkan harga jual produk di AS → penjualan bisa turun.

Persaingan Ketat di Pasar Teknologi

Apple bersaing ketat dengan: 

- Samsung, Xiaomi, Huawei di hardware

- Google, Microsoft, Amazon di layanan cloud, AI, dan software

Perang harga, inovasi AI, dan strategi distribusi lawan bisa menggoyang posisi Apple

Risiko Inovasi & Adaptasi AI

Apple dianggap agak tertinggal dalam perlombaan AI, dibanding Microsoft (OpenAI), Google (Gemini), atau Meta. Investor khawatir jika Apple gagal menghadirkan inovasi AI yang kompetitif.

Risiko Security 

Apple berencana untuk menggunakan OpenAI atau Anthropic untuk menggerakkan Siri. Hal ini mengartikan bahwa terdapat risiko security data dan privasi pengguna karena Siri memproses data pribadi (lokasi, pesan, kontak). Jika data dikirim ke AI eksternal, bisa terjadi kebocoran privasi. Selain itu, citra dan kepercayaan Apple juga berpotensi tercoreng karena selama ini Apple dikenal karena mengutamakan privasi dan kontrol lokal (on-device).

Risiko Penundaan iPhone 18 (2026)

  • Isu Jadwal: Ada potensi iPhone 18 model standar ditunda hingga awal 2027, sementara model Pro dan iPhone Lipat tetap rilis September 2026.
  • Penyebab: Kesulitan integrasi sistem AI yang kompleks dan kelangkaan komponen memori (RAM) khusus AI.
  • Risiko Investasi: Jika penundaan tidak dikelola dengan baik, Apple berisiko kehilangan momentum penjualan di musim liburan akhir tahun dan potensi penurunan saham sementara.

Technical

AAPL saat ini sedang mengalami tekanan koreksi jangka pendek (short-term bearish) karena harga bergerak di bawah level MA 20 dan MA 50, meskipun tren besar jangka panjang masih terjaga di atas MA 200. Level resisten dinamis terdekat berada di kisaran $273 yang merupakan area pertemuan ("death cross") antara MA 20 dan MA 50. Indikator Stochastic RSI menunjukkan kondisi extreme oversold (sangat jenuh jual) di area bawah, yang mengindikasikan tekanan jual mungkin sudah mulai terbatas dan membuka peluang terjadinya technical rebound.

Area support kunci terdekat berada di level $259 yang merupakan area resisten sebelumnya (previous high) yang kini berfungsi sebagai support. Jika harga gagal bertahan di level ini, risiko penurunan lanjutan akan terbuka menuju support kuat berikutnya di $236 atau MA 200 di $232. Namun, dengan posisi indikator yang sudah sangat oversold, skenario rebound cukup potensial selama area $259 mampu dipertahankan.

Beli Call Options $AAPL di Sini!

Beli Saham $AAPL di Sini!

Investasi dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto FuturesEmas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Ditulis oleh
channel logo

Davion Arsinio

Right baner

Davion Arsinio

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
earnings call
Produknya Mendunia, Laba per Saham Nike 26% di Atas Ekspektasi Analis
news card image
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1