
Key Highlights
|
Beli Call Option NFLX di Sini!
Per Q1 2026 (dilaporkan 16 April 2026) — data keanggotaan terkini yang tersedia, karena Netflix menghentikan pengungkapan angka penambahan pelanggan triwulanan sejak akhir 2024 namun tetap melaporkan total keanggotaan setiap kuartal — NFLX tercatat memiliki lebih dari 325 juta pelanggan berbayar secara global, dengan rincian EMEA 101,13 juta, Amerika Serikat & Kanada 89,63 juta, Asia Pasifik 57,54 juta, dan Amerika Latin 53,33 juta (sumber: Q1 2026 Shareholder Letter Netflix, 16 April 2026). Menurut eMarketer, Netflix mencatat average revenue per user (ARPU) sekitar US$43,29 per bulan pada paket beriklan, jauh melampaui US$10,50 per bulan pada paket tanpa iklan.
Netflix mencatat conversion rate 93%, artinya sekitar 93% pengguna uji coba beralih menjadi pelanggan berbayar. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Amazon Prime, yang memiliki conversion rate sekitar 73%, menunjukkan efektivitas Netflix dalam mengonversi pengguna menjadi pelanggan tetap.
Pada Oktober 2025, Netflix sempat mengumumkan rencana akuisisi Warner Bros. senilai sekitar US$82,7 miliar (struktur ekuitas US$72 miliar), yang akan mencakup aset studio film, HBO/HBO Max, dan properti hiburan utama, dengan potensi pangsa pasar gabungan di atas 30% serta tambahan utang sekitar US$34,6 miliar. Namun, pada 26 Februari 2026 Netflix resmi menyatakan tidak akan menaikkan penawarannya setelah proposal Paramount Skydance dinilai sebagai Superior Proposal oleh dewan Warner Bros. Discovery — akuisisi ini akhirnya jatuh ke tangan Paramount Skydance, bukan Netflix. Sebagai bagian dari pengakhiran kesepakatan ini, Netflix menerima biaya pembatalan (termination fee) sebesar US$2,8 miliar dari Warner Bros. Discovery, yang tercatat sebagai pendapatan lain-lain dan turut mendongkrak laba bersih Netflix pada Q1 2026 (sumber: siaran pers resmi Netflix, ir.netflix.net, 26 Februari 2026; Q1 2026 Shareholder Letter Netflix, 16 April 2026).
Risiko kenaikan leverage utang, penurunan arus kas bebas jangka pendek, dan tantangan integrasi di atas sudah tidak relevan bagi Netflix karena perusahaan resmi mundur dari proses akuisisi ini pada Februari 2026; Warner Bros. Discovery beralih ke Paramount Skydance.
Amazon Prime Video, Disney+ (dengan ESPN+/Hulu), dan Max terus meningkatkan pangsa pasar mereka. Dengan demikian, Netflix harus terus berinovasi dalam menciptakan film sendiri atau membeli lisensi agar bisa bersaing dengan kompetitornya seperti menawarkan judul-judul film yang menarik. Hal ini ditujukan agar Netflix tidak kehilangan pangsa pasarnya serta mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang positif.
Netflix berencana meningkatkan belanja konten sekitar 10% menjadi sekitar US$20 miliar pada 2026, naik dari sekitar US$18 miliar pada 2025 — mengindikasikan risiko tekanan margin dari belanja konten yang justru semakin besar, bukan mengecil (sumber: pengumuman manajemen pada Laporan Keuangan Q4 2025, Januari 2026).
Risiko utama dari strategi ini:
Margin operasi dapat tertekan jika pertumbuhan pendapatan tidak mampu mengimbangi kenaikan belanja konten, terutama di fase kompetisi ketat.
Saham Netflix (NFLX) sedang dalam tekanan jual yang cukup dalam menjelang laporan kuartal ketiga 2026 yang dijadwalkan rilis pada 20 Oktober 2026 setelah market tutup. Berdasarkan data perdagangan terakhir per 18 September 2026, NFLX ditutup di $71.79, anjlok -3.52 poin atau -4.67% dalam sehari, dengan rentang harian antara $70.11-$72.38 dan volume yang melonjak signifikan ke 114.41 juta lembar saham — jauh di atas rata-rata volume harian selama beberapa bulan terakhir. Lonjakan volume disertai candle merah besar ini mengindikasikan tekanan jual yang kuat dan bisa menjadi sinyal capitulation jangka pendek, namun juga menegaskan bahwa sentimen pasar terhadap saham ini masih negatif menjelang earnings.
Secara struktur tren jangka menengah-panjang, NFLX masih berada dalam downtrend yang cukup jelas sejak puncaknya di area $136 pada pertengahan 2025. Per penutupan 18 September 2026, harga diperdagangkan di bawah seluruh moving average utama: MA 20 hari berada di $78.91, MA 50 hari di $75.72, dan SMA 200 hari di $85.48 yang sendiri sudah menunjukkan slope menurun — konfirmasi bahwa tren besar (long-term trend) masih bearish. Yang perlu diperhatikan, MA 20 dan MA 50 tampak mulai saling mendekat kembali di kisaran $74-75, dan jika MA 20 turun memotong ke bawah MA 50 (death cross), ini akan memperkuat sinyal bearish jangka menengah. Sebaliknya, area $75.72-$78.91 (MA 50 dan MA 20) kini menjadi resistance teknikal terdekat yang perlu direbut kembali oleh harga untuk mengubah struktur jangka pendek menjadi lebih netral.
Dari sisi momentum, indikator Stochastic RSI (3,3,14,14) pada penutupan 18 September 2026 sudah berada di zona oversold ekstrem dengan %K di 3.37 dan %D di 15.21, jauh di bawah threshold 20. Berdasarkan pola historis pada chart yang sama, kondisi oversold seperti ini beberapa kali sebelumnya memicu technical bounce jangka pendek, sehingga ada kemungkinan NFLX mengalami rebound minor dalam beberapa sesi ke depan sebelum melanjutkan tren utamanya. Namun perlu dicatat bahwa Stochastic RSI bisa tetap berada di zona oversold cukup lama pada saham yang sedang mengalami downtrend kuat (oversold does not always mean reversal), sehingga sinyal ini sebaiknya dikonfirmasi dengan price action dan volume, bukan dijadikan sinyal beli tunggal.
Dengan earnings call Q3 2026 baru dijadwalkan sebulan lebih ke depan pada 20 Oktober, struktur teknikal NFLX per 18 September 2026 secara keseluruhan masih condong bearish-to-neutral: harga terjebak di bawah seluruh moving average utama, tren SMA 200 masih menurun, dan volume jual yang tinggi mengindikasikan keraguan pelaku pasar terhadap prospek jangka pendek. Level $75-79 menjadi resistance kunci yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi pembalikan arah, sementara area $68-70 (mendekati low beberapa bulan terakhir) menjadi support yang perlu dijaga agar downtrend tidak berlanjut lebih dalam. Dengan jarak waktu yang masih cukup panjang menuju tanggal rilis earnings, pergerakan harga dalam beberapa minggu ke depan kemungkinan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen teknikal dan berita sektor ketimbang katalis fundamental langsung dari Netflix.

Beberapa perkembangan berikut terjadi menjelang laporan keuangan Q3 2026 Netflix pada 20 Oktober 2026 dan belum tercermin dalam analisis di atas:
Wells Fargo menurunkan rating NFLX menjadi Underweight dari Equal Weight dan memangkas target harga dari US$80 menjadi US$57 — level yang kini menjadi batas bawah rentang konsensus analis (US$57–US$135) pada tabel di atas. Alasan utama: tren engagement yang "mengkhawatirkan", dengan proyeksi jam tonton 100 konten original teratas Netflix turun lebih dari 20% YoY pada paruh kedua 2026 akibat minimnya serial hit baru. Saham NFLX turun 4,67% pada hari pengumuman ini (sumber: Wells Fargo, via Yahoo Finance & The Motley Fool, 18 September 2026).
Netflix menaikkan harga seluruh paket langganan di Amerika Serikat untuk kedua kalinya dalam kurang dari dua tahun: paket beriklan naik dari US$7,99 menjadi US$8,99, paket Standard dari US$17,99 menjadi US$19,99, dan paket Premium dari US$22,99 menjadi US$26,99. Kuartal Q3 2026 adalah kuartal penuh pertama yang sepenuhnya mencerminkan dampak kenaikan harga ini terhadap pendapatan (sumber: pemberitaan Associated Press, 26 Maret 2026).
Pendapatan dari paket beriklan Netflix diproyeksikan berlipat ganda menjadi sekitar US$3 miliar pada 2026, dengan lebih dari 60% pendaftar baru di pasar yang menawarkan paket beriklan memilih paket tersebut, dan jumlah pengiklan naik sekitar 70% YoY menjadi lebih dari 4.000 (sumber: Laporan Keuangan Q1 2026 Netflix, 16 April 2026).
Investor di Indonesia dapat membeli saham Netflix (NFLX) melalui Pluang dengan langkah-langkah berikut:
Unduh aplikasi Pluang, daftar, dan selesaikan proses verifikasi KYC untuk mengaktifkan akses ke produk Saham AS.
Isi saldo akun dalam mata uang USD melalui metode deposit yang tersedia di aplikasi Pluang.
Buka menu Saham AS, ketik "NFLX" pada kolom pencarian untuk membuka halaman detail saham Netflix.
Masukkan jumlah saham atau nominal USD yang ingin dibelanjakan — Pluang mendukung fractional share sehingga pembelian bisa dimulai dari US$1 — lalu konfirmasi order.
Berbeda dari saham IDX yang diperdagangkan dalam satuan 1 lot (100 lembar), saham AS termasuk NFLX di Pluang tidak menggunakan sistem lot — saham dapat dibeli per lembar, bahkan pecahan lembar (fractional share), mulai dari US$1 untuk order pasar (US$1,5 untuk order limit/stop). Berikut estimasi biaya membeli NFLX berdasarkan harga penutupan 18 September 2026:
| Jumlah Saham | Harga per Saham (18 Sept 2026) | Estimasi Total Biaya |
|---|---|---|
| 0,1 saham (fractional) | US$71,79 | US$7,18 |
| 1 saham | US$71,79 | US$71,79 |
| 5 saham | US$71,79 | US$358,95 |
| 10 saham | US$71,79 | US$717,90 |
Harga aktual mengikuti pergerakan pasar real-time saat order dieksekusi di Pluang.
Beli Call Option NFLX di Sini!
| Tanggal | Perubahan |
|---|---|
| 22 Desember 2025 | Artikel dipublikasikan menjelang laporan keuangan Q4 FY2025 (pre-earnings). |
| 18 September 2026 | Angka Kunci, tabel harga, dan 2 H2 baru ditambahkan (cara beli & estimasi biaya). Data pelanggan, valuasi, akuisisi WBD, dan belanja konten diperbarui; bagian "Katalis Terbaru Q3 2026" ditambahkan. |
Download aplikasi Pluang untuk investasi di 1000+ pilihan aset yang mencakup Saham AS & ETF, Options Trading untuk Saham AS & ETF, Aset Crypto, Crypto Futures, Emas, dan juga puluhan produk Reksa Dana, semua mulai dari Rp10.000 saja! Di Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena Pluang sudah bekerja sama dengan mitra-mitra tepercaya yang memiliki izin dan diawasi oleh lembaga pemerintah terkait. Yuk, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.
Semua investasi memiliki risiko, termasuk kemungkinan hilangnya nilai investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu berdasarkan profil risiko dan kemampuan finansial masing-masing.


