ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Saham Syariah: Pengertian, Daftar JII, ISSI, dan Cara Beli 2026
shareIcon

Saham Syariah: Pengertian, Daftar JII, ISSI, dan Cara Beli 2026

26 May 2026, 2:18 PM
·
Waktu baca: 7 menit
shareIcon
aplikasi-saham-syariah-di-smartphone-dengan-latar-masjid-cara-beli-saham-syariah-di-pluang
Saham syariah adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal, sebagaimana ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI). Artinya, saham ini berasal dari perusahaan yang kegiatan usahanya halal, struktur keuangannya memenuhi rasio tertentu, dan bebas dari unsur riba, gharar (ketidakpastian berlebih), dan maysir (perjudian).

Bagi investor Muslim di Indonesia, saham syariah menjadi jalan masuk ke pasar modal yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Di artikel ini, kamu akan menemukan pengertian lengkap saham syariah, perbedaannya dengan saham konvensional, daftar indeks JII dan ISSI, jawaban atas pertanyaan "apakah saham haram?", serta cara membelinya di Pluang.


Apa Itu Saham Syariah?

Saham syariah adalah saham dari perusahaan publik yang telah lulus seleksi ketat berdasarkan Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK setiap enam bulan sekali (Mei dan November). Sebuah saham masuk DES apabila memenuhi dua syarat utama:

1. Syarat Bisnis (Kualitatif) 

Perusahaan tidak boleh menjalankan usaha yang dilarang secara syariah, antara lain:

  • Perjudian dan permainan berbasis untung-rugi

  • Perdagangan yang dilarang (riba, penipuan, atau yang mengandung gharar)

  • Produksi, distribusi, atau perdagangan barang dan jasa haram (alkohol, babi, senjata ilegal)

  • Layanan keuangan berbasis bunga (bank dan asuransi konvensional)

2. Syarat Keuangan (Kuantitatif) 

Total utang berbasis bunga dibandingkan total aset tidak boleh melebihi 45%, dan total pendapatan non-halal dibandingkan total pendapatan tidak boleh melebihi 10%.

Jika suatu emiten lolos kedua syarat tersebut, sahamnya masuk ke DES dan dapat diperdagangkan oleh investor yang menginginkan portofolio berbasis prinsip Islam.


Apakah Saham Haram? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pertanyaan "apakah saham haram?" adalah salah satu yang paling sering diajukan investor Muslim pemula. Jawabannya: tidak semuanya, tergantung jenis sahamnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003 menyatakan bahwa transaksi saham diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi syarat:

  1. Saham berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha halal

  2. Transaksi dilakukan secara spot (langsung), bukan spekulatif jangka pendek yang menyerupai judi

  3. Tidak ada unsur riba, gharar, atau maysir dalam mekanisme transaksinya

Yang dihukumi haram adalah:

  • Short selling (jual saham yang belum dimiliki)

  • Margin trading dengan bunga

  • Saham dari perusahaan yang core business-nya haram

  • Transaksi yang murni spekulatif tanpa analisis fundamental

Jadi, membeli saham syariah dari emiten halal untuk tujuan investasi jangka panjang, secara umum diperbolehkan oleh ulama dan lembaga fatwa resmi di Indonesia.


Apa Itu Jakarta Islamic Index (JII)?

Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham syariah pertama di Indonesia, diluncurkan pada Juli 2000 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan PT Danareksa Investment Management. JII memuat 30 saham syariah paling likuid yang terdaftar di BEI dan telah masuk Daftar Efek Syariah (DES).

Kriteria Masuk JII (IDX: JII)

Untuk masuk ke indeks JII, suatu saham harus:

  1. Terdaftar dalam DES yang diterbitkan OJK

  2. Memiliki rata-rata kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir

  3. Memiliki rata-rata nilai transaksi harian tertinggi dalam 12 bulan terakhir

  4. Telah tercatat di BEI minimal 3 bulan

JII direview dua kali setahun (Januari dan Juli) untuk memastikan konstituennya tetap relevan dan memenuhi syarat. Indeks ini menjadi tolok ukur (benchmark) utama bagi reksa dana syariah dan investor institusi yang berkomitmen pada investasi berbasis prinsip Islam di Indonesia.

JII 70

Selain JII 30, BEI juga memiliki JII 70 yang memuat 70 saham syariah paling likuid — memperluas cakupan pilihan saham syariah bagi investor yang ingin diversifikasi lebih luas.


Apa Itu ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia)?

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) diluncurkan BEI pada Mei 2011 dan merupakan indeks yang mencerminkan keseluruhan saham syariah yang terdaftar di BEI — bukan hanya 30 atau 70 yang paling likuid.

Perbedaan

JII

ISSI

Jumlah konstituen

30 saham

Seluruh saham syariah di BEI (~460+ emiten)

Dasar seleksi

Likuiditas + syariah

Syariah saja (masuk DES)

Fungsi

Benchmark likuiditas syariah

Barometer pasar saham syariah keseluruhan

Di-review

2x setahun (Jan & Jul)

2x setahun (Mei & Nov, mengikuti DES)

Cocok untuk

Investor yang ingin "blue chip syariah"

Investor yang ingin gambaran pasar syariah menyeluruh

Singkatnya: JII adalah bagian dari ISSI. Semua saham di JII pasti ada di ISSI, tapi tidak semua saham di ISSI masuk JII karena JII memfilter berdasarkan likuiditas.


Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional

Aspek

Saham Syariah

Saham Konvensional

Emiten

Hanya perusahaan halal

Semua sektor, termasuk bank konvensional, rokok, alkohol

Screening

Wajib masuk DES (OJK)

Tidak ada screening khusus

Transaksi dilarang

Short selling, margin berbunga

Tidak ada batasan khusus

Indeks acuan

JII, JII 70, ISSI

LQ45, IDX30, Kompas100

Potensi return

Kompetitif, tergantung kinerja emiten

Sama, tergantung kinerja emiten

Risiko

Sama dengan saham pada umumnya

Sama

Penting untuk dipahami: return saham syariah bisa sama kompetitifnya dengan saham konvensional. Beberapa emiten di JII adalah perusahaan besar dan likuid seperti dari sektor consumer goods, telekomunikasi, infrastruktur, dan energi terbarukan.


Daftar Sektor Saham yang Termasuk Syariah

Berdasarkan kriteria DES, berikut sektor-sektor yang umumnya lolos sebagai saham syariah:

  • ✅ Pertambangan (non-alkohol, non-rokok)

  • ✅ Perkebunan dan agrikultur halal

  • ✅ Infrastruktur dan konstruksi

  • ✅ Teknologi dan telekomunikasi

  • ✅ Ritel dan consumer goods halal

  • ✅ Properti

  • ✅ Manufaktur (produk halal)

  • ✅ Energi dan utilitas

Sektor yang umumnya tidak lolos DES:

  • ❌ Bank dan asuransi konvensional (berbasis bunga)

  • ❌ Produsen rokok

  • ❌ Perusahaan yang memproduksi atau mendistribusikan alkohol

  • ❌ Industri hiburan dewasa

  • ❌ Perusahaan dengan rasio utang berbasis bunga > 45% total aset


Keuntungan dan Risiko Investasi Saham Syariah

Keuntungan Saham Syariah

1. Sesuai Prinsip Islam 

Bagi investor Muslim, aspek ketenangan batin (peace of mind) karena berinvestasi pada aset halal adalah nilai yang tidak ternilai.

2. Seleksi Kualitas Otomatis

Proses screening DES secara tidak langsung menyaring perusahaan dengan rasio utang yang sehat (maksimal 45%). Ini berarti emiten syariah cenderung memiliki struktur keuangan yang lebih konservatif dan lebih tahan krisis.

3. Pilihan Emiten yang Terus Bertumbuh 

Jumlah saham dalam DES terus bertambah setiap tahun. Per 2025-2026, lebih dari 460 emiten masuk daftar syariah — lebih dari separuh total emiten di BEI.

4. Diawasi Otoritas Ganda 

Selain diawasi OJK sebagai regulator pasar modal, saham syariah juga diawasi dari aspek kepatuhan syariah oleh DSN-MUI — memberikan lapisan pengawasan tambahan.

Risiko Saham Syariah

  • Risiko pasar: Harga saham syariah tetap bisa naik dan turun mengikuti kondisi pasar

  • Risiko likuiditas: Tidak semua saham syariah di DES sepopuler dan selikuid saham di JII

  • Risiko perubahan status: Saham yang hari ini syariah bisa keluar DES di review berikutnya jika kondisi keuangan emiten berubah

  • Risiko konsentrasi sektor: Menghindari sektor perbankan konvensional bisa membatasi diversifikasi di sektor finansial

⚠️ Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Pastikan kamu memahami profil risiko sebelum berinvestasi.


Cara Beli Saham Syariah di Pluang

Pluang adalah platform investasi multi-aset yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, menyediakan akses ke saham Indonesia — termasuk saham-saham yang terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES). Berikut langkah-langkahnya:

Langkah 1 — Unduh dan Daftar di Pluang

Unduh aplikasi Pluang di App Store atau Google Play. Lakukan registrasi dan verifikasi identitas (KYC) menggunakan KTP dan selfie. 

Langkah 2 — Buka Akun Saham

Di dalam aplikasi, pilih menu Saham Indonesia dan ikuti proses pembukaan rekening efek. Kamu akan diminta mengisi data tambahan sesuai persyaratan Bursa Efek Indonesia.

Langkah 3 — Top Up Dana

Lakukan deposit ke rekening dana nasabah (RDN) kamu melalui transfer bank. Dana ini yang akan digunakan untuk membeli saham.

Langkah 4 — Cari Saham Syariah

Gunakan fitur pencarian di Pluang. Kamu bisa langsung mencari kode emiten (misalnya saham-saham yang masuk JII) atau filter berdasarkan sektor. Untuk memastikan status syariah, cek DES terbaru di situs OJK atau BEI.

Langkah 5 — Beli Saham

Masukkan kode saham, jumlah lot yang ingin dibeli, dan konfirmasi transaksi. Satu lot = 100 lembar saham. Transaksi dilakukan secara spot (T+2), sesuai ketentuan syariah.

Langkah 6 — Pantau Portofolio

Setelah membeli, pantau performa portofolio saham syariah kamu secara real-time di aplikasi Pluang.


Tips Memilih Saham Syariah yang Baik untuk Pemula

1. Mulai dari Konstituen JII 

Saham-saham di JII adalah yang paling likuid di antara saham syariah. Ini memudahkan kamu untuk masuk dan keluar posisi kapan saja tanpa khawatir sulit menemukan pembeli.

2. Perhatikan Fundamental Emiten 

Sama seperti saham konvensional, analisis fundamental tetap penting. Cek pendapatan, laba bersih, dan rasio valuasi seperti Price-to-Earnings (P/E) dan Price-to-Book Value (PBV).

3. Diversifikasi Antar Sektor 

Meski sektor finansial konvensional tidak tersedia, kamu masih bisa diversifikasi antara emiten di sektor konsumer, telekomunikasi, infrastruktur, dan energi.

4. Cek Status DES Secara Berkala 

DES diperbarui dua kali setahun. Setelah periode review, beberapa saham bisa keluar dari daftar. Selalu cek status syariah saham kamu setelah OJK menerbitkan DES terbaru.

5. Investasi Jangka Panjang 

Prinsip syariah sangat selaras dengan investasi jangka panjang berbasis nilai (value investing). Hindari trading jangka sangat pendek yang cenderung spekulatif.


Pertanyaan Umum (FAQ) Saham Syariah

1. Apakah saham syariah lebih aman dari saham biasa? Tidak selalu "lebih aman" dalam arti bebas risiko pasar. Namun, screening keuangan DES (batasan rasio utang) membuat emiten syariah cenderung lebih konservatif secara finansial, yang bisa menjadi keunggulan dalam kondisi pasar yang volatile.

2. Apa bedanya JII dan ISSI? JII memuat 30 saham syariah paling likuid, sementara ISSI mencakup seluruh saham syariah di BEI (460+ emiten). JII adalah subset dari ISSI.

3. Apakah dividen dari saham syariah halal? Ya. Dividen yang berasal dari keuntungan usaha halal perusahaan syariah adalah halal. Yang perlu dihindari adalah pendapatan dari bunga atau aktivitas haram.

4. Bisakah non-Muslim berinvestasi di saham syariah? Tentu bisa. Saham syariah terbuka untuk semua investor tanpa memandang agama. Banyak investor non-Muslim memilih saham syariah karena alasan seleksi kualitas dan konservatisme keuangan emiten.

5. Seberapa sering DES diperbarui? OJK menerbitkan DES dua kali setahun: sekitar bulan Mei dan November. Artinya, status syariah suatu saham bisa berubah setiap enam bulan.

6. Apakah trading saham harian (day trading) halal? Ini area yang masih diperdebatkan ulama. Sebagian ulama memperbolehkan selama tidak ada unsur gharar berlebihan, sementara sebagian lain menganjurkan investasi jangka panjang yang lebih jelas. Sebaiknya konsultasikan dengan ulama atau lembaga fatwa terpercaya.

7. Di mana saya bisa melihat daftar lengkap saham syariah? Kamu bisa mengakses Daftar Efek Syariah (DES) terbaru langsung di situs resmi OJK atau di halaman indeks syariah BEI.

8. Apakah semua produk di Pluang bisa digunakan untuk investasi syariah? Pluang menyediakan akses ke saham Indonesia termasuk saham-saham dalam DES. Untuk pertanyaan spesifik tentang kepatuhan syariah setiap produk, kamu bisa menghubungi tim Pluang melalui aplikasi.


Kesimpulan

Saham syariah adalah pilihan investasi yang sah secara hukum Islam dan kompetitif secara finansial. Dengan lebih dari 460 emiten dalam Daftar Efek Syariah, dua indeks utama (JII dan ISSI) sebagai acuan, serta pengawasan berlapis dari OJK dan DSN-MUI, pasar saham syariah Indonesia adalah salah satu yang paling berkembang di dunia.

Bagi kamu yang ingin memulai investasi saham syariah, langkahnya sederhana: pahami prinsip dasarnya, mulai dari saham-saham di JII yang likuid, dan gunakan platform terpercaya yang terdaftar di OJK.

Mulai investasi saham syariah sekarang di Pluang — platform investasi multi-aset yang terdaftar dan diawasi OJK.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1