
Saham bank digital adalah saham perusahaan perbankan yang melayani nasabah terutama melalui aplikasi dan kanal digital, dengan jaringan kantor fisik yang sangat terbatas. SeaBank belum tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski per semester I 2026 bank ini membukukan laba bersih Rp749,26 miliar dengan total aset Rp52,97 triliun (sumber: ANTARA, 18 Agustus 2026). Di BEI, ada tujuh emiten bank digital yang bisa dibeli mulai 1 lot (100 lembar): AGRO, AMAR, ARTO, BANK, BBHI, BBYB, dan SUPA.
Artikel ini membahas hubungan SeaBank dengan saham Sea Limited (SE) di bursa AS, daftar dan data kinerja emiten bank digital di BEI, cara menghitung harga 1 lot, metrik untuk menilai bank digital, risikonya, serta cara membelinya di Pluang.
Saham bank digital adalah bukti kepemilikan sebagian atas bank yang menjalankan layanan intinya, seperti pembukaan rekening, tabungan, dan kredit, lewat aplikasi. Karena tidak bergantung pada jaringan cabang, bank digital umumnya menekan biaya operasional dan mengandalkan ekosistem mitra, seperti platform e-commerce, transportasi daring, atau grup media, untuk menjangkau nasabah.
Sektor ini menarik perhatian investor karena banyak bank digital mulai konsisten mencetak laba. Pada semester I 2026, seluruh tujuh emiten bank digital di BEI melaporkan laba bersih, dengan pertumbuhan yang berbeda-beda (lihat tabel di bawah).
Saham SeaBank belum bisa dibeli di BEI karena PT Bank SeaBank Indonesia belum melakukan penawaran umum perdana (IPO). SeaBank adalah bagian dari Sea Limited, perusahaan teknologi asal Singapura yang sahamnya tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode SE, dan juga menaungi Shopee serta Garena.
Bisnis keuangan digital Sea Limited kini bernama Monee (sebelumnya SeaMoney). Menurut laporan kuartal II 2026 Sea Limited (11 Agustus 2026):
1. Pendapatan total Sea Limited mencapai USD7,8 miliar, naik 48,1% secara tahunan.
2. Pendapatan Monee mencapai USD1,4 miliar, naik 58,9% secara tahunan.
3. Portofolio pinjaman konsumen dan UMKM Monee mencapai USD11,1 miliar, dengan rasio kredit bermasalah di atas 90 hari sebesar 1,0%.
Yang perlu dipahami, membeli saham SE berarti memiliki eksposur ke seluruh bisnis Sea Limited, yaitu e-commerce, gaming, dan keuangan digital di berbagai negara, bukan hanya SeaBank Indonesia. Kinerja saham SE juga dipengaruhi kondisi pasar AS dan nilai tukar dolar.
Ada tujuh emiten bank digital di BEI, dan seluruhnya membukukan laba bersih pada semester I 2026. Tabel berikut disusun berdasarkan urutan kode saham, bukan peringkat:
Kode | Emiten | Ekosistem terafiliasi | Laba bersih S1 2026 (Rp miliar) | Pertumbuhan tahunan | Sumber (tanggal) |
AGRO | PT Bank Raya Indonesia Tbk | BRI | 12,01 | – | Suara.com (30 Juli 2026) |
AMAR | PT Bank Amar Indonesia Tbk | Tolaram | 143,56 | +21,66% | StockWatch; detikFinance (5 Agustus 2026) |
ARTO | PT Bank Jago Tbk | GoTo | 189,07 | +48,79% | Bisnis.com (23 Juli 2026); Dataindonesia.id |
BANK | PT Bank Aladin Syariah Tbk | Aladin Global Ventures | 38,38 | – | Bisnis.com (22 September 2026) |
BBHI | PT Allo Bank Indonesia Tbk | CT Corp | 234 | – | Kontan (31 Juli 2026) |
BBYB | PT Bank Neo Commerce Tbk | Akulaku | 294,85 | +6,8% | Bisnis.com (31 Juli 2026); StockWatch |
SUPA | PT Super Bank Indonesia Tbk | Emtek, Grab, Singtel, KakaoBank | 182,60 | +790% | Bisnis.com dan Kompas (29 Juli 2026) |
Angka ini bukan cerminan performa mendatang
Periode data: 1 Januari 2026–30 Juni 2026 · Data per 30 Juni 2026
Informasi hanya untuk identifikasi, bukan rekomendasi investasi.
Perlu dicatat, pertumbuhan laba yang sangat tinggi, seperti pada SUPA, sebagian besar mencerminkan basis laba yang masih kecil pada periode yang sama tahun sebelumnya. SUPA sendiri baru tercatat di BEI pada 17 Desember 2025 dengan harga IPO Rp635 per saham.
Dari sisi total aset per Juni 2026, SeaBank yang belum tercatat di BEI memiliki aset Rp52,97 triliun, disusul Bank Jago (ARTO) Rp41,42 triliun dan Superbank (SUPA) Rp27,01 triliun (sumber: Bisnis.com, 22 September 2026).
Bank | Kode BEI | Total aset Juni 2026 (Rp triliun) | Pertumbuhan aset tahunan |
SeaBank | Belum tercatat | 52,97 | +43,07% |
Bank Jago | ARTO | 41,42 | +27,73% |
Superbank | SUPA | 27,01 | +81,53% |
Bank Neo Commerce | BBYB | 17,45 | −2,83% |
Allo Bank | BBHI | 15,57 | +9,86% |
Bank Aladin Syariah | BANK | 15,14 | – |
Sumber: Bisnis.com (22 September 2026), berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026. Data AGRO dan AMAR tidak tercantum dalam sumber tersebut.
Aset yang lebih besar tidak otomatis berarti kinerja saham yang lebih baik. Investor biasanya membandingkan aset dengan kualitas kredit, profitabilitas, dan valuasi.
Harga 1 lot saham bank digital di BEI adalah harga per lembar dikali 100, karena 1 lot saham berisi 100 lembar. Sebagai contoh historis, pada harga IPO SUPA Rp635 per saham (Desember 2025), 1 lot setara Rp63.500 di luar biaya transaksi.
Harga saham bergerak setiap hari bursa, jadi selalu cek harga terbaru sebelum bertransaksi, misalnya melalui halaman Saham Indonesia di aplikasi Pluang. Untuk saham SE di bursa AS, transaksi di Pluang bisa dilakukan secara fraksional mulai USD1,00 (Market Order).
Sebagian bank digital sudah mulai membagikan dividen. Bank Amar (AMAR) menetapkan dividen interim sebesar Rp3,9 per saham, atau Rp390 per lot, dengan cum date 11 Agustus 2026 dan pembayaran 28 Agustus 2026 (sumber: detikFinance, 5 Agustus 2026). Nilai tersebut setara 48,94% dari laba bersih semester I 2026 AMAR.
Bank digital yang masih dalam fase ekspansi umumnya menahan laba untuk memperkuat modal dan menyalurkan kredit. Untuk mengetahui jadwal dividen setiap emiten, cek pengumuman aksi korporasi di situs BEI.
Angka ini bukan cerminan performa mendatang
Periode data: 1 Januari 2026–30 Juni 2026 · Data per 5 Agustus 2026
Cara menilai saham bank digital adalah dengan melihat kombinasi pertumbuhan nasabah, profitabilitas, kualitas kredit, dan valuasi, bukan hanya pertumbuhan laba. Berikut lima metrik utamanya.
Nasabah aktif adalah sumber pendapatan bank digital. SeaBank, misalnya, melaporkan 35 juta nasabah aktif per semester I 2026 (ANTARA, 18 Agustus 2026). Perhatikan juga apakah pertumbuhan nasabah diikuti pertumbuhan transaksi dan kredit.
NIM adalah selisih antara bunga yang diterima bank dari kredit dan bunga yang dibayarkan ke nasabah, dibandingkan dengan aset produktif. Bank digital yang menawarkan bunga simpanan tinggi berpotensi memiliki NIM yang lebih tertekan.
NPL menunjukkan porsi kredit yang macet atau bermasalah. Sebagai gambaran, NPL gross SeaBank tercatat 1,65% dan NPL gross Allo Bank 1,73% per semester I 2026 (ANTARA; Kontan). OJK menetapkan batas NPL neto 5% bagi bank.
PBV membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham. Saham bank digital sering diperdagangkan pada PBV tinggi karena investor memperhitungkan ekspektasi pertumbuhan, sehingga risikonya juga lebih besar jika pertumbuhan meleset.
ROE mengukur seberapa efisien bank menghasilkan laba dari modal pemegang saham. ROE yang naik secara konsisten dari kuartal ke kuartal lebih bermakna dibanding lonjakan sesaat.
Risiko utama saham bank digital adalah persaingan ketat, kualitas kredit, perubahan regulasi, dan volatilitas harga yang tinggi. Berikut rinciannya:
1. Persaingan ketat. Bank digital bersaing dalam bunga simpanan, promo, dan biaya layanan, yang dapat menekan margin.
2. Kualitas kredit. Kredit digital yang tumbuh cepat, terutama kredit konsumen tanpa agunan, berisiko meningkatkan NPL saat ekonomi melambat.
3. Regulasi. Ketentuan OJK dan Bank Indonesia terkait modal minimum, suku bunga, dan penyaluran kredit dapat berubah.
4. Volatilitas harga. Saham bank digital bisa bergerak tajam dalam waktu singkat.
5. Risiko ekosistem. Kinerja bank digital sering bergantung pada ekosistem induk atau mitranya. Masalah di ekosistem tersebut dapat berdampak pada bank.
6. Risiko nilai tukar (khusus SE). Saham SE diperdagangkan dalam dolar AS, sehingga nilai investasimu dalam rupiah ikut dipengaruhi kurs USD/IDR.
Untuk mengelola risiko tersebut, pertimbangkan diversifikasi portofolio dan sesuaikan porsi investasi dengan profil risikomu.
Kamu bisa membeli saham bank digital BEI melalui produk Saham Indonesia dan saham Sea Limited (SE) melalui produk Saham AS di Pluang. Langkahnya:
1. Unduh aplikasi Pluang dan selesaikan verifikasi identitas (KYC).
2. Pilih menu Saham Indonesia untuk emiten BEI, atau Saham AS untuk SE.
3. Cari kode saham yang ingin kamu pelajari, misalnya ARTO, BBYB, atau SE.
4. Cek harga, grafik, dan informasi fundamental di halaman detail aset.
5. Masukkan jumlah pembelian sesuai minimum transaksi, lalu konfirmasi.
Aspek | Saham Indonesia (AGRO, AMAR, ARTO, BANK, BBHI, BBYB, SUPA) | Saham AS & ETF (SE) |
Minimum transaksi | Beli minimum 1 lot (100 lembar) | USD1,00 (Market Order); USD1,5 (Limit Order, Stop Order, Stop Limit Order) |
Manfaat | Kepemilikan saham emiten BEI dalam rupiah; potensi dividen dan capital gain | Eksposur ke Sea Limited (Shopee, Garena, Monee) secara fraksional |
Risiko utama | Volatilitas harga; risiko likuiditas; auto rejection | Volatilitas harga; risiko nilai tukar USD/IDR |
Syarat | Akun Pluang terverifikasi dan rekening efek | Akun Pluang terverifikasi |
Biaya | Komisi broker (bervariasi antar-sekuritas), levy BEI (diatur regulator), dan PPh Final 0,1% atas penjualan sesuai ketentuan perpajakan pasar modal, bukan komponen biaya sekuritas | Mengikuti ketentuan yang tertera di aplikasi saat transaksi |
Saham Indonesia: Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Saham AS & ETF: Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek. Seluruh transaksi dicatat di Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). PT PG Berjangka juga merupakan Pialang Berjangka yang berizin dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Produk ini termasuk produk berisiko tinggi.
Lakukan analisis pribadi Anda sebelum memutuskan menggunakan produk ini.
Produk ini tidak sesuai untuk semua kalangan konsumen.
Belum di BEI, karena SeaBank belum IPO. Induknya, Sea Limited, tercatat di NYSE dengan kode SE. Per semester I 2026, SeaBank membukukan laba bersih Rp749,26 miliar (ANTARA, 18 Agustus 2026).
Tujuh emiten bank digital di BEI adalah AGRO (Bank Raya), AMAR (Bank Amar), ARTO (Bank Jago), BANK (Bank Aladin Syariah), BBHI (Allo Bank), BBYB (Bank Neo Commerce), dan SUPA (Superbank).
Untuk emiten BEI, minimal pembelian 1 lot atau 100 lembar saham. Untuk saham SE di bursa AS, minimal USD1,00 dengan Market Order dan USD1,5 dengan Limit Order, Stop Order, atau Stop Limit Order.
Sebagian sudah. Bank Amar (AMAR) menetapkan dividen interim Rp3,9 per saham, atau Rp390 per lot, dengan cum date 11 Agustus 2026. Cek jadwal dividen emiten lain melalui pengumuman aksi korporasi di BEI.
Saham SE mewakili seluruh bisnis Sea Limited (Shopee, Garena, Monee) dan diperdagangkan dalam dolar di NYSE. Saham seperti ARTO atau BBYB adalah bank digital murni yang diperdagangkan dalam rupiah di BEI dengan minimum 1 lot.
Saham SeaBank belum tersedia di BEI, meski bank ini mencatat laba bersih Rp749,26 miliar dan aset Rp52,97 triliun per semester I 2026. Investor yang tertarik pada sektor bank digital dapat mempelajari tujuh emiten di BEI, yaitu AGRO, AMAR, ARTO, BANK, BBHI, BBYB, dan SUPA, yang seluruhnya membukukan laba pada semester I 2026, atau saham induk SeaBank, Sea Limited (SE), di bursa AS. Sebelum memutuskan, bandingkan pertumbuhan nasabah, NIM, NPL, PBV, dan ROE, serta pahami risiko persaingan, kualitas kredit, dan volatilitas harganya.
Tanggal | Perubahan |
24 Juni 2026 | Artikel dipublikasikan. |
28 September 2026 | Angka Kunci (laba dan aset SeaBank semester I 2026), tabel laba bersih tujuh emiten bank digital BEI semester I 2026, tabel aset bank digital per Juni 2026, data Monee kuartal II 2026, dan data dividen interim AMAR ditambahkan. Bagian harga 1 lot, dividen, dan tabel produk ditambahkan; klaim biaya transaksi lama, jumlah saham di Pluang, target harga analis, dan data NPL 2024 dihapus atau diperbarui; FAQ diringkas menjadi 5 pertanyaan. |
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu. Gambar ilustrasi pada artikel ini dibuat menggunakan AI.


