Berita & Analisis
Saham Adalah: Definisi, Cara Kerja, Jenis & Cara Beli Aman 2026

Saham adalah instrumen investasi berupa surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan (emiten) sebagai bukti kepemilikan modal. Dalam konteks pasar modal Indonesia, saham diperdagangkan secara resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI) di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Secara sederhana, saham adalah "potongan kecil" dari sebuah perusahaan yang bisa Anda beli. Jika Anda membeli 1.000 lembar saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dari total 123 miliar lembar saham yang beredar, maka Anda memiliki sekitar 0,0000008% kepemilikan di BCA.
Definisi saham menurut OJK adalah efek berbentuk surat berharga yang merupakan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Sementara menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, saham termasuk dalam kategori efek yang dapat diperjualbelikan di pasar modal.
Perusahaan menerbitkan saham untuk mendapatkan dana segar dari publik tanpa harus meminjam ke bank. Dana tersebut digunakan untuk ekspansi bisnis, membayar utang, atau membiayai proyek baru. Proses pertama kali perusahaan menjual sahamnya kepada publik disebut Initial Public Offering (IPO), dan sejak saat itu perusahaan tersebut berstatus sebagai emiten di BEI.
Emiten adalah perusahaan yang telah menerbitkan efek (termasuk saham) kepada publik melalui pasar modal dan terdaftar resmi di Bursa Efek Indonesia. Setiap kali Anda membeli saham di aplikasi investasi, Anda sedang membeli saham dari emiten.
Contoh emiten saham terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar:
BBCA – PT Bank Central Asia Tbk
BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
ASII – PT Astra International Tbk
BMRI – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Investor wajib memahami profil emiten sebelum membeli saham, karena kinerja emiten secara langsung menentukan nilai dan return saham yang Anda miliki.
Cara kerja investasi saham cukup sederhana: Anda membeli saham di harga tertentu, kemudian harga saham tersebut bergerak naik atau turun mengikuti mekanisme pasar — yaitu pertemuan antara penawaran (supply) dan permintaan (demand) di bursa.
Berikut alur kerja investasi saham secara ringkas:
Investor membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) di sekuritas yang terdaftar OJK
Investor menyetor dana ke RDN sebagai modal awal
Investor memilih saham berdasarkan analisis fundamental atau teknikal
Order beli ditempatkan di harga pasar atau harga limit tertentu
Transaksi terjadi ketika ada penjual yang bersedia di harga yang sama
Saham masuk ke portofolio investor dan siap dipantau performanya
Investor memperoleh return melalui dua jalur: dividen dan capital gain
Jam perdagangan saham di BEI berlangsung pada hari Senin–Jumat (kecuali hari libur nasional):
Sesi 1: 09.00 – 12.00 WIB (hingga 11.30 WIB setiap Jumat)
Sesi 2: 13.30 – 15.49 WIB (mulai 14.00 WIB setiap Jumat),
Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham, sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Dividen merupakan salah satu dari dua sumber utama keuntungan dalam investasi saham — selain capital gain.
Perusahaan tidak wajib membagikan dividen setiap tahun. Keputusan pembagian dividen ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan bergantung pada profitabilitas serta kebijakan keuangan emiten.
Jenis Dividen | Penjelasan |
Dividen Tunai | Dibayarkan dalam bentuk uang tunai ke rekening pemegang saham |
Dividen Saham | Dibayarkan dalam bentuk saham tambahan, bukan uang tunai |
Dividen Interim | Dibagikan sebelum tahun buku berakhir, biasanya di tengah tahun |
Dividen Final | Dibagikan setelah laporan keuangan tahunan disetujui RUPS |
Cum Date: tanggal terakhir Anda harus memiliki saham agar berhak mendapat dividen
Ex-Date: tanggal pertama saham diperdagangkan tanpa hak dividen
Payment Date: tanggal dividen ditransfer ke rekening investor
Dividend Yield: persentase dividen terhadap harga saham; semakin tinggi, semakin menarik secara income
Contoh: Jika BBRI membagikan dividen Rp200 per saham dan Anda memiliki 10.000 lembar saham BBRI, maka Anda menerima Rp2.000.000 tunai — masuk ke RDN Anda.
Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh investor dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dibandingkan harga belinya. Ini adalah cara kedua menghasilkan keuntungan dari investasi saham.
Capital Gain = Harga Jual − Harga Beli (× Jumlah Lembar Saham)
Contoh: Anda membeli 5.000 lembar saham BBCA di harga Rp9.000 per lembar, lalu menjualnya di harga Rp10.500. Maka capital gain Anda adalah:
(Rp10.500 − Rp9.000) × 5.000 = Rp7.500.000
Sebaliknya, jika harga saham turun di bawah harga beli Anda, kondisi ini disebut capital loss — kerugian akibat penurunan harga saham.
Aspek | Capital Gain | Dividen |
Sumber keuntungan | Kenaikan harga saham | Pembagian laba perusahaan |
Kapan diterima | Saat saham dijual | Sesuai jadwal RUPS |
Kepastian | Tidak pasti (tergantung pasar) | Tidak selalu ada, bergantung laba |
Pajak | 0,1% dari nilai transaksi jual | 10% final dari nilai dividen bruto |
Cocok untuk | Investor growth / trader | Investor income / jangka panjang |
Free float saham adalah persentase jumlah saham perusahaan yang bebas diperdagangkan oleh publik di pasar terbuka — tidak termasuk saham yang dikunci oleh pemegang saham pengendali (mayoritas), pemerintah, atau investor institusi besar yang tidak aktif berdagang.
Free Float = (Total Saham Beredar − Saham yang Dikunci) / Total Saham Beredar × 100%
Likuiditas pasar: Free float yang tinggi berarti lebih banyak saham yang bisa diperdagangkan, sehingga harga lebih stabil dan mudah dibeli/dijual
Masuk indeks: BEI memperhitungkan free float dalam penyusunan indeks LQ45 dan IDX30; saham dengan free float rendah sulit masuk indeks bergengsi
Volatilitas: Saham dengan free float sangat rendah rentan dimanipulasi harganya karena pasokan di pasar terbatas
Contoh: Perusahaan A memiliki 10 miliar lembar saham beredar. Pemegang saham pengendali menguasai 6 miliar lembar. Maka free float-nya adalah 40% — cukup sehat untuk diperdagangkan secara aktif.
Jenis | Penjelasan |
Saham Biasa (Common Stock) | Paling umum diperdagangkan. Pemegang berhak atas dividen dan hak suara di RUPS |
Saham Preferen (Preferred Stock) | Mendapat dividen lebih dahulu, namun umumnya tidak punya hak suara |
Jenis | Kapitalisasi | Karakteristik |
Saham Big Cap / Blue Chip | > Rp10 triliun | Stabil, likuid, cocok untuk pemula (contoh: BBCA, TLKM, ASII) |
Saham Mid Cap | Rp1–10 triliun | Pertumbuhan lebih tinggi, risiko lebih besar |
Saham Small Cap | < Rp1 triliun | Potensi return besar, namun sangat volatil |
BEI mengelompokkan emiten ke dalam 11 sektor, antara lain: Energi, Keuangan, Kesehatan, Teknologi, Konsumsi, Properti, Infrastruktur, Industri, Material, Transportasi, dan Utilitas. Diversifikasi lintas sektor adalah strategi dasar manajemen risiko investasi saham.
Investasi saham mengandung risiko. Sebelum mulai berinvestasi, pahami risiko-risiko berikut:
Risiko pasar: Harga saham bisa turun akibat kondisi ekonomi makro, sentimen global, atau perang
Risiko likuiditas: Beberapa saham sulit dijual karena volume perdagangan rendah
Risiko emiten: Kinerja perusahaan memburuk, laba turun, atau bahkan bangkrut
Risiko capital loss: Harga jual lebih rendah dari harga beli
Risiko suspense/delisting: Saham bisa dihentikan sementara atau dihapus dari bursa oleh OJK
Penting: Investasi saham tidak dijamin pemerintah dan tidak termasuk dalam program penjaminan LPS. Selalu investasi sesuai profil risiko dan kemampuan finansial Anda.
Sebelum bisa membeli saham, Anda memerlukan akun di perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi OJK. Salah satu platform terpercaya adalah Pluang.
Setelah memilih platform, buka rekening efek secara online. Di Pluang, prosesnya dilakukan 100% digital:
Unduh aplikasi Pluang
Daftar dan verifikasi identitas (KTP + selfie)
Isi formulir pembukaan rekening efek
Buka Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui BCA atau Bank Jago
Setujui syarat dan ketentuan; tunggu aktivasi (biasanya 1–3 hari kerja)
Setelah RDN aktif, transfer dana ke RDN Anda. Dana ini yang akan digunakan untuk membeli saham. Tidak ada minimum setoran tetap — namun 1 lot saham = 100 lembar, jadi pastikan saldo Anda mencukupi untuk membeli minimal 1 lot saham yang Anda incar.
Jangan beli saham hanya berdasarkan "katanya" atau tren media sosial. Lakukan analisis dasar:
Analisis Fundamental: Periksa laporan keuangan, rasio P/E, ROE, DER, dan prospek bisnis emiten
Analisis Teknikal: Perhatikan pola grafik harga, volume perdagangan, dan indikator teknikal seperti Moving Average
Di aplikasi Pluang:
Masuk ke menu Saham Indonesia
Cari ticker saham (contoh: BBCA, TLKM)
Tap Beli, masukkan jumlah lot dan harga
Konfirmasi transaksi
Setelah order tereksekusi, saham masuk ke portofolio Anda.
Pluang kian memantapkan posisinya sebagai salah satu aplikasi saham Indonesia terbaik dengan menawarkan ekosistem multi-aset yang luas dan telah digunakan lebih dari 13 juta pengguna, aplikasi ini menawarkan pengalaman investasi digital yang aman, berizin dan diawasi Bappebti, OJK dan BI (Bank Indonesia).
Secara keseluruhan, melalui satu aplikasi, pengguna dapat mengakses 2.000+ produk investasi, mulai dari crypto, saham Indonesia (IDX), saham dan ETF Amerika, logam mulia (emas, silver, tembaga), reksa dana, hingga produk derivatif seperti crypto perps dan options saham AS, dengan struktur biaya yang kompetitif.
Aplikasi Trading Saham Indonesia Terlengkap: Akses ke 950+ saham Indonesia langsung di ekosistem yang sama dengan portofolio saham AS, crypto, emas digital, dan reksa dana.
Fitur Analisis Lengkap (Pro): Menyediakan fitur charting modern, Stock Screener, dan data finansial lengkap untuk membantu pengambilan keputusan investasi.
0% Trading Fee: Nikmati biaya transaksi yang sangat kompetitif, termasuk promo biaya trading 0% bagi semua pengguna.
Tanpa minimum deposit dan top up via Bank Lokal: Investasi langsung di saham Indonesia (seperti BBCA, BBRI, BREN, GOTO) tanpa minimum deposit dengan kemudahan top-up saldo melalui RDN (Rekening Dana Nasabah) BCA dan Bank Jago.
Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Fitur Tercanggih: USD yield 3.38% p.a, signal & screeners, Pro Mode, Web Trading, yang mengintegrasikan seluruh fitur TradingView secara gratis, tersedia 25x Leverage pada Crypto Futures dan 4x Leverage untuk Saham Amerika yang dapat ditradingkan 24 jam, trading dengan Aura AI untuk membantu analisis fundamental, teknikal dan identifikasi sinyal pasar secara real-time, dan auto invest features.
Meski berada dalam pengawasan regulator, produk saham Indonesia tetap memiliki risiko dimana harga saham dapat berfluktuasi, sehingga pengguna harus mencocokan kembali saham yang dibeli dengan profil risiko yang dimiliki.
Apa itu saham secara singkat? Saham adalah bukti kepemilikan atas perusahaan yang diperdagangkan di bursa efek. Pemegang saham berhak atas dividen dan keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain).
Apa perbedaan saham dan obligasi? Saham merepresentasikan kepemilikan dalam perusahaan, sementara obligasi adalah instrumen utang. Pemegang obligasi adalah kreditur perusahaan dan berhak atas bunga tetap, tanpa hak suara di RUPS.
Beli saham dimana yang aman dan terdaftar OJK? Anda bisa membeli saham melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK dan BEI. Pluang adalah salah satu platform yang diawasi OJK dan Bappebti dengan lebih dari 13 juta pengguna aktif.
Berapa modal minimal untuk beli saham? Tidak ada ketentuan modal minimum yang baku. Namun karena 1 lot = 100 lembar, modal minimal bergantung pada harga per lembar saham yang Anda pilih. Saham dengan harga Rp100/lembar bisa dibeli dengan modal Rp10.000 per lot.
Apa itu free float saham dan mengapa penting? Free float saham adalah persentase saham yang bebas beredar di publik. Semakin tinggi free float, semakin likuid saham tersebut — lebih mudah dibeli dan dijual tanpa menggerakkan harga terlalu jauh.
Apakah investasi saham aman? Investasi saham di perusahaan sekuritas yang terdaftar OJK dan BEI aman secara regulasi. Namun nilai investasi bisa naik maupun turun sesuai kondisi pasar. Selalu investasi sesuai profil risiko Anda.
Apa bedanya capital gain dan dividen? Capital gain adalah keuntungan dari kenaikan harga saham saat dijual. Dividen adalah bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham secara periodik. Keduanya adalah sumber return dari investasi saham.
Apa itu emiten saham? Emiten adalah perusahaan yang telah menerbitkan efek (seperti saham) kepada publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Setiap saham yang Anda beli di bursa diterbitkan oleh emiten.
Saham adalah instrumen investasi yang terbukti menghasilkan return jangka panjang di atas inflasi jika dipilih dan dikelola dengan tepat. Memahami definisi saham secara menyeluruh — mulai dari cara kerja, jenis saham, konsep dividen, capital gain, emiten, hingga free float — adalah fondasi yang harus dimiliki setiap investor sebelum terjun ke pasar modal.
Mulai perjalanan investasi saham Anda di Pluang sekarang — platform investasi multi-aset dengan lebih dari 13 juta pengguna, terdaftar dan diawasi OJK dan Bappebti, dengan akses ke 2.000+ produk investasi dalam satu aplikasi.
Investasi mengandung risiko. Pastikan produk yang Anda pilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


