Investasi
Fitur
Akademi
Lainnya
ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Berita & Analisis
Beli Emas Rp100 Ribu per Hari, Jadi Berapa dalam 3 Tahun?
shareIcon

Beli Emas Rp100 Ribu per Hari, Jadi Berapa dalam 3 Tahun?

2 Sep 2026, 3:50 PM
·
Waktu baca: 6 menit
shareIcon
nabung-emas-100-ribu-per-hari
Membeli emas Rp100 ribu per hari selama 3 tahun (1.095 hari) berarti total dana yang disetor sebesar Rp109,5 juta. Nilai akhirnya di ujung 3 tahun sangat bergantung pada arah harga emas selama periode tersebut — dalam skenario bullish seperti tren 2021-2026, ilustrasinya bisa mencapai sekitar Rp150 juta; dalam skenario sideways seperti 2013-2016, sekitar Rp119,8 juta; dan dalam skenario bearish, bisa turun ke sekitar Rp98,7 juta. Ketiganya adalah ilustrasi berdasarkan data historis, bukan jaminan hasil di masa depan.

Jadi Berapa Hasil Beli Emas Rp100 Ribu per Hari Selama 3 Tahun?

Jawaban Singkat:
  • Total dana disetor selama 3 tahun: Rp109,5 juta (Rp100 ribu x 1.095 hari).
  • Ilustrasi nilai akhir: skenario bullish ±Rp150 juta, sideways ±Rp119,8 juta, bearish ±Rp98,7 juta — tergantung arah harga emas.
  • Angka ini adalah simulasi berbasis data historis, bukan proyeksi resmi atau jaminan dari Pluang.

Apa itu Strategi Beli Emas Rp100 Ribu per Hari?

Beli emas Rp100 ribu per hari adalah praktik investasi emas secara berkala dengan nominal tetap setiap hari, atau yang secara umum dikenal sebagai Dollar Cost Averaging (DCA). Dengan strategi ini, investor membeli emas dalam jumlah gram yang berbeda-beda setiap hari — lebih banyak gram saat harga turun, lebih sedikit gram saat harga naik — sehingga rata-rata harga beli menjadi lebih terkendali dibanding membeli dalam satu waktu sekaligus.

Berapa Total Dana yang Terkumpul dari Rp100 Ribu per Hari Selama 3 Tahun?

Secara nominal, membeli emas Rp100 ribu per hari selama 3 tahun (diasumsikan 365 hari per tahun, termasuk akhir pekan, dan tanpa memperhitungkan biaya transaksi) menghasilkan total setoran sebesar:

Rp100.000 x 1.095 hari = Rp109.500.000

Ini adalah jumlah dana yang disetor (modal), belum termasuk potensi kenaikan atau penurunan nilai emas yang dibeli selama periode tersebut. Nilai akhirnya baru terlihat setelah memperhitungkan pergerakan harga emas — yang diilustrasikan dalam tiga skenario berikut.

Skenario Bullish: Jadi Berapa Jika Harga Emas Naik Seperti 2021-2026?

Dalam 5 tahun terakhir, harga emas Antam naik dari Rp941.000 per gram (1 September 2021) menjadi Rp2.624.000 per gram (2 September 2026), setara CAGR sekitar 22,77% per tahun. Jika laju kenaikan ini terulang selama 3 tahun ke depan, ilustrasi nilai akhir dari pembelian emas Rp100 ribu per hari adalah:

KomponenNilai
Total dana disetorRp109.500.000
Asumsi laju kenaikan harga22,77% per tahun
Estimasi nilai akhir (3 tahun)±Rp150.026.000
Estimasi potensi keuntungan±Rp40.526.000 (±37,0%)

Skenario Sideways: Jadi Berapa Jika Harga Emas Stagnan Seperti 2013-2016?

Pada periode 2013-2016, harga emas Antam relatif stagnan, bergerak dari sekitar Rp500.000 menjadi sekitar Rp600.000 per gram — kenaikan sekitar 20% dalam 3 tahun, atau setara CAGR 6,27% per tahun (ACC.co.id). Jika kondisi serupa terulang:

KomponenNilai
Total dana disetorRp109.500.000
Asumsi laju kenaikan harga6,27% per tahun
Estimasi nilai akhir (3 tahun)±Rp119.821.000
Estimasi potensi keuntungan±Rp10.321.000 (±9,4%)

Skenario Bearish: Jadi Berapa Jika Harga Emas Turun?

Skenario ini mengacu pada preseden 2013, saat harga emas dunia sempat anjlok 29% dalam satu tahun — penurunan tahunan terdalam dalam 13 tahun saat itu (Liputan6). Sebagai ilustrasi stres jangka menengah, skenario ini menggunakan asumsi penurunan rata-rata 7% per tahun selama 3 tahun (lebih moderat dibanding penurunan tajam 2013 dalam satu tahun, karena pelemahan Rupiah historisnya turut meredam penurunan harga emas Antam dalam Rupiah):

KomponenNilai
Total dana disetorRp109.500.000
Asumsi laju penurunan harga-7% per tahun
Estimasi nilai akhir (3 tahun)±Rp98.698.000
Estimasi potensi kerugian±Rp10.802.000 (±9,9%)

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data acuan: 2013-2 September 2026. Data pasar per 2 September 2026.

Bagaimana Cara Menghitung Simulasi Ini?

Simulasi di atas dihitung dengan pendekatan setoran bulanan setara (Rp100 ribu per hari dikonversi menjadi sekitar Rp3.041.667 per bulan), yang dimajemukkan (compounding) bulanan mengikuti asumsi laju pertumbuhan tahunan tiap skenario, selama 36 bulan (3 tahun). Pendekatan ini dipilih karena pembelian emas harian dalam jumlah kecil, jika dihitung hari demi hari dengan data harga penuh 3 tahun, akan menghasilkan angka yang secara matematis mendekati hasil perhitungan bulanan ini — sehingga versi bulanan dipakai agar metodologinya mudah diverifikasi ulang oleh pembaca. Ketiga asumsi laju pertumbuhan (22,77% untuk bullish, 6,27% untuk sideways, dan -7% untuk bearish) seluruhnya bersumber dari data historis harga emas Antam dan emas dunia yang dirujuk di atas, bukan angka yang dipilih secara acak atau proyeksi resmi dari Pluang maupun pihak lain.

Mengapa Hasil Akhir Bisa Berbeda-beda Antar Skenario?

Ketiga skenario di atas menggunakan metode simulasi yang sama — kontribusi bulanan setara Rp100 ribu per hari, dimajemukkan bulanan sesuai asumsi laju pertumbuhan tahunan masing-masing skenario — sehingga selisih hasilnya semata-mata berasal dari perbedaan asumsi arah harga emas, bukan perbedaan strategi. Ini menegaskan bahwa hasil akhir strategi beli emas harian sangat bergantung pada arah harga emas selama periode investasi, sesuatu yang tidak bisa dipastikan sejak awal. Simulasi ini juga tidak memperhitungkan biaya transaksi, spread jual-beli, dan pajak yang berlaku, yang dalam praktiknya bisa menggeser hasil akhir.

Bagaimana Jika Berhenti di Tengah Jalan, Tidak Sampai 3 Tahun Penuh?

Ketiga simulasi di atas mengasumsikan pembelian dilakukan secara konsisten setiap hari selama 1.095 hari penuh tanpa terputus. Dalam praktiknya, salah satu risiko utama dari strategi pembelian berkala justru bukan datang dari pergerakan harga emas itu sendiri, melainkan dari konsistensi menjalankannya — risiko yang kerap luput dari perhatian dibanding risiko pergerakan harga. Investor yang berhenti membeli saat harga sedang turun tajam — biasanya karena panik — berpotensi kehilangan manfaat rata-rata harga (averaging) yang menjadi inti dari strategi ini, karena periode harga turun justru adalah saat mendapatkan lebih banyak gram emas per Rupiah yang disetor. Sebaliknya, investor yang berhenti membeli justru saat harga sedang tinggi karena merasa "sudah untung" juga kehilangan sebagian manfaat rata-rata harga dari periode setelahnya. Fitur Auto Invest dirancang untuk membantu menjaga konsistensi ini, tetapi keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan investor.

Apa Risiko dari Strategi Nabung Emas Harian?

Sama seperti investasi emas pada umumnya, strategi ini tidak bebas risiko. Harga emas bersifat volatil dan skenario bearish di atas menunjukkan bahwa nilai akhir tetap bisa berada di bawah total dana yang disetor jika harga emas turun berkelanjutan selama periode investasi. Emas juga tidak memberikan bunga atau dividen seperti deposito, sehingga potensi keuntungannya sepenuhnya bergantung pada pergerakan harga. Karena itu, strategi ini sebaiknya menjadi bagian dari diversifikasi portofolio, disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing, bukan satu-satunya instrumen investasi.

Bagaimana Cara Mulai Nabung Emas Rp100 Ribu per Hari di Pluang?

Berikut langkah untuk memulai strategi ini di aplikasi Pluang:

  1. Unduh dan daftar di aplikasi Pluang, lalu selesaikan proses verifikasi akun.
  2. Top up saldo melalui metode pembayaran yang tersedia di aplikasi.
  3. Buka menu Emas di aplikasi. Simulasi di artikel ini memakai data Emas Digital (emas fisik dalam bentuk digital), namun Pluang juga menyediakan Emas Crypto (PAXG dan XAUT) sebagai pilihan lain. Lihat ragam pilihan emas di Pluang untuk memilih produk yang sesuai.
  4. Atur fitur Auto Invest dengan nominal Rp100 ribu dan frekuensi harian pada produk emas pilihanmu — fitur ini tersedia untuk seluruh pilihan emas di atas, sehingga pembelian berjalan otomatis dan konsisten tanpa perlu dilakukan manual setiap hari.

Pertanyaan Seputar Beli Emas Rp100 Ribu per Hari

Apakah Simulasi Rp150 Juta di Skenario Bullish Ini Dijamin Tercapai?

Tidak. Angka tersebut adalah ilustrasi berdasarkan laju kenaikan harga emas Antam periode 2021-2026, bukan proyeksi atau jaminan dari Pluang. Harga emas ke depan bisa mengikuti skenario bullish, sideways, bearish, atau kombinasi ketiganya.

Apakah Boleh Beli Emas dengan Nominal Lebih Kecil dari Rp100 Ribu per Hari?

Nominal minimal pembelian emas digital di aplikasi Pluang dapat dicek langsung di halaman produk Emas Digital, karena ketentuan nominal dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan produk.

Apakah Lebih Baik Beli Emas Setiap Hari atau Sekali dalam Jumlah Besar?

Keduanya punya karakteristik berbeda. Pembelian berkala (seperti Rp100 ribu per hari) membantu meratakan harga beli rata-rata sepanjang waktu dan mengurangi risiko membeli seluruhnya tepat saat harga sedang tinggi, namun tidak menjamin hasil lebih baik dibanding pembelian sekaligus — semuanya kembali pada arah harga emas selama periode investasi, yang tidak bisa dipastikan sejak awal.

Kesimpulan

Membeli emas Rp100 ribu per hari selama 3 tahun menghasilkan total setoran Rp109,5 juta, dengan nilai akhir yang bisa berkisar dari sekitar Rp98,7 juta (skenario bearish) hingga Rp150 juta (skenario bullish), tergantung arah harga emas selama periode tersebut. Simulasi ini menegaskan bahwa strategi beli emas harian bukan jaminan keuntungan, melainkan cara untuk berinvestasi secara konsisten dan disiplin tanpa harus menebak kapan waktu ideal untuk membeli. Fitur Auto Invest dapat membantu menjalankan strategi ini secara otomatis, namun keputusan berinvestasi tetap perlu mempertimbangkan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing.


Disclaimer:

Angka ini bukan cerminan performa mendatang. Periode data acuan: 2013-2 September 2026. Data pasar per 2 September 2026.

Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah mempertimbangkan tujuan keuangan, profil risiko, dan kondisi pasar terkini.

Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.

Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1