CAGR (Compound Annual Growth Rate)
CAGR atau Compound Annual Growth Rate adalah tingkat pertumbuhan tahunan majemuk yang menunjukkan laju pertumbuhan suatu nilai dari titik awal ke titik akhir dalam periode tertentu.
Apa itu CAGR?
CAGR merupakan cara paling umum dan akurat untuk mengukur pertumbuhan investasi, pendapatan, atau metrik bisnis lainnya selama beberapa tahun. Berbeda dengan rata-rata aritmatika biasa, CAGR memperhitungkan efek compounding — di mana pertumbuhan setiap tahun dihitung berdasarkan nilai yang sudah tumbuh pada tahun sebelumnya.
Rumus CAGR
CAGR = (Nilai Akhir ÷ Nilai Awal) ^ (1 ÷ Jumlah Tahun) – 1 |
Perbandingan CAGR dengan pertumbuhan rata-rata biasa
Metrik | Metode Hitung | Kelemahan |
CAGR | Memperhitungkan compounding | Tidak mencerminkan volatilitas tahunan |
Rata-rata aritmatika | Jumlah ÷ jumlah tahun | Bisa menyesatkan jika ada tahun rugi besar |
Absolute Return | Total return tanpa annualisasi | Tidak bisa dibandingkan lintas periode |
Aplikasi CAGR dalam investasi saham Indonesia
Investor menggunakan CAGR untuk membandingkan kinerja portofolio saham dengan benchmark seperti IHSG atau LQ45. Misalnya, jika IHSG membukukan CAGR 8% dalam 10 tahun terakhir sementara portofolio Anda mencapai CAGR 14%, berarti Anda berhasil outperform pasar secara konsisten. CAGR juga digunakan analis untuk memproyeksikan pertumbuhan laba (EPS) dan pendapatan emiten dalam model valuasi DCF.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang CAGR
Apakah CAGR yang baik untuk saham Indonesia? Historis, CAGR IHSG berkisar 10–12% per tahun dalam jangka panjang. CAGR portofolio di atas 15% sudah tergolong outperform pasar.
Apakah CAGR bisa digunakan untuk reksa dana? Ya, CAGR adalah metrik standar yang digunakan manajer investasi untuk melaporkan kinerja reksa dana secara tahunan.
Ditulis oleh
Davion ArsinioContent Writer at Pluang














