









Citigroup (C) berhasil memiliki kinerja keuangan yang dibawah ekspektasi analis pada kuartal keempat 2023. Adapun pendapat pada kuartal ini adalah sebesar US$17,44 miliar (-3.1%YoY), lebih rendah dari ekspektasi yang berada di level US$18,74 miliar. Perusahaan berhasil mencetak Earning per share (EPS) sebesar -US$0,84. Kerugian yang dialami disebabkan oleh kenaikan biaya operasional dan biaya kredit yang tidak diikuti dengan pertumbuhan pendapatan yang sejalan.
Selanjutnya, apabila dianalisis dari pendapatan penuh 1 tahunnya, C berhasil membukukan pendapatan sebesar US$78,5 miliar atau bertumbuh sebesar 29,2% YoY. Walaupun mengalami penurunan pendapatan, net interest income C mengalami pertumbuhan sebesar 25% YoY menjadi US$11 miliar. Dari sisi credit loss, C membukukan kerugian sebesar US$6,4 miliar atau bertumbuh 70% YoY yang membuat kinerja laba perusahaan turun drastis dengan membukukan tingkat EPS sebesar US$4,36 atau bertumbuh -46,8% YoY.
Diperkirakan pada tahun 2024, CitiGroup akan membukukan pendapatan sebesar US$79,9 miliar atau bertumbuh 1,9% YoY dengan tingkat EPS sebesar US$5,93. Pertumbuhan top-line yang tidak terlalu kecil juga tidak luput dari pengurangan source of income C, dimana sekarang C telah melakukan divestasi bisnisnya di berbagai negara di Asia dan Non-Asia.
Selanjutnya, CitiGroup juga akan memangkas 10% tenaga kerjanya untuk efisiensi biaya dan diperkirakan ada sekitar 20,000 karyawan yang akan dipecat dalam jangka waktu menengah (3-5 tahun). Sebelumnya, C juga telah memangkas management layer dari 13 menjadi 8, dengan adanya reorganisasi secara besar-besaran untuk melakukan cost savings pada kuartal keempat tahun 2023. Dengan adanya lay-off, C membukukan biaya restrukturisasi sebesar US$780 juta dan akan ada biaya tambahan sebesar US$1 miliar yang akan dibukukan pada tahun 2024. Hal ini dapat berdampak pada efisiensi biaya sebesar US$2.5 miliar kedepannya.


