
Dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tidak semua laba dibagikan — sebagian ditahan untuk ekspansi (laba ditahan). Persentase laba yang dibagikan sebagai dividen disebut dividend payout ratio (DPR).
Semakin besar jumlah saham yang kamu miliki, semakin besar dividen yang kamu terima. Karena itu dividen menjadi salah satu dari dua sumber keuntungan investor saham, selain capital gain (selisih harga jual dan beli).
Dibayarkan dalam bentuk uang ke rekening dana nasabah. Ini jenis paling umum di Bursa Efek Indonesia.
Dibagikan dalam bentuk tambahan saham, bukan uang tunai. Jumlah saham kamu bertambah tanpa membeli.
Dividen interim: dibagikan di tengah tahun berjalan, sebelum laporan keuangan tahunan final — contoh: interim I BBCA Rp20/saham pada Juni 2026, dengan rencana pembagian hingga tiga kali setahun (sumber: Kontan).
Dividen final: ditetapkan RUPS tahunan setelah laporan keuangan diaudit.
Istilah | Arti |
Cum date | Tanggal terakhir membeli saham agar berhak menerima dividen |
Ex date | Mulai tanggal ini, pembeli baru tidak berhak atas dividen |
Recording date | Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak |
Payment date | Tanggal dividen masuk ke rekening |
Aturan praktisnya: beli paling lambat di cum date, dan jangan jual sebelum ex date. Harga saham biasanya terkoreksi di ex date kira-kira sebesar nilai dividennya — fenomena normal yang perlu diantisipasi.
Rumus: Dividen diterima = dividen per saham (DPS) × jumlah saham yang dimiliki.
Contoh: kamu punya 10 lot BBCA (10 × 100 = 1.000 lembar). Dividen interim I 2026 sebesar Rp20 per saham. Maka kamu menerima 1.000 × Rp20 = Rp20.000 (sebelum pajak). Dividen yang diterima investor pribadi dalam negeri dikecualikan dari objek pajak sepanjang diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku — periksa aturan pajak terbaru di situs DJP.
Dividend yield adalah rasio dividen setahun terhadap harga saham, dipakai untuk membandingkan “bunga” efektif antar saham. Rumus: total DPS setahun ÷ harga saham × 100%. Sebagai gambaran, analis memproyeksikan yield BBCA 2026 sekitar 6,8% dengan asumsi payout ratio ±70% (proyeksi Bareksa) — angka proyeksi, bukan jaminan.
Lima kriteria yang umum dipakai investor pendapatan (dividend investor):
Konsistensi: emiten membagikan dividen rutin minimal 5 tahun berturut-turut.
Payout ratio sehat: 40–80%. Terlalu tinggi (>100%) berarti dividen dibayar dari utang atau kas lama — tidak berkelanjutan.
Yield wajar: yield ekstrem tinggi sering menandakan harga sahamnya jatuh karena masalah fundamental.
Arus kas kuat: laba bersih harus didukung arus kas operasi nyata.
Prospek industri: dividen jangka panjang hanya bertahan jika bisnisnya bertahan.
Sektor yang secara historis rajin membagi dividen di BEI: perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan barang konsumsi.
Dividend trap: membeli saham hanya karena yield tinggi, lalu harga sahamnya terus turun melebihi dividen yang diterima.
Koreksi ex date: harga biasanya turun setelah cum date — strategi beli-jual cepat di sekitar tanggal dividen sering tidak menguntungkan setelah biaya transaksi.
Dividen tidak dijamin: perusahaan bisa memangkas atau meniadakan dividen kapan pun kondisi keuangan memburuk.
1 lot = 100 lembar, jadi dividen = 100 × dividen per saham. Contoh: dividen interim BBCA Rp20/saham berarti 1 lot menerima Rp2.000.
Umumnya sekitar 2–4 minggu setelah cum date, sesuai jadwal yang diumumkan emiten. Contoh: BBCA cum date 15 Juni 2026, pembayaran 26 Juni 2026.
Tidak. Perusahaan yang masih fokus ekspansi (terutama emiten teknologi) sering menahan seluruh labanya dan tidak membagikan dividen.
Untuk investor pribadi dalam negeri, dividen dikecualikan dari pajak sepanjang diinvestasikan kembali di Indonesia dalam jangka waktu tertentu sesuai ketentuan. Di luar itu, dividen dikenakan pajak sesuai aturan berlaku — cek ketentuan terbaru DJP.
Dividen = bagian laba yang dibagikan perusahaan; capital gain = keuntungan dari selisih harga jual dan beli saham. Keduanya bisa didapat bersamaan.
Beli saham emiten yang akan membagi dividen paling lambat pada cum date melalui Pluang (PT Pluang Maju Sekuritas), tahan sampai ex date, dan dividen tunai akan masuk otomatis ke rekening dana kamu pada payment date.
Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham — sumber penghasilan pasif yang nyata, seperti dividen interim BBCA Rp20/saham pada Juni 2026. Pahami empat tanggal penting (cum, ex, recording, payment), hitung dengan rumus DPS × jumlah saham, dan hindari dividend trap dengan memeriksa konsistensi serta kesehatan payout ratio emiten.
Mulai bangun portofolio saham dividen kamu di aplikasi Pluang.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.
Gambar yang ditampilkan dalam konten ini dibuat dengan menggunakan AI dan hanya ditujukan untuk tujuan ilustrasi saja.


