Berita & Analisis
Cara Memilih Perusahaan Sekuritas yang Tepat: Panduan Aman 2026

Perusahaan sekuritas adalah lembaga jasa keuangan yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE), Penjamin Emisi Efek, atau Manajer Investasi. Karena investor ritel tidak dapat bertransaksi langsung ke sistem perdagangan BEI, perusahaan sekuritaslah yang menjadi jembatan resmi antara investor dan pasar modal — menerima order beli/jual, meneruskannya ke sistem JATS (Jakarta Automated Trading System), lalu menyelesaikan (settlement) transaksi melalui lembaga kliring.
Istilah "sekuritas" dalam konteks ini merujuk pada perusahaan penyedia jasanya, bukan produk investasinya sendiri. Penting bagi investor pemula untuk tidak keliru menyamakan "sekuritas" sebagai satu jenis aset — istilah ini juga kadang dipakai untuk merujuk pada produk seperti saham dan obligasi secara umum, sehingga konteks kalimat perlu diperhatikan saat membaca literatur investasi.
Setiap perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa memiliki kode broker unik — dua atau tiga huruf yang tercatat pada setiap transaksi di BEI. Kode ini menjadi identitas resmi yang bisa dicek publik untuk memverifikasi keabsahan sebuah platform. Sebagai contoh, kode broker RO merupakan kode resmi BEI untuk PT Pluang Maju Sekuritas, entitas yang menjalankan layanan perdagangan saham Indonesia di ekosistem Pluang.
Selain sebagai perantara transaksi, perusahaan sekuritas juga berperan dalam edukasi pasar, penyediaan riset, serta pengelolaan Rekening Dana Nasabah (RDN) yang menjadi wadah dana investor sebelum dan sesudah bertransaksi. Sebagian sekuritas juga memiliki lini bisnis Manajer Investasi yang mengelola reksa dana, meski fungsi ini biasanya terpisah dari lini brokerage saham.
Banyak investor pemula menganggap semua sekuritas "sama saja" selama bisa beli dan jual saham. Padahal, perbedaan kecil pada struktur biaya, kelengkapan fitur, dan keandalan sistem bisa berdampak besar terhadap hasil investasi dalam jangka panjang:
Gunakan kelima kriteria berikut sebagai checklist objektif — berlaku untuk sekuritas mana pun yang sedang Sobat Cuan pertimbangkan, bukan hanya nama-nama besar yang sering muncul di iklan.
Ini adalah syarat mutlak dan tidak bisa dikompromikan. Pastikan perusahaan sekuritas terdaftar sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) yang berizin dan diawasi OJK, serta terdaftar sebagai anggota bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX). Tanpa izin ini, dana yang disetor investor tidak memiliki perlindungan hukum yang memadai jika terjadi sengketa atau gagal bayar.
Fee saham di Indonesia umumnya terdiri dari biaya beli dan biaya jual, di mana biaya jual sudah termasuk pajak penghasilan final 0,1% dari nilai transaksi. Selisih fee antar sekuritas yang tampak kecil secara persentase bisa berdampak besar terhadap return jangka panjang, terutama bagi investor yang aktif bertransaksi. Periksa juga apakah ada biaya tersembunyi seperti biaya penarikan dana, biaya administrasi Rekening Dana Nasabah (RDN) tidak aktif, atau biaya minimum deposit.
Sebagai ilustrasi, jika seorang trader aktif bertransaksi senilai Rp50 juta setiap bulan, selisih fee 0,1% saja antar dua sekuritas berbeda setara dengan Rp50.000 per bulan, atau sekitar Rp600.000 per tahun — angka yang bisa jadi lebih besar dari dividend yield beberapa saham blue chip. Karena itu, membandingkan struktur biaya secara menyeluruh, bukan hanya angka fee headline di iklan, adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan sebelum memutuskan sekuritas mana yang akan digunakan dalam jangka panjang.
Sekuritas yang kredibel selalu memisahkan dana investor dari dana operasional perusahaan melalui Rekening Dana Nasabah (RDN) yang terdaftar atas nama investor sendiri di bank kustodian terpisah. Efek yang dibeli juga harus tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas nama investor, bukan atas nama perusahaan sekuritas. Struktur ini memastikan dana dan aset investor tetap aman meski terjadi masalah operasional pada sekuritasnya.
Investor pemula sering menyamakan RDN dengan rekening tabungan biasa, padahal fungsinya berbeda. RDN murni digunakan sebagai penampung dana sebelum dan sesudah transaksi efek, sehingga saldo di dalamnya umumnya tidak menghasilkan imbal hasil signifikan seperti rekening berbunga. Karena itu, hindari mengendapkan dana idle terlalu lama di RDN — segera alokasikan ke instrumen investasi begitu strategi sudah ditentukan.
Sekuritas terbaik menyediakan lebih dari sekadar tombol beli-jual. Perhatikan ketersediaan fitur charting modern, data fundamental emiten (seperti EPS dan ROE), alat screening saham, serta akses ke kelas aset lain seperti reksa dana, emas, atau saham AS dalam satu ekosistem — sehingga investor tidak perlu berpindah aplikasi untuk mendiversifikasi portofolio.
Bagi investor yang ingin menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), periksa juga apakah sekuritas menyediakan fitur auto-invest atau recurring buy, karena fitur ini membantu investor berinvestasi secara konsisten tanpa harus memasukkan order manual setiap periode. Semakin lengkap ekosistem produk dalam satu aplikasi, semakin efisien pula proses diversifikasi portofolio investor ke berbagai kelas aset.
Cek bagaimana sekuritas menangani keluhan nasabah — apakah tersedia layanan pelanggan responsif melalui live chat, email, atau telepon. Jika terjadi sengketa yang tidak terselesaikan di tingkat platform, investor berhak melaporkannya ke OJK melalui hotline 157 atau portal pengaduan resmi OJK sebagai jalur eskalasi terakhir.
Sebelum menyetor dana ke sekuritas mana pun, lakukan verifikasi mandiri melalui langkah berikut:
Memilih sekuritas berizin OJK mengurangi risiko legalitas dan penyalahgunaan dana, namun tidak menghilangkan risiko investasi itu sendiri. Beberapa hal yang tetap perlu diwaspadai investor:
Investasi saham melalui sekuritas mana pun tetap mengandung risiko fluktuasi harga, sehingga investor disarankan menyesuaikan pilihan saham dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing sebelum bertransaksi.
Beberapa kesalahan berikut paling sering membuat investor pemula salah pilih platform:
Setelah menentukan sekuritas pilihan berdasarkan kelima kriteria di atas, berikut langkah praktis memulai investasi, menggunakan Pluang sebagai contoh:
Pluang menyediakan akses ke 950+ saham Indonesia dalam ekosistem yang sama dengan saham AS, crypto, emas digital, dan reksa dana — dari total lebih dari 2.000 produk investasi dalam satu aplikasi. Untuk saham Indonesia, Pluang beroperasi melalui PT Pluang Maju Sekuritas sebagai Perusahaan Efek dan difasilitasi oleh PT Sarana Santosa Sejati sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek Level II, keduanya berizin dan diawasi OJK. Fitur analisis seperti Web Trading yang mengintegrasikan charting TradingView, Screeners, dan Aura AI tersedia untuk membantu investor menganalisis pasar secara fundamental maupun teknikal.
Di Indonesia, istilah "sekuritas" dan "broker" sering digunakan bergantian untuk merujuk pada perusahaan yang sama — yaitu Perantara Pedagang Efek yang berizin OJK. Perbedaannya hanya pada istilah, bukan fungsi.
Bisa. Investor diperbolehkan membuka rekening efek dan RDN di lebih dari satu perusahaan sekuritas sekaligus, meski masing-masing RDN tetap terdaftar terpisah atas nama investor yang sama.
Modal minimum bergantung pada harga saham yang dibeli, karena satuan terkecil transaksi di BEI adalah 1 lot (100 lembar). Beberapa sekuritas seperti Pluang tidak menetapkan minimum deposit, sehingga investor bisa mulai dari nominal yang mereka tentukan sendiri.
Biaya jual saham di Indonesia umumnya sudah mencakup pajak penghasilan final sebesar 0,1% dari nilai transaksi, terpisah dari fee brokerage yang dikenakan sekuritas.
Karena dana disimpan di RDN atas nama investor sendiri dan efek tercatat di KSEI, aset investor secara struktural terpisah dari kondisi keuangan perusahaan sekuritas, sehingga risiko kehilangan aset akibat masalah internal sekuritas jauh lebih kecil dibanding jika dana tercampur dengan rekening operasional perusahaan.
Belum tentu. Fee murah perlu diimbangi dengan keandalan sistem, kelengkapan fitur, dan keamanan dana. Sekuritas dengan fee sedikit lebih tinggi namun sistem stabil dan fitur lengkap bisa lebih menguntungkan dalam jangka panjang dibanding sekuritas murah dengan sistem sering bermasalah. Pertimbangkan total pengalaman menggunakan platform tersebut, bukan hanya angka fee di halaman promosi.
Tidak wajib, namun disarankan mengevaluasi ulang pilihan sekuritas secara berkala — misalnya saat mulai membutuhkan akses ke kelas aset baru seperti saham AS atau reksa dana — untuk memastikan platform yang digunakan masih sesuai dengan kebutuhan investasi terkini.
Investor bisa membuka rekening di sekuritas baru tanpa harus menutup rekening lama terlebih dahulu, sehingga proses "pindah" umumnya lebih fleksibel dibanding mengganti rekening bank. Efek yang sudah dimiliki di sekuritas lama juga bisa dipindahbukukan ke sekuritas baru melalui mekanisme transfer efek antar KSEI apabila diperlukan.
Memilih perusahaan sekuritas yang tepat bukan soal mengikuti nama paling populer atau promo paling besar, melainkan proses verifikasi objektif terhadap lima kriteria: legalitas OJK, struktur biaya, keamanan dana, kelengkapan produk, dan kualitas layanan. Investor yang meluangkan waktu memverifikasi kelima aspek ini sejak awal akan lebih terlindungi dan lebih siap membangun portofolio jangka panjang secara konsisten, dibanding sekadar mengikuti tren aplikasi yang sedang ramai dibicarakan.
Sebagai langkah terakhir, jangan ragu menguji sekuritas pilihan dengan nominal kecil terlebih dahulu sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar. Perhatikan kecepatan proses KYC, kemudahan top-up RDN, dan responsivitas fitur order selama masa uji coba tersebut. Pengalaman langsung ini sering kali memberikan gambaran lebih akurat dibanding sekadar membaca ulasan atau deskripsi fitur di halaman promosi.
Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), dan/atau Bank Indonesia (BI) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.


