
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tetap direkomendasikan beli setelah memisahkan bisnis fiber grosirnya menjadi entitas terpisah yang membuka nilai, meningkatkan margin, dan menjaga arus kas untuk dividen pemegang saham. Restrukturisasi, penetapan harga disiplin, dan penyederhanaan produk diperkirakan mendorong pertumbuhan margin dan kejutan laba positif pada kuartal ketiga 2026. Langkah strategis ini bisa meningkatkan valuasi saham, menarik bagi investor yang mencari nilai dan pertumbuhan di pasar Asia.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki imbal hasil dividen yang tinggi sebesar 9,56%, menunjukkan daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan. Meskipun harga saham turun tajam 14,71% menjadi USD 10,90, kapitalisasi pasar tetap kuat di angka 12,29 miliar dolar AS per 16 Oktober 2026 pukul 18.41 WIB di Pluang. Volume perdagangan mencapai 5.679.606 saham dengan aktivitas order yang hampir seimbang, yakni 51% jual dan 49% beli, mencerminkan sentimen investor yang beragam setelah pengumuman restrukturisasi perusahaan.