
Saham Sunrun turun 5% ke $6,93, mencapai level terendah setahun, sementara saham solar lain seperti Enphase Energy dan First Solar juga melemah tapi tidak sedrastis Sunrun. Penurunan ini terjadi menjelang laporan keuangan Q3 2026 Sunrun yang dijadwalkan awal November, yang dianggap sebagai ujian penting untuk pertumbuhan dan arus kas perusahaan. Sunrun menghadapi tantangan dari permintaan solar residensial yang melemah, ketidakpastian kebijakan, dan biaya modal yang meningkat, namun permintaan kuat untuk penyimpanan baterai rumah dan program jaringan baru menawarkan potensi kenaikan. Laporan keuangan mendatang akan menjadi kunci untuk melihat apakah perluasan tenaga penjual Sunrun membuahkan hasil lebih baik.
Saham Sunrun (RUN) turun 4,93% ke harga USD 6,94 di Pluang per 20 Oktober 2026 pukul 01.21 WIB, hampir sama dengan penurunan 5% yang disebutkan dalam berita. Enphase Energy (ENPH) dan First Solar (FSLR) juga mengalami penurunan tipis di Pluang, dengan ENPH turun 0,85% ke USD 30,36 dan FSLR turun 0,76% ke USD 171,32. Data Pluang menunjukkan minat beli kuat untuk RUN dan FSLR, sementara ENPH didominasi oleh order jual, mencerminkan sentimen investor yang berbeda di sektor tenaga surya.